Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Karakter Pemenang Hadiah Utama Lotre di The Ordinary Jackpot

3 min read
3 Karakter Pemenang Hadiah Utama Lotre di The Ordinary Jackpot
cuplikan drama The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama)
  • Gong Eun Tae, kepala tim penjualan di Hongsung International, memenangkan 1,3 miliar won tetapi memilih tetap bekerja dan menjadi lebih berani serta vokal.
  • Seorang ibu paruh baya yang ditemui Eun Tae di bank juga memenangkan lotre; ia ingin meluapkan kemarahan setelah lama tertekan kondisi ekonomi.
  • Pemilik Cafe Daily Routine, Pak Oh, turut menjadi pemenang jackpot dan menasihati Eun Tae agar tidak menghabiskan uang sekaligus, sambil tetap bekerja demi kepuasan batin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tamat pada Kamis (8/10/26), The Ordinary Jackpot menawarkan cerita unik tentang Gong Eun Tae (Lee Jun Hyuk) yang tetap bekerja meski memenangkan lotre. Drakor ini menyoroti bagaimana Gong Eun Tae menyikapi kemenangannya dengan realistis, alih-alih impulsif. Menariknya, Gong Eun Tae bukanlah satu-satunya orang yang beruntung mendapat hadiah lotre. Setidaknya, ada tiga karakter yang berhasil memenangkan hadiah utama lotre sepanjang kisah The Ordinary Jackpot. Siapa saja mereka? Yuk, simak selengkapnya!

  1. 1. Gong Eun Tae

    Cuplikan adegan dalam drama The Ordinary Jackpot yang dibagikan oleh akun CJnDrama melalui platform X.
    cuplikan drama The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama)

    Gong Eun Tae merupakan pekerja kantoran biasa yang menjabat sebagai kepala Tim Penjualan 5 di Hongsung International. Tiap hari menjalani rutinitas pekerja yang monoton, siapa sangka, Gong Eun Tae justru memenangkan lotre sebesar 1,3 miliar won. Saat mendapatkan jackpot, Gong Eun Tae sempat terpikirkan untuk resign dan berfoya-foya. Namun, ia sadar bahwa hal itu bukan pilihan yang bijaksana. Gong Eun Tae pun memutuskan tetap bekerja, tapi dengan kondisi mental dan perspektif baru.

    Ia memandang hadiah lotre itu sebagai dana pengaman. Sebagai karyawan, Gong Eun Tae yang awalnya kerap bersikap pasif berubah jadi sosok yang lebih vokal, berani mengambil risiko dan menunjukkan kompetensi terbaiknya karena sudah gak takut lagi dipecat.

  2. 2. Seorang ibu paruh baya di episode 2

    Cuplikan drama The Ordinary Jackpot yang dibagikan melalui akun X CJnDrama, menampilkan salah satu adegan serial tersebut.
    cuplikan drama The Ordinary Jackpot (x.com/CJnDrama)

    Ketika Gong Eun Tae pergi untuk mencairkan hadiahnya di bank, ia bertemu dengan seorang ibu paruh baya (Cha Mi Kyung) yang juga memenangkan lotre. Saat Gong Eun Tae bertanya uangnya akan digunakan untuk apa, ibu tersebut memberikan jawaban yang cukup menyentuh. Ia ingin marah karena seumur hidupnya gak pernah bisa meluapkan kekesalan akibat gak memiliki cukup uang dan selalu berada di bawah tekanan ekonomi. Hal inilah yang kemudian memotivasi Gong Eun Tae buat melakukan hal yang sama. Ia yang selama ini cukup sabar akhirnya menumpahkan emosinya saat anggota timnya berbuat bebal dan gak menghormatinya sebagai ketua tim.

  3. 3. Pemilik Cafe Daily Routine

    Cuplikan adegan drama The Ordinary Jackpot dari TVING yang digunakan sebagai materi promosi untuk serial tersebut.
    cuplikan drama The Ordinary Jackpot (dok. TVING/The Ordinary Jackpot)

    Menjelang ending, pemilik kafe Daily Routine (Kim Jun Bae), tempat Gong Eun Tae biasa berkunjung secara mengejutkan mengaku bahwa dirinya juga memenangkan lotre. Karena memiliki rahasia dan perubahan mentalitas finansial yang sama, sang barista bahkan menyadari dengan mudah sejak awal bahwa Gong Eun Tae juga merupakan salah satu pemenang jackpot. Pria yang akrab dipanggil Pak Oh ini juga yang memberikan wejangan bagi Gong Eun Tae untuk gak langsung menghabiskan hadiahnya dalam satu waktu.

    Sama seperti Gong Eun Tae, Pak Oh pun begitu menikmati pekerjaannya. Ia bekerja bukan demi uang, melainkan kepuasan batin karena telah mengusahakan yang terbaik untuk pekerjaan dan dirinya. Kemenangan lotre di drakor The Ordinary Jackpot gak bikin ketiga karakter tersebut menjadi konsumtif dan bersikap semena-mena. Sebaliknya, dana besar itu mereka alokasikan untuk lebih menghargai diri sendiri dan menembus batas kemampuan terbaik mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More