Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini Alasan Java Jazz 2026 Pindah Venue ke Nice PIK 2

Ini Alasan Java Jazz 2026 Pindah Venue ke Nice PIK 2
Jumpa pers "Java Jazz 2026" di Deheng House Kemang, Jakarta, Rabu (11/3/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana))
Intinya Sih
  • Java Jazz Festival 2026 resmi pindah ke venue NICE PIK 2, menandai transformasi besar di usia ke-21 dengan konsep panggung lebih luas dan interaktif.
  • Penyelenggara memastikan akses transportasi ke PIK 2 sudah dipersiapkan, termasuk kerja sama dengan TransJakarta dan penyediaan shuttle bus dari titik strategis.
  • Edisi tahun ini menghadirkan lebih dari 100 penampil serta kolaborasi baru dengan sponsor, menawarkan pengalaman festival musik dan aktivitas non-musik yang lebih beragam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Kabar baru datang dari salah satu festival musik jazz terbesar di Indonesia, Java Jazz Festival. Memasuki usia ke-21 tahun, perhelatan myBCA International Java Jazz Festival 2026 menghadirkan sejumlah perubahan besar yang menandai babak baru perjalanan festival tersebut.

Tahun ini, Java Festival Production memperkenalkan transformasi penting, salah satunya adalah perpindahan lokasi festival ke venue bertaraf internasional, yaitu NICE (Nusantara International Convention Exhibition) di PIK 2, Tangerang, Banten. Perubahan ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman menonton konser yang lebih imersif bagi para penikmat musik.

1. Untuk pertama kali, venue Java Jazz 2026 akan berlokasi di NICE PIK 2

Dewi Gontha (dua dari kiri) di jumpa pers "Java Jazz 2026" di Deheng House Kemang, Jakarta, Rabu (11/3/2026)
Dewi Gontha (dua dari kiri) di jumpa pers "Java Jazz 2026" di Deheng House Kemang, Jakarta, Rabu (11/3/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Menyambut tahun ke-21 penyelenggaraannya, Java Jazz Festival akan menghadirkan sepuluh panggung dengan konsep yang lebih luas dan interaktif. Direktur Utama Java Festival Production, Dewi F. Gontha, menjelaskan bahwa perpindahan lokasi ini merupakan langkah besar yang diambil untuk membuka peluang baru bagi festival tersebut.

"Seperti yang teman-teman ketahui, kita pindah ke NICE tahun ini. Sebuah move yang sangat besar dan memang harus kita lakukan agar bisa melakukan sesuatu yang lebih baik serta mengeksplorasi space yang lebih besar," kata Dewi dalam jumpa pers di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026).

Ia menambahkan bahwa pihak penyelenggara masih terus mengeksplorasi berbagai kemungkinan dari venue baru tersebut.

"Mengeksplor venue baru bersama-sama dengan penontonnya, kita juga masih eksplorasi venue baru kita. Dan hari ini tujuannya adalah untuk membantu kami mensosialisasikan perpindahan tersebut. Dan juga karena memang Java Jazz-nya sudah tahun ke-21," tambah Dewi.

2. Sudah perhitungkan akses hingga transportasi ke PIK 2

Dewi Gontha (dua dari kiri) di jumpa pers "Java Jazz 2026" di Deheng House Kemang, Jakarta, Rabu (11/3/2026)
Dewi Gontha (dua dari kiri) di jumpa pers "Java Jazz 2026" di Deheng House Kemang, Jakarta, Rabu (11/3/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana))

Perpindahan lokasi ke kawasan PIK 2 sempat memunculkan pertanyaan, terutama soal akses transportasi menuju venue festival. Menanggapi hal tersebut, Dewi memastikan bahwa penyelenggara sudah mempersiapkan berbagai solusi untuk memudahkan mobilitas penonton.

"Sejujurnya ini semua sudah kita pikirin, bukan tidak dipikirin. Kita sudah kerja sama dengan TransJakarta untuk menyediakan shuttle. Kita juga sudah tahu ada commuter line yang langsung ke airport. Jadi kita dengar semua hal dari teman-teman kita yang di sosmed, dan kita sediakan," ujar Dewi.

Pihak penyelenggara juga tengah menyiapkan sejumlah titik penjemputan shuttle bus di lokasi-lokasi strategis. Dengan begitu, penonton tetap bisa datang ke festival tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

3. Beberkan alasan lain untuk nonton Java Jazz Festival di PIK 2

Dewi Gontha (dua dari kiri) di jumpa pers "Java Jazz 2026" di Deheng House Kemang, Jakarta, Rabu (11/3/2026)
Dewi Gontha (dua dari kiri) di jumpa pers "Java Jazz 2026" di Deheng House Kemang, Jakarta, Rabu (11/3/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana))

Khusus untuk edisi tahun ini, Java Jazz Festival menghadirkan 10 panggung dengan lebih dari 100 penampil dari dalam dan luar negeri. Menurut Dewi, perpindahan venue ke NICE PIK 2 juga memberikan pengalaman festival yang lebih lengkap bagi pengunjung.

"Pertama line up, sudah pasti. Karena memang banyak banget nama-nama yang belum pernah datang, yang bakal datang. Kedua, dengan kolaborasi kita dengan sponsor yang baru, banyak yang bisa dicoba nanti di venue-nya," jelasnya.

Selain itu, kawasan PIK 2 juga menawarkan berbagai aktivitas menarik di luar festival musik.

"Mungkin yang ketiga, ke sana bisa sekalian menikmati kuliner juga di daerah sana. Sebenarnya di luar daripada festival kita, di sana banyak yang bisa dieksplor. Kita (juga) banyak banget aktivitas yang non-musik. Sehingga harapan kita sebenernya komunitas-komunitas yang bukan hanya pencinta musik, tapi pencinta karya seni di luar musik juga akan hadir," tutup Dewi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria
Follow Us

Latest in Hype

See More