3 Alasan Ambisi Seon Hyuk Terasa Berbahaya di The Ordinary Jackpot

- Jeong Seon Hyuk keluar dari Hongsung International dan mendirikan JSH Appeal, tetapi ambisinya menyerang pasar dinilai meremehkan perusahaan besar yang berpengalaman menghadapi berbagai krisis.
- Upaya Seon Hyuk menggandeng Mantua hingga menekan Hongsung lewat CGM dan margin 20 persen berlangsung tanpa strategi matang; ia bahkan memakai koneksi internal untuk membaca rencana lawan.
- Strategi tersebut berisiko merugikan mal, CGM, dan bisnis Seon Hyuk sendiri, karena Hongsung menyiapkan proyek merek Eropa di Tiongkok serta mengosongkan toko untuk mengulur waktu.
Jeong Seon Hyuk (Oh Dae Hwan) dulunya bekerja sebagai manajer tim penjualan 4 di drakor The Ordinary Jackpot (2026). Dia dikenal sebagai satu-satunya manajer yang gak punya ambisi untuk menaikkan kualitas kerjanya. Menurutnya, Hongsung International bukan perusahaan yang mengapresiasi perusahaan dengan layak.
Persepsinya ini membuat Jeong Seon Hyuk mengundurkan diri dan membuka perusahaan saingan di bidang distributor, JSH Appeal. Sayangnya, langkah Jeong Seon Hyuk dalam mengembangkan bisnis ini cukup liar dan penuh ambisi. Namun, kenapa ambisi Jeong Seon Hyuk ini malah terasa berbahaya bagi dirinya sendiri di drakor The Ordinary Jackpot?
Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.
1. Terlalu meremehkan Hongsung

Cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (instagram.com/tving.official) Hongsung International memang sebuah perusahaan yang dibangun oleh seorang pedagang 30 tahun lalu. Perusahaan ini mengawali kiprahnya di atas toko kelontong hingga berhasil menjadi korporasi besar dan membuka cabang di Tiongkok. Selama lebih dari 30 tahun berdiri, Hongsung jelas telah melewati berbagai badai dan tetap kokoh berdiri.
Bagi Jeong Seon Hyuk, Hongsung sendiri gak pernah membangun lingkungan kerja yang berpihak pada karyawan. Mereka mengedepankan senioritas dan persaingan dalam gedung untuk mendapatkan promosi. Gak hanya itu, Jeong Seon Hyuk juga gak merasa diuntungkan jika terus bertahan di perusahaan ini.
Sejak awal, Jeong Seon Hyuk seakan menunjukkan kebenciannya terhadap Hongsung. Dia beberapa kali menyerang pasar dan menargetkan Hongsung sekalipun gak secara terang-terangan. Sayangnya, Hongsung punya berbagai kepala dengan perencanaan dan analisis yang sangat matang. Makanya, langkah Jeong Seon Hyuk dinilai terlalu meremehkan Hongsung.
2. Ambisius tanpa banyak perencanaan matang

Cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (instagram.com/tving.official) Awalnya, Jeong Seon Hyuk berusaha mengembangkan retail dengan menggaet distributor terkemuka Eropa, Mantua. Dia menggunakan koneksi sebagai manajer Hongsung untuk menghubungi tokoh kunci di Mantua. Sayangnya, Hongsung punya cara jitu untuk mempertahankan koneksinya dengan Mantua dan membuat Gong Eun Tae (Lee Jun Hyuk) melakukan negosiasi secara langsung.
Gak hanya itu, JSH Appeal juga dijadikan sebagai anak perusahaan Hongsung hingga menyerah. Gak cukup sampai di sana, Jeong Seon Hyuk berusaha menghancurkan pasar Hongsung setelah menjadi manajer pemasaran sebuah distributor Amerika, CGM. Sayangnya, Jeong Seon Hyuk menekan Hongsung dengan cara menaikkan margin hingga 20 persen.
Langkah ini jelas membuat Jeong Seon Hyuk sangat percaya diri. Dia bahkan yakin jika Hongsung akan bangkrut dalam kurun waktu 3 tahun lagi. Namun, Hongsung jelas gak akan diam begitu saja. Sayangnya, Jeong Seon Hyuk malah menggunakan koneksi dalamnya untuk mengetahui rencana Hongsung.
3. Bisa mengakibatkan banyak pihak rugi besar

Cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (instagram.com/tving.official) Rencana Jeong Seon Hyuk ini dianggap cerdik karena akan menguntungkan pihak mal karena bisa menaikkan margin Hongsung hingga 4 persen. Sayangnya, Hongsung merupakan korporasi besar yang juga punya harga diri. Mereka merencanakan sebuah proyek besar dengan menarik merek Eropa untuk masuk ke Tiongkok lebih dulu.
Hongsung bahkan gak ragu mengosongkan toko mereka di berbagai mal untuk mengulur waktu. Kondisi ini jelas membuat tim penjualan mal cukup khawatir dengan pemasukan mereka. Hal ini disebabkan merek yang dibawa CGM belum banyak seperti yang dibawa Hongsung.
Gak hanya itu, CGM sendiri juga terancam bangkrut karena pihak mal bisa mudah menaikkan margin lebih banyak. Kondisi ini menunjukkan CGM gak akan mampu untuk meneruskan bisnis jangka panjang di Korea jika modal mereka dibakar habis untuk bayar margin ke mal. Jeong Seon Hyuk sendiri bukan gak kompeten. Dia hanya terlalu bersemangat tanpa perencanaan matang dan terlalu mudah puas. Bagaimana menurutmu?














![[QUIZ] Kamu Ketua Ekskul Paskriba, Siapa Girl Grup Gen 5 yang Diajak Masuk Tim?](https://image.idntimes.com/post/20261008/1_3a6413ea-d4b2-451c-9d13-c610e9c61613.png)









