Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Patah Hati Kang Pi O di Paruh Kedua Drakor Four Hands, Two Sonatas
Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)
  • Kang Pi O mencari Choi Jeong Yo selama bertahun-tahun setelah sahabatnya menghilang di kompetisi Praha Harmonie, lalu menerima kabar bahwa Jeong Yo meninggal akibat tertembak.
  • Duka dan rasa bersalah membuat Kang Pi O mengalami halusinasi, terpuruk saat konser, serta kesulitan memainkan piano hingga kemampuannya diberitakan menurun.
  • Pi O kemudian menemukan Jeong Yo hidup sebagai Luca Dominico, tetapi amnesia dan cedera membuatnya tak bisa bermain piano; ia juga mengetahui ibunya mendalangi kecelakaan itu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di paruh pertama drakor Four Hands, Two Sonatas (2026) menceritakan kehidupan Kang Pi O (Song Kang) di usia 18 tahun. Saat itu, dia masih baru masuk SMA dan mulai menyadari kekurangannya sebagai pianis muda. Pertemuannya dengan Choi Jeong Yo (Lee Jun Young) turut membuat kehidupannya semakin berwarna.

Sosok Choi Jeong Yo sendiri ternyata sangat berdampak pada setiap keputusan hidup Kang Pi O. Seiring berjalannya waktu, kehilangan Choi Jeong Yo mulai disadari Kang Pi O sebagai patah hati terbesar di masa remajanya. Lalu, apa saja yang membuat Kang Pi O patah hati di paruh kedua drakor Four Hands, Two Sonatas?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

1. Kabar meninggalnya Choi Jeong Yo

Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Choi Jeong Yo dikabarkan menghilang begitu saja ketika mengikuti kompetisi Praha Harmonie bersama Kang Pi O. Saat itu, semua orang yakin jika Choi Jeong Yo berhasil memenangkan kompetisi tersebut karena bakat yang dimilikinya ini. Sayangnya, Choi Jeong Yo gak sampai ke tempat kompetisi dan hilang kontak selama 9 tahun.

Setelah menghasilkan uang, Kang Pi O mulai menyewa seorang detektif swasta untuk membantunya mencari Choi Jeong Yo. Usahanya ini jelas perlahan membuahkan hasil dan membutuhkan waktu hingga 5 tahun. Sayangnya, Kang Pi O mendapati jika temannya tersebut meninggal dunia karena melawan berujung tertembak.

2. Terpuruk hingga gak bisa memainkan piano

Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Kabar meninggalnya Choi Jeong Yo ini membuat Kang Pi O patah hati parah. Sebelumnya, dia telah merasa bersalah dan mendiskreditkan pencapaiannya sebagai juara di kompetisi Praha Harmonie. Kondisi ini diperparah dengan rumor yang beredar mengenai keterlibatan Kang Pi O pada hilangnya Choi Jeong Yo ini.

Kabar meninggalnya Choi Jeong Yo membuat Kang Pi O kesulitan untuk menghadapi duka. Dia terus menyalahkan diri hingga terus menghadapi halusinasi parah. Kondisi ini semakin parah setelah Kang Pi O mengalami keterpurukan dan halusinasi di tengah penampilan konsernya. Semua media memberitakan kemampuan Kang Pi O yang terus menurun dan dianggap gak akan kembali lagi.

3. Choi Jeong Yo amnesia dan gak bisa bermain piano karena cedera

Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Psikiater Kang Pi O menyarankannya untuk menghabiskan waktu liburan sendiri. Saat itu, dia gak sengaja bertemu dengan Choi Jeong Yo yang memiliki nama panggung Luca Dominico. Sayangnya, Choi Jeong Yo gak bermain piano dan mengikuti kompetisi konduktor.

Setelah ditelusuri, Choi Jeong Yo gak mengingatnya sebagai sahabat lama. Dia bahkan mengaku kehilangan ingatannya dan gak bisa bermain piano. Kondisi ini disebabkan cedera punggung sebelah kanan karena tembakan yang terjadi 9 tahun lalu dan membuatnya kesulitan bermain piano dengan 2 tangan.

Kondisi ini membuat Kang Pi O sangat patah hati. Dia sadar jika Choi Jeong Yo bermain piano untuk mengekspresikan duka dan perasaannya setelah sang ibu meninggal dunia.

4. Mengetahui ibunya sebagai otak di balik kecelakaan Choi Jeong Yo

Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Setelah pertemuannya dengan Choi Jeong Yo, Kang Pi O gak menyerah begitu saja. Dia meminta detektif sewaannya untuk mencari tahu dalang di balik kejadian tersebut. Detektif itu meminta waktu beberapa saat untuk menyelidiki hal ini.

Sayangnya, kabar buruk harus dihadapi Kang Pi O lagi. Saat itu, dia mulai bisa menunjukkan diri ketika bermain piano dan harus menghadapi fakta bahwa ibunya, Kang Ji Hye (Yoon Se Ah), merupakan otak kecelakaan Choi Jeong Yo. Kang Pi O jelas merasa sangat bersalah pada sahabatnya karena merasa dirinya adalah penyebab semua hal buruk di hidup Choi Jeong Yo.

Sekalipun sikapnya menyebalkan, Kang Pi O selalu menganggap sosok Choi Jeong Yo berharga bagi hidupnya. Kejadian ini turut membuat penonton khawatir dengan kesehatan mental Kang Pi O ke depannya. Bagaimana menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article