still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)
Persahabatan Kang Pi O dan Choi Jeong Yo sempat menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan mereka sebelum tragedi penculikan memisahkan keduanya. Meski pernah merasa tersaingi oleh bakat Choi Jeong Yo, Kang Pi O tetap menganggapnya sebagai sosok yang berarti. Namun, setelah menghilang selama sembilan tahun, Choi Jeong Yo kembali dengan membawa kesalahpahaman karena mengira Kang Pi O merupakan dalang di balik penculikannya. Sementara itu, Kang Pi O terus menyimpan rasa bersalah atas perbuatan Kang Ji Hye yang membuat Choi Jeong Yo kehilangan kesempatan untuk bermain piano seperti dahulu. Kesalahpahaman dan rasa bersalah tersebut membuat hubungan keduanya dipenuhi ketegangan meskipun mereka sebenarnya masih memiliki ikatan persahabatan yang kuat.
Setelah kebenaran mulai terungkap, Kang Pi O dan Choi Jeong Yo akhirnya memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka. Choi Jeong Yo turut membantu Kang Pi O menemukan kembali semangatnya dalam bermain piano, sedangkan Kang Pi O berusaha menerima kenyataan bahwa sahabatnya telah mengalami banyak penderitaan. Meski keduanya masih harus menghadapi berbagai masalah, mereka perlahan dapat berdamai dengan masa lalu dan kembali menjalin persahabatan. Bahkan, ketika Choi Jeong Yo kembali menghilang dari kehidupannya, Kang Pi O tetap berusaha menemukan keberadaannya hingga akhirnya memutuskan pergi menemuinya meskipun harus menempuh jarak yang jauh. Usaha tersebut menunjukkan bahwa persahabatan mereka tetap berarti bagi Kang Pi O dan tidak mudah terhapus oleh waktu maupun berbagai kejadian buruk yang pernah memisahkan mereka.
Pada akhirnya, akhir bahagia Kang Pi O bukan hanya tentang perjalanan dirinya sebagai pianis, tetapi juga tentang keberhasilannya melepaskan beban masa lalu dan menemukan kebahagiaan dengan caranya sendiri. Ia mulai bermain piano tanpa terobsesi pada pengakuan, memilih menjalani kehidupan yang lebih tenang, dan kembali memperbaiki persahabatannya dengan Choi Jeong Yo. Setelah sekian lama terjebak dalam ambisi dan rasa bersalah, Kang Pi O akhirnya memiliki kesempatan untuk menjalani hidup yang lebih sesuai dengan keinginannya.