5 Bukti Sun Han Gyul adalah ‘Anak’ Sun Jae Gyu dalam Spring Fever

Hubungan Sun Jae Gyu (Ahn Bo Hyun) dan Sun Han Gyul (Jo Joon Young) menjadi salah satu aspek paling menyentuh dalam drama Korea Spring Fever. Meski secara status mereka adalah paman dan keponakan, dinamika yang ditampilkan justru jauh lebih dalam dari sekadar hubungan keluarga biasa.
Sejak awal cerita, drama ini menunjukkan bahwa Sun Han Gyul tidak hanya tumbuh bersama Sun Jae Gyu, tetapi dibesarkan dengan kasih sayang dan tanggung jawab layaknya hubungan ayah dan anak. Berikut lima bukti kuat bahwa bagi Sun Jae Gyu, Sun Han Gyul adalah anaknya sendiri.
1. Sun Jae Gyu yang merawat Sun Han Gyul sejak bayi

Sun Han Gyul kehilangan kedua orang tuanya sejak masih bayi. Dalam kondisi tersebut, Sun Jae Gyu mengambil peran penuh sebagai pengasuh, pelindung, sekaligus figur orang tua. Ia tidak hanya hadir sebagai keluarga yang membantu, tetapi benar-benar membesarkan Sun Han Gyul dari nol.
Mulai dari kebutuhan dasar hingga pendidikan, semua ditangani langsung oleh Sun Jae Gyu. Fakta bahwa Sun Han Gyul tumbuh sehat, mandiri, dan berprestasi menjadi bukti nyata bahwa peran ayah telah lama melekat pada diri Sun Jae Gyu.
2. Selalu melindungi Sun Han Gyul layaknya orang tua

Sikap protektif Sun Jae Gyu terhadap Sun Han Gyul sangat mencolok. Ia tidak segan menghadapi siapa pun, termasuk pihak sekolah, ketika merasa keponakannya diperlakukan tidak adil. Cara melindunginya sering kali berlebihan di mata orang lain, tetapi sangat masuk akal bagi seorang ayah.
Setiap kemarahan dan konfrontasi Sun Jae Gyu hampir selalu berakar dari satu alasan yaitu keselamatan dan harga diri Sun Han Gyul. Perlindungan ini bukan sekadar kewajiban keluarga, melainkan bentuk cinta orang tua yang tulus.
3. Sun Jae Gyu tahu semua kesukaan Sun Han Gyul

Sun Jae Gyu mengenal Sun Han Gyul secara detail, mulai dari makanan favorit, kebiasaan sehari-hari, hingga hal-hal kecil yang membuatnya nyaman atau tertekan. Pengetahuan ini hanya mungkin dimiliki oleh seseorang yang terlibat langsung dalam proses tumbuh kembang seorang anak.
Kedekatan emosional mereka terlihat dari interaksi sederhana, di mana Sun Jae Gyu selalu tahu kapan Sun Han Gyul butuh dukungan tanpa harus diminta. Relasi ini jauh melampaui hubungan paman dan keponakan yang biasanya berjarak.
4. Rasa sayang yang melampaui batas hubungan paman-keponakan

Cinta Sun Jae Gyu pada Sun Han Gyul ditunjukkan melalui pengorbanan tanpa syarat. Ia mengorbankan reputasi, kenyamanan hidup, bahkan hubungannya dengan warga sekitar demi memastikan Han Gyul tidak merasa kekurangan figur orang tua.
Sun Jae Gyu mungkin tidak pandai mengekspresikan perasaan dengan kata-kata lembut, tetapi tindakannya selalu konsisten. Kasih sayang yang ia berikan bersifat penuh dan menyeluruh, layaknya cinta seorang ayah kepada anaknya.
5. Selalu bangga atas setiap pencapaian Sun Han Gyul

Setiap prestasi yang diraih Sun Han Gyul menjadi sumber kebanggaan besar bagi Sun Jae Gyu. Ia mungkin tidak selalu mengucapkan pujian secara langsung, tetapi ekspresi dan tindakannya menunjukkan betapa berharganya pencapaian tersebut.
Puncaknya terlihat ketika Sun Jae Gyu memperjuangkan penghargaan “Bakti pada Orang Tua” untuk Sun Han Gyul. Baginya, pengakuan itu bukan sekadar formalitas sekolah, melainkan validasi atas perjalanan panjang mereka sebagai keluarga.
Melalui hubungan Sun Jae Gyu dan Sun Han Gyul, Spring Fever memperlihatkan bahwa keluarga tidak selalu ditentukan oleh status darah semata. Peran, pengorbanan, dan cinta yang konsisten justru menjadi fondasi utama sebuah hubungan orang tua dan anak. Di balik sosok Sun Jae Gyu yang ditakuti banyak orang, tersimpan figur ayah yang paling setia dan bertanggung jawab bagi Sun Han Gyul.



















