5 Premis Han Young dari Perspektif Yi Seok di The Judge Returns

Bagi Baek Yi Seok (Kim Tae Woo), Lee Han Young (Ji Sung) bukan sekadar hakim muda dari daerah yang kebetulan memiliki keberanian dan kecerdasan di atas rata-rata dalam cerita drakor The Judge Returns. Sejak awal pertemuan mereka, Baek Yi Seok menyadari bahwa Lee Han Young adalah figur yang bisa menjadi pembeda antara stagnasi kariernya dan lompatan besar menuju pusat kekuasaan hukum di Seoul.
Namun seiring waktu, persepsi itu berkembang menjadi jauh lebih kompleks. Di mata Baek Yi Seok, Lee Han Young adalah peluang, risiko, sekaligus teka-teki yang tak pernah sepenuhnya bisa ia pecahkan. Inilah lima premis utama tentang Lee Han Young dari perspektif Baek Yi Seok dalam drama The Judge Returns.
1. ‘Kendaraan’ menuju Seoul dan kursi hakim ketua pengadilan tinggi

Pada fase awal, Baek Yi Seok memandang Lee Han Young sebagai kendaraan strategis. Daftar penghindar wajib militer dan keberanian Han Young mengekspos skandal besar menjadi tiket yang membawa Baek Yi Seok keluar dari stagnasi daerah menuju Seoul. Tanpa Han Young, ambisi itu nyaris mustahil terwujud.
Bagi Baek Yi Seok, Lee Han Young adalah mesin penggerak yang mampu menarik perhatian pusat kekuasaan tanpa membuatnya sendiri terlihat terlalu agresif. Ia membiarkan Han Young berada di garis depan, sementara dirinya mengatur arah dari belakang layar dengan penuh perhitungan.
2. Pengikut setia yang menyimpan terlalu banyak rahasia

Di permukaan, Lee Han Young tampak sebagai pengikut yang loyal. Ia menjalankan arahan Baek Yi Seok tanpa banyak protes dan menunjukkan kesetiaan yang membuat sang atasan merasa aman. Namun justru di situlah kecurigaan perlahan tumbuh.
Baek Yi Seok menyadari bahwa Lee Han Young sering kali bergerak satu langkah lebih cepat, seolah sudah mengetahui konsekuensi dari setiap keputusan sebelum diskusi dilakukan. Kesetiaan itu terasa nyata, tetapi dibalut rahasia besar yang bahkan Baek Yi Seok sendiri tak mampu menembusnya.
3. Pedang bermata dua bagi ambisi Baek Yi Seok

Lee Han Young adalah senjata paling ampuh yang pernah dimiliki Baek Yi Seok. Dengan kecerdasan, keberanian, dan kemampuannya menggerakkan opini publik, Han Young menjadi alat ideal untuk mewujudkan mimpi besar Baek Yi Seok: menciptakan negara hukum yang setara dan berani melawan elite korup.
Namun di saat yang sama, Baek Yi Seok paham bahwa pedang bermata dua selalu menyimpan risiko. Jika salah arah atau kehilangan kendali, Han Young bisa berbalik menjadi ancaman yang menghancurkan reputasi, karier, bahkan keselamatan Baek Yi Seok sendiri.
4. Sosok yang sulit dikendalikan dan penuh misi terselubung

Seiring meningkatnya intensitas konflik dengan Kang Shin Jin (Park Hee Soon) dan Grup S, Baek Yi Seok semakin menyadari satu hal penting, Lee Han Young tidak sepenuhnya bisa dikontrol. Ia patuh, tetapi bukan tanpa agenda pribadi.
Ada misi tersembunyi di balik setiap langkah Han Young, sesuatu yang terasa jauh lebih personal daripada sekadar reformasi hukum. Ketidakmampuan mengendalikan Han Young sepenuhnya membuat Baek Yi Seok harus terus menyeimbangkan antara kepercayaan dan kewaspadaan.
5. Hakim biasa dengan kemampuan luar biasa menggerakkan kekuasaan

Di mata publik, Lee Han Young hanyalah hakim biasa dari daerah. Namun Baek Yi Seok melihat potensi yang jauh lebih besar. Han Young mampu menggerakkan kekuasaan tanpa jabatan tinggi, memanfaatkan celah sistem, relasi manusia, dan momentum dengan presisi yang jarang dimiliki aparat hukum lain.
Kemampuan inilah yang membuat Baek Yi Seok terus mempertahankannya di sisinya, meski menyadari risiko besar yang menyertainya. Han Young adalah jenis pemain yang bisa mengubah arah permainan tanpa harus duduk di kursi tertinggi.
Pada akhirnya, Lee Han Young bagi Baek Yi Seok adalah kombinasi antara harapan dan ancaman yang tak terpisahkan. Ia adalah alat untuk mencapai Seoul, tetapi juga pengingat bahwa kekuasaan sejati tidak selalu berada di tangan orang yang tampak paling berkuasa. Melalui relasi rumit ini, The Judge Returns menampilkan dinamika mentor dan pion yang perlahan kabur batasnya, hingga tak lagi jelas siapa yang sebenarnya mengendalikan siapa.


















