Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Tekanan Cha Yi Yeon dalam Kasus Lee Woo Gyeom di Bloody Flower

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (instagram.com/viumalaysia)

Menjelang persidangan Lee Woo Gyeom (Ryeo Un), posisi Cha Yi Yeon (Keum Sae Rok) berada di titik paling rapuh sekaligus menentukan dalam Bloody Flower. Sebagai jaksa penuntut, ia tidak hanya berhadapan dengan seorang pembunuh berantai, tetapi juga dengan sistem, opini publik, dan hipotesisnya sendiri yang mulai retak.

Setiap hari sebelum sidang menjadi akumulasi tekanan yang saling bertumpuk dan tak memberi ruang bernapas. Ada delapan tekanan utama yang menghantui Cha Yi Yeon dalam kasus Lee Woo Gyeom yang resmi dibawa ke meja hijau, sekaligus menjelaskan mengapa ambisinya terasa semakin keras dan berbahaya.

1. Tekanan dari atasan untuk segera menaikkan kasus

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Atasan Cha Yi Yeon menuntut agar kasus Lee Woo Gyeom segera dinaikkan ke persidangan. Kasus ini sudah terlalu besar untuk dibiarkan berlarut-larut dalam tahap penyelidikan. Setiap penundaan dianggap sebagai kelemahan institusi.

Tekanan struktural ini membuat Cha Yi Yeon harus bergerak cepat, meski fondasi kasus belum sepenuhnya solid. Ia dipaksa memilih antara kehati-hatian hukum dan tuntutan birokrasi. Keputusan apa pun berisiko menghancurkan reputasinya.

2. Hasil tes psikologis Lee Woo Gyeom yang normal

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Salah satu tekanan terbesar datang dari hasil tes psikologis Lee Woo Gyeom yang menunjukkan kondisi normal. Tidak ada gangguan kejiwaan yang bisa dijadikan dasar kuat untuk memperberat tuntutan. Fakta ini menggoyahkan narasi jaksa sejak awal.

Bagi Cha Yi Yeon, hasil tersebut terasa seperti sabotase sunyi. Tanpa gangguan mental, Woo Gyeom terlihat rasional dan sadar penuh atas tindakannya. Justru di sinilah tekanan meningkat, karena pembuktian niat jahat menjadi lebih kompleks.

3. Tes poligraf Lee Woo Gyeom yang juga normal

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (instagram.com/viumalaysia)

Situasi semakin rumit ketika tes poligraf Lee Woo Gyeom menunjukkan hasil yang stabil. Ia tidak terdeteksi berbohong saat menjelaskan motif dan keyakinannya. Fakta ini menciptakan celah besar dalam konstruksi dakwaan.

Bagi Cha Yi Yeon, poligraf bukan penentu mutlak, tetapi dampaknya pada opini publik sangat besar. Setiap hasil normal melemahkan posisi penuntut. Ia harus bekerja lebih keras untuk melawan persepsi bahwa Woo Gyeom menyembunyikan kebenaran dengan tenang.

4. Tekanan menemukan lokasi 10 korban yang belum ditemukan

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Dari total korban, sepuluh di antaranya belum ditemukan jasadnya. Ketidakhadiran bukti fisik ini menjadi lubang besar dalam berkas perkara. Cha Yi Yeon dituntut menemukan lokasi korban secepat mungkin.

Setiap hari tanpa temuan baru menambah beban psikologisnya. Tanpa jasad, tuntutan hukuman mati akan selalu dipertanyakan. Tekanan ini membuat penyelidikan terasa seperti perlombaan melawan waktu.

5. Tekanan membuktikan mens rea Lee Woo Gyeom

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Cha Yi Yeon harus membuktikan mens rea, niat jahat yang sadar, dari Lee Woo Gyeom. Ini menjadi inti dari tuntutan hukuman mati. Tanpa niat jahat, seluruh dakwaan bisa runtuh.

Masalahnya, Woo Gyeom membungkus tindakannya dengan logika penyelamatan. Ia mengklaim bertindak demi tujuan medis. Cha Yi Yeon harus membongkar logika itu tanpa terlihat kejam atau tidak manusiawi.

6. Tekanan publik yang menuntut persidangan segera

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Publik tidak peduli pada detail teknis hukum. Mereka hanya ingin keadilan ditegakkan secepat mungkin. Tekanan massa ini terus membayangi Cha Yi Yeon melalui media dan opini sosial.

Setiap hari tanpa sidang dianggap sebagai ketidakmampuan jaksa. Cha Yi Yeon berada di bawah sorotan konstan. Kesalahan kecil bisa berubah menjadi badai kritik yang mematikan karier.

7. Tekanan untuk membuktikan kesalahan Lee Woo Gyeom

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (instagram.com/viumalaysia)

Meski statusnya tersangka, kesalahan Lee Woo Gyeom tetap harus dibuktikan secara hukum. Tidak ada ruang untuk asumsi atau emosi. Cha Yi Yeon dituntut menyusun dakwaan yang tak bisa dipatahkan.

Tekanan ini membuatnya terus mengulang dan mengoreksi strategi. Ia tahu satu celah saja cukup bagi pembela untuk membalikkan keadaan. Beban ini mengikis ketenangannya sedikit demi sedikit.

8. Perbedaan antara fakta dan hipotesis pribadi

still cut drama Korea Bloody Flower
still cut drama Korea Bloody Flower (youtube.com/@DisneyPlusKR)

Tekanan terakhir datang dari dalam dirinya sendiri. Hipotesis yang ia bangun tentang Woo Gyeom perlahan bertabrakan dengan fakta-fakta di lapangan. Tidak semua data mendukung narasi awalnya.

Konflik batin ini menjadi ujian terberat. Cha Yi Yeon harus memilih antara memaksakan keyakinannya atau menyesuaikan diri dengan kenyataan. Di titik inilah ambisi dan profesionalisme saling beradu keras.

Delapan tekanan ini membentuk Cha Yi Yeon sebagai jaksa yang berdiri di ambang keteguhan dan kehancuran dalam Bloody Flower, menjadikan persidangan Lee Woo Gyeom bukan sekadar proses hukum, melainkan medan tempur psikologis yang menguji batas rasionalitas dan ambisi. Melalui tekanan yang berlapis dan semakin menyesakkan ini, Bloody Flower menegaskan bahwa sebelum palu hakim diketuk, pertarungan sesungguhnya sudah lebih dulu terjadi di kepala dan hati para penegak hukumnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Latest in Korea

See More

7 Lagu KPop tentang Merelakan Mantan demi Kebahagiaannya, Bikin Ambyar

06 Feb 2026, 21:59 WIBKorea