Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Closure yang Didapat Kang Pi O di Ending Four Hands, Two Sonatas
cuplikan drama Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)
  • Kang Pi O mendapat penegasan dari kakeknya bahwa ia tidak bersalah atas kondisi keluarga; sang kakek mengakui sakitnya telah lama ada dan memuji bakat musik cucunya.
  • Ibunya mengakui kejahatan serta tekanan yang ia berikan sebagai tanggung jawabnya sendiri, lalu meminta Pi O berhenti menyalahkan diri dan kembali fokus bermusik.
  • Choi Jeong Yo meyakinkan Pi O bahwa kesuksesannya sebagai pianis adalah miliknya, karena ia memberi harapan saat Jeong Yo trauma, sehingga Pi O terdorong berdamai dengan dirinya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memiliki kepribadian yang tertutup, Kang Pi O (Song Kang) hanya mau membuka diri kepada segelintir orang. Ia sangat menjaga dan menyayangi orang-orang di lingkaran terdekatnya. Selain keluarga, sosok yang paling berharga bagi Pi O adalah sahabat karibnya sendiri, Choi Jeong Yo (Lee Jun Young).

Mirisnya, Kang Pi O justru percaya bahwa dirinya lah yang menghancurkan hidup mereka. Selama ini, ia menanggung rasa bersalah yang amat besar dan membuat dirinya tersiksa. Namun, Kang Pi O akhirnya mendapat closure atas situasinya itu di ending drakor Four Hands, Two Sonatas. Yuk, simak ulasan lengkapnya!

1. Pengakuan dan penegasan bahwa Pi O gak bersalah dari kakeknya

cuplikan drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Usai Kang Pi O menyerahkan diri ke polisi, gak lama Kang Seung Woon (Jung Jin Young) collapsed dan dilarikan ke rumah sakit. Kang Pi O pun mengira kondisi kakeknya itu disebabkan dirinya. Ia terlalu serakah hingga menyakiti Choi Jeong Yo dan membuat kehidupan orang-orang yang ia sayangi menderita.

Namun, Kang Seung Won menegaskan bahwa itu bukan salah Kang Pi O. Sebab, selama ini kakeknya memang sudah lama sakit. Kang Seung Won juga menyadari bahwa dirinya yang selama ini menghalangi kehidupan cucunya itu dan bikin Kang Pio tersiksa.

Ia terlalu mengutamakan harga dirinya hingga gak pernah mengakui bakat musik dan kehebatan Kang Pi O. Pada akhirnya, Kang Seung Won pun memberikan pujian yang tulus pada cucunya itu di penghujung hidupnya.

2. Kejujuran dari sang ibu untuk Kang Pi O

cuplikan drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Sejak kecil, Kang Pi O kerap menganggap keberadaannya adalah sebuah kesalahan di hidup keluarganya. Demi bisa membahagiakan Kang Ji Hye (Yoon Ji Hye), Kang Pi O pun berusaha gak bikin malu dan membanggakan ibunya itu dengan selalu menyabet juara di kompetisi piano.

Jadi, saat Kang Ji Hye dijebloskan ke penjara atas kejahatannya pada Choi Jeong Yo, Kang Pi O mengira bahwa itu juga bagian dari kesalahannya. Namun, Kang Ji Hye justru menyebut bahwa ini semua adalah kesalahan dan tanggung jawabnya. Kang Ji Hye melarang putranya itu terus menyalahkan dirinya sendiri.

Sebab baginya, Kang Pi O hadir di hidupnya sebagai anugerah Tuhan. Walau awalnya Kang Ji Hye ingin membantu karier sang anak di bidang musik, ia justru menekan putranya dan jadi hambatan besar bagi Kang Pi O. Alhasil, Kang Ji Hye pun meminta Kang Pi O bebas dan fokus bermusik tanpa merasa terbebani lagi.

3. Penghiburan yang menentramkan hati dari Choi Jeong Yo

cuplikan drama Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)

Selama bertahun-tahun, Kang Pi O merasa dirinya telah merebut posisi Choi Jeong Yo. Ia secara gak langsung mencuri hidup temannya itu karena menggunakan partiturnya saat memenangkan kompetisi piano di Praha, sementara Choi Jeong Yo diculik dan mengilang lama.

Saat Kang Pi O memutusakn pensiun jadi pianis, Choi Jeong Yo pun melarangnya. Sebab bagi Choi Jeong Yo, Kang Pi O lah yang menjadi cahaya dan harapan hidupnya. Saat ia tenggelam dalam traumanya, Kang Pi O yang justru menariknya kembali ke musik.

Choi Jeong Yo pun menekankan sejak awal kesuksesan Kang Pi O sebagai pianis memang menjadi milik temannya itu. Walau dia memakai partiturnya, Kang Pi O mengintepretasi karya itu dan melengkapinya. Choi Jeong Yo pun meminta sahabatnya itu buat berhenti menyalahkan diri dan bermain piano lagi.

Berbagai closure tersebut berhasil meredakan rasa cemas sekaligus membantu Kang Pi O untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Semua dukungan ini pun menjadi modal penting baginya untuk bangkit dan melangkah maju di ending Four Hands, Two Sonatas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article