Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Still cut Bloody Flower
Still cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)

Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) menjadi karakter paling kontroversial di drama Bloody Flower karena tindakannya sebagai pembunuh berantai sekaligus sosok dengan kemampuan medis yang tidak biasa. Ia tidak melakukan pembunuhan secara acak, melainkan dengan alasan yang ia anggap logis dan perlu. Hal ini membuat penonton terus mempertanyakan apakah tindakannya murni kejahatan atau bagian dari tujuan yang lebih besar.

Sepanjang cerita, motif Lee Woo Gyeom perlahan terungkap melalui kasus dan konflik yang ia hadapi. Setiap aksinya berkaitan dengan keyakinannya tentang penyembuhan, keadilan, dan nilai hidup manusia. Dari sinilah muncul berbagai alasan kuat yang menjelaskan mengapa ia memilih jalan ekstrem tersebut. Berikut alasan di balik tindakannya!

1. Lee Woo Gyeom percaya metode medis biasa tidak cukup menyelamatkan pasien tertentu, sehingga ia memilih cara ekstrem yang menurutnya lebih efektif

Still cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)

2. Ia menganggap beberapa korban terkait kasus penyakit atau eksperimen, jadi pembunuhan dilihatnya sebagai bagian dari proses penyembuhan versi dirinya

Still cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)

3. Motifnya dipicu keyakinan bahwa satu nyawa bisa dikorbankan demi menyelamatkan banyak orang yang peluang hidupnya lebih besar

Still cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)

4. Trauma masa lalu membentuk cara pandangnya tentang hidup dan mati, membuat batas moralnya berbeda dari standar hukum umum

Still cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)

5. Ia merasa sistem hukum dan medis gagal bertindak cepat, sehingga mengambil keputusan sendiri tanpa menunggu prosedur resmi

Still cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)

6. Lee Woo Gyeom melihat tindakannya sebagai misi, bukan kejahatan, karena fokusnya pada hasil akhir, bukan proses berdarah yang terjadi

Still cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)

7. Konflik batin dan tekanan situasi membuatnya menormalisasi pembunuhan sebagai alat untuk mencapai tujuan yang ia anggap benar

Still cut Bloody Flower (dok.Disney+/Bloody Flower)

Dari berbagai alasan tersebut, terlihat bahwa pembunuhan yang dilakukan Lee Woo Gyeom bukan digambarkan sebagai tindakan tanpa tujuan, melainkan berangkat dari keyakinan dan pengalaman pribadinya. Namun, apa pun motifnya, cara yang ia pilih tetap memicu perdebatan moral dan hukum di sepanjang cerita Bloody Flower. Inilah yang membuat karakternya terasa kompleks sekaligus menjadi pusat konflik utama drama ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team