3 Pesan Moral untuk Orangtua dari Drakor Twinkling Watermelon

Twinkling Watermelon adalah drama 16 episode yang selesai pada 14 November 2023 lalu. Selain menonjolkan tema time traveller, drama ini juga mengangkat permasalahan seputar remaja, persahabatan, hingga keluarga.
Sebagai drama dengan tema keluarga, Twinkling Watermelon menampilkan banyak pesan moral yang sangat relate dengan para orangtua. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kisah di drama ini. Berikut penjelasannya!
1. Saat menjadi orangtua, sangat penting untuk berdamai dengan luka masa lalu

Sangat sulit untuk menjadi orangtua bagi mereka yang memiliki trauma pengasuhan saat menjadi seorang anak. Proses mengasuh anak dapat membangkitkan kenangan masa kecil yang menyakitkan. Mereka seperti ditantang oleh masa kini dan masa lalu secara bersamaan.
Sebelum Ha Eun Gyeol (Ryeo Un) dan On Eun Yu (Seol In Ah) pergi ke tahun 1995, kedua orangtua mereka memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi luka masa kecil. Oleh sebab itu, keduanya memiliki cara pandang yang berbeda pula terhadap orangtua masing-masing.
Ha Yi Chan (Choi Won Young) sedari kecil tinggal bersama neneknya, sedangkan ayahnya adalah seorang pecandu judi yang tidak peduli dengannya. Begitu pula dengan Yoon Chung Ah (Seo Young Hee) yang kekurangan kasih sayang ayahnya akibat hasil manipulasi seorang tutor yang tinggal di rumahnya.
Namun, ketika Ha Yi Chan dan Yoon Chung Ah menjadi orangtua, keduanya sudah berdamai dengan luka masa kecil mereka. Itulah kenapa, kedua anaknya, Ha Eun Gyeol dan Ha Eun Ho (Bong Jae Hyun) tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang.
Berbeda dengan Choi Se Gyeong (Lee So Yeon) yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya. Ketika menjadi seorang anak, ia dituntut oleh orangtua angkatnya untuk menjadi sempurna, sehingga ia takut dengan kegagalan. Pola asuh ini kemudian diterapkannya kembali pada sang anak, On Eun Yu. Alhasil, On Eun Yu merasa tertekan karena tidak bisa melakukan hal sesuai dengan keinginannya sendiri.
2. Pentingnya mendengarkan anak

Jika orangtua terbiasa tidak mendengarkan anak, maka akan ada dampak negatif bagi keduanya, baik untuk anak ataupun orangtua. Hal ini terjadi pada karakter drama Twinkling Watermelon, Choi Se Gyeong dan On Eun Yu.
Sebagai seorang ibu, Choi Se Gyeong tidak pernah menanyakan apakah On Eun Yu merasa bahagia atau tidak saat menjadi pemain selo. Ia berperilaku otoriter, mengatur segala hal untuk On Eun Yu, bahkan dalam hal berpakaian.
Choi Se Gyeong juga memutuskan secara sepihak hak asuh anak, padahal saat itu On Eun Yu lebih nyaman bersama ayahnya. Apa yang dilakukan Choi Se Gyeong membuat On Eun Yu merasa diabaikan dan depresi.
3. Anak harus diperlakukan sesuai dengan karakter dan keunikannya masing-masing

Ketika orangtua memiliki anak penyandang difabel, maka berbagai aspek pengasuhan harus semakin diperbesar karena akan membutuhkan lebih banyak waktu dan kesabaran. Perlakuan pada anak penyandang difabel tentunya harus disesuaikan dengan latar belakangnya. Ini akan membantunya untuk tetap bisa mengekspresikan keinginan dan perasaannya.
Di drama Twinkling Watermelon, Yoon Chung Ah (Shin Eun Soo) adalah seorang tunarungu. Alih-alih memberikan akses untuk belajar bahasa isyarat, ayahnya justru mempekerjakan seorang tutor pembaca gerakan bibir, Im Ji Mi (Kim Joo Ryung). Karena sifat manipulatif Im Ji Mi, ayah Yoon Chung Ah setuju untuk melarang penggunaan bahasa isyarat di rumah.
Ha Eun Gyeol yang datang dari masa depan muncul ke kehidupan Yoon Chung Ah. Berkatnya, Yoon Chung Ah mulai belajar bahasa isyarat. Semenjak itu, kehidupannya mulai berwarna. Meskipun tuli, Yoon Chung Ah tahu bagaimana mengekspresikan perasaannya berkat bahasa isyarat yang diajarkan Ha Eun Gyeol.
Menjadi orangtua memiliki tantangannya masing-masing. Perlu diingat, bahwa tidak ada orangtua yang sempurna. Namun, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menjadi orangtua yang luar biasa.



















