Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Alasan Park Je Yeol Bukan Lawan yang Mudah di Honour
Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

Park Je Yeol (Seo Hyun Woo) bukan tipikal antagonis yang mudah dibenci lalu dijatuhkan. Di balik wajahnya sebagai jaksa mapan dan ayah yang terlihat ideal, tersembunyi sosok Park Ju Hwan, teman masa kuliah Kang Shin Jae (Jung Eun Chae), Yoon Ra Young (Lee Na Young), dan Hwang Hyun Jin (Lee Chung Ah) yang seharusnya “mati” di masa lalu.

Namun Honour Episode 5 membuktikan bahwa ia bukan hanya hidup, tapi kembali dengan kekuatan yang jauh lebih berbahaya. Inilah alasan kenapa Park Je Yeol bukan lawan yang mudah.

1. Sebagai Ju Hwan, ia tenggelam di danau dan menghilang. Sebagai Park Je Yeol, ia muncul dengan nama, status, dan kehidupan baru

Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

2. Perubahan identitas ini membuat masa lalunya menjadi abu-abu secara hukum. Bukti nyaris tak tersisa, sementara ia berdiri sebagai sosok “baru”

Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

3. Meski ia jaksa, Je Yeol tau cara menyerang kredibilitas saksi, terutama perempuan. Ia menyalahgunakan pengetahuannya soal hukum

Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

4. Je Yeol sengaja membuka kembali kasus lama, yang artinya memaksa Shin Jae, Ra Young, dan Hyun Jin menghadapi trauma yang belum sembuh

Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

5. Je Yeol juga jadi salah satu anggota sindikat CONNECT-IN, aplikasi prostitusi anak di bawah umur. Ia mengaku sendiri kalau jaringan ini berbahya

Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

6. Je Yeol memang baru "permukaan" tapi ini bukti kalau relasinya dengan tokoh elite lebih berpengaruh. Posisinya relatif lebih aman

Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

7. Yang paling mengerikan dari Park Je Yeol adalah kontradiksinya. Ia bisa menjadi pelaku kekerasan tapi juga bisa jadi ayah yang terlihat penuh kasih

Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

Park Je Yeol bukan lawan yang mudah karena ia tidak berdiri sendirian. Ia adalah simpul dari masa lalu yang terkubur, hukum yang manipulatif, trauma yang belum sembuh, dan jaringan elite yang saling melindungi di Honour.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team