5 Pesan Berharga dari Idol I, Makna Menjadi Penggemar yang Bijak

Sumber rujukan:
1.) https://www.instagram.com/channel.ena.d/
2.) https://www.youtube.com/ENA_Drama
Drama Korea Idol I menyuguhkan kisah kehidupan seorang penyanyi idola yang tersandung sebuah kasus pembunuhan misterius. Seorang pengacara andal yang juga penggemarnya, mendadak harus berhadapan dengan sang idola yang menjadi kliennya. Di balik semua premis tersebut drama ini mengangkat banyak isu penting terkait hubungan idola dan penggemar. Sudah menayangkan seluruh episodenya, ini dia sejumlah pesan moral penting yang bisa kamu dipetik dari drakor Idol I!
1. Jangan meremehkan hobi yang orang lain miliki

Banyak orang yang mungkin bertanya-tanya, mengapa ada orang yang rela menghabiskan banyak uang demi satu hobi yang terlihat sepele. Tapi, melalui karakter Maeng Se Na (Choi Soo Young) kamu bisa belajar, bahwa bisa jadi hobi tersebut adalah cara orang lain berhasil bertahan melewati kerasnya kehidupan. Seperti Se Na yang berhasil bangkit berkat nyanyian dari Do La Ik (Kim Jae Young).
Se Na remaja yang hampir bunuh diri mengurungkan niatnya, setelah mendengar lirik lagu La Ik. Setiap lagu dan penampilan Do La Ik di atas panggung memberi lebih banyak warna di hidupnya. Melalui harapan yang ditumbuhkan La Ik, Se Na tumbuh dewasa menjadi pengacara yang sangat diandalkan di firma hukumnya.
2. Idol juga manusia biasa yang membutuhkan privasi di kehidupannya

Ada sebagian penggemar yang dibutakan oleh rasa cintanya terhadap idola mereka hingga menerobos kehidupan pribadi. Padahal, idola juga manusia biasa yang memiliki kebutuhan akan keterikatan dengan orang-orang penting dan tersayang di dalam hidupnya. Idola juga berhak menikmati waktu sendiri, termasuk hidup off dari kamera tanpa diganggu. Tapi, penggemar yang ekstrem menembus batas pribadi itu.
Saat mereka sudah menjadi sangat ‘gila’ ingin lebih dekat dengan kehidupan idola, penggemar berubah menjadi fanatik atau sasaeng fans (sebutan untuk penggemar yang secara ekstrem memaksa terus mendatangi idola tanpa izin). Alhasil, Do La Ik mengembangkan anxiety disorder yang membuatnya sempat harus berketergantungan terhadap obat penenang.
3. Idol juga memiliki kebutuhan untuk mencintai dan dicintai

Pesan moral yang tak kalah penting dari drama Korea ini juga berkaitan dengan kebebasan seorang idola memiliki kekasih. Seperti manusia pada umumnya, idola juga bisa merasakan jatuh cinta terhadap orang yang membuat hatinya berdebar. Namun, penggemarnya membuat Do La Ik harus menyembunyikan hubungannya dengan Hong Hye Joo (Choi Hee Jin) dan terpaksa putus dengan cinta wanita itu.
Potret saat penggemar mengajukan aksi protes terhadap hubungan Do La Ik dan Hong Hye Joo serupa di dunia nyata pun sempat terjadi. Nahas, pertentangan terhadap hubungan mereka membuat Hong Hye Joo menjadi stres. Rasa sakit hatinya terhadap La Ik justru berubah menjadi obsesi, karena tak bisa lagi memiliki Do La Ik. Pada akhirnya, Do La Ik pula yang harus mengalami kerugiannya.
4. Makna cinta sejati saat kamu selalu mendukung orang tersayang di mana pun

Terasa klise, namun cinta memang tak selalu dapat memiliki. Do La Ik mungkin pada akhirnya merasa hubungannya dengan Hye Joo sendiri terasa tidak lagi sehat. Jadi, perlahan cintanya pun ia relakan. Sayangnya, Hye Joo tidak bisa menerima jika terlalu banyak penghalang yang membuat hubungan mereka tidak bisa lagi dipertahankan.
Do La Ik pernah sangat sulit melupakan Hye Joo setelah memberi banyak cinta pada perempuan itu. Di sisi lain, Hye Joo benci saat melihat La Ik masih bisa tersenyum di atas panggung saat ia justru masuk ke rumah sakit jiwa. Pada akhirnya, La Ik belajar dari cinta yang Se Na berikan untuknya. Cinta sejati itu adalah saat kamu selalu mendukung untuk kebahagiaan orang itu di mana pun mereka berada.
5. Jika ingin melangkah lebih jauh, belajarlah memaafkan rasa sakit yang lalu

Maeng Se Na pernah hidup dengan sebutan anak seorang pembunuh. Jauh di dalam hatinya, ia sangat membenci semua orang yang pernah mem-bully ia di masa sekolah. Termasuk, Jaksa Kwak Byung Gyun (Jeong Jae Kwang). Namun, ia bangkit bukan membalas dendam dengan berlaku jahat pada orang-orang itu. Se Na justru membuktikan pada orang yang mengucilkannya, mereka salah.
Pada akhirnya, ia tidak mengungkit kesalahan yang penah Byung Gyun lakukan padanya. Tetapi, justru memaafkan kesalahannya dan menuntun Byung Gyun untuk memilih jalan yang benar. Begitu juga dengan Do La Ik yang memilih tak ingin menghabiskan waktu membenci Hong Hye Joo yang telah membunuh sahabat baiknya dan berusaha terus maju ke depan bersama Golden Boys.
Semua orang hidup dengan masa lalu kelam yang terkadang tak bisa kamu ketahui sepenuhnya. Tidak terkecuali para idola yang memilih panggung sebagai tempatnya berkarier. Melalui drama Idol I kamu bisa belajar untuk membangun hubungan antar idola dan penggemar yang lebih sehat. Terkadang, tanpa sadar penggemar menuntut banyak hal dari idola mereka. Padahal, idola juga manusia biasa yang sangat bisa berbuat salah.


















