GREM! Yuk, yuk, yuk~
Asal Usul Tren GRWM Yuk Yuk Yuk, Angga Yunanda hingga Aurel Ikutan!

Isi FYP TikTok kamu tiba-tiba ramai dengan konten itu? Konten 'GRWM yuk yuk yuk' ini tengah ramai diikuti warganet, termasuk sejumlah artis ternama. Mulai dari Angga Yunanda, Aurel Hermansyah, hingga Tiara Andini ikut meramaikan tren ini dengan versi mereka masing-masing.
Sekilas terdengar seperti konten parodi biasa, tren ini punya latar belakang dan perjalanan yang cukup menarik hingga akhirnya viral. Lalu, sebenarnya dari mana asal-usul konten 'GRWM yuk, yuk, yuk' ini bermula?
1. Tren GRWM yuk yuk yuk viral di media sosial

Konten 'GRWM yuk yuk yuk' viral di media sosial dengan format yang sederhana namun mudah diingat. Pembuat konten biasanya tampil dengan penampilan biasa terlebih dahulu dan mengucapkan, "Grem." Video lalu menunjukkan sang kreator mulai berganti pakaian satu per satu menggunakan teknik suntingan cut to cut.
Di sela-sela proses pergantian busana tersebut, pembuat konten kerap mengucapkan “yuk, yuk, yuk” dengan nada terburu-buru. Gaya yang santai sekaligus riuh inilah yang membuat konten ini jadi ikonik.
2. Apa itu GRWM yuk yuk yuk?

Meski sering dibaca “grem”, GRWM sejatinya merupakan singkatan dari Get Ready With Me. Jenis konten ini sebenarnya sudah lama populer dan kerap dibuat oleh para kreator media sosial.
Biasanya, konten Get Ready With Me menampilkan proses persiapan diri, mulai dari berganti pakaian, merias wajah, hingga menata gaya untuk menghadiri suatu acara. Tren “GRWM yuk yuk yuk” pun lahir dari format yang sudah familiar ini, lalu dikemas dengan gaya yang lebih santai dan repetitif.
3. Asal-usul GRWM yuk yuk yuk

Konten bersiap-siap dengan suntingan singkat dan cepat ini pertama kali muncul dari akun TikTok @namiahchatman0. Ia kerap menampilkan pilihan pakaian yang akan dikenakan sambil mengucapkan, “Let’s go," dengan gaya santai. Konten organik tersebut mulai diunggah sejak November 2025, sebelum akhirnya ramai diparodikan oleh kreator luar negeri di awal tahun 2026.
Seiring viral dan mendunia, format ini kemudian diadaptasi oleh kreator Indonesia dengan sentuhan lokal. Kata “let’s go” pun diganti menjadi “yuk”, yang terdengar lebih akrab dan mudah diterima.
Jadi grem, yuk, yuk, yuk!


















