Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Gambaran Kehidupan Dokter di Wilayah Terpencil ala Doctor On The Edge

7 Gambaran Kehidupan Dokter di Wilayah Terpencil ala Doctor On The Edge
Cuplikan drama Korea Doctor On The Edge (dok. ENA/Doctor On The Edge)
Intinya Sih
  • Doctor On The Edge menyoroti perjalanan Do Ji Ui, dokter muda yang harus meninggalkan kenyamanan kota dan bertugas di Pulau Pyeongdong dengan segala keterbatasannya.
  • Drama ini menggambarkan tantangan nyata tenaga medis di daerah terpencil, mulai dari fasilitas minim, pasien keras kepala, hingga adaptasi dengan budaya lokal.
  • Melalui kisah Ji Ui, penonton diajak melihat bahwa profesi dokter bukan hanya soal keahlian medis, tapi juga tanggung jawab sosial terhadap komunitas yang membutuhkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Doctor On The Edge menghadirkan kisah Do Ji Ui (Lee Jae Wook), seorang dokter berbakat yang harus meninggalkan kenyamanan rumah sakit besar dan bertugas di Pulau Pyeongdong.

Melalui pengalaman Do Ji Ui, drama ini memperlihatkan berbagai tantangan yang kerap dihadapi tenaga medis di daerah terpencil. Mulai dari keterbatasan fasilitas hingga proses beradaptasi dengan masyarakat setempat, berikut tujuh gambaran kehidupan dokter di wilayah terpencil ala Doctor On The Edge.

1. Padahal Ji Ui sebenarnya dokter yang cerdas, tapi ia harus menerima penugasan yang gak sesuai harapan. Dari awal, dia memang gak bisa memilih

Dua tenaga medis mengenakan jas putih dan seragam perawat sedang berdiri di luar gedung dalam cuplikan drama Korea Doctor On The Edge.
Cuplikan drama Korea Doctor On The Edge (dok. ENA/Doctor On The Edge)

2. Sesampainya di Pulau Pyeongdong Do, banyak banget hal-hal yang gak Ji Ui mengerti. Parahnya, gak semua orang pulau welcome!

Seorang pria berpakaian hitam memanjat pohon besar sambil berpegangan erat pada dahan di bawah sinar matahari.
Cuplikan drama Korea Doctor On The Edge (dok. ENA/Doctor On The Edge)

3. Di tengah tantangan itu, Ji Ui tetap harus menyesuaikan diri dengan ritme kehidupan masyarakat pulau, termasuk dengan makanan-makanan asing buatnya

Seorang pria berambut pendek mengenakan kemeja abu-abu gelap tampak serius di sebuah ruangan dengan latar lemari kayu.
Cuplikan drama Korea Doctor On The Edge (dok. ENA/Doctor On The Edge)

4. Untuk menyelamatkan pasien darurat, tindakan yang besar tak bisa dilakukan di pulau. Ji Ui harus bekerja sama dengan pihak pengemudi helikopter

Seorang pria berwajah serius mengenakan kemeja biru dalam cuplikan drama Korea Doctor On The Edge.
Cuplikan drama Korea Doctor On The Edge (dok. ENA/Doctor On The Edge)

5. Itu artinya, dia harus selalu memperhitungkan setiap langkahnya. Bukan cuma soal skill medis, ia juga harus menghitung waktu yang tepat buat jiwa pasien

Seorang pria mengenakan kemeja cokelat muda tampak serius menatap ke bawah dalam cuplikan drama Korea Doctor On The Edge.
Cuplikan drama Korea Doctor On The Edge (dok. ENA/Doctor On The Edge)

6. Pasiennya pun beda jauh dari pasien di Kota. Kebanyakan, mereka adalah pasien keras kepala yang kurang sosialisasi terhadap pentingnya kesehatan

Seorang pria mengenakan topi dan rompi hijau tampak berbicara dengan ekspresi serius di luar ruangan pada siang hari.
Cuplikan drama Korea Doctor On The Edge (dok. ENA/Doctor On The Edge)

7. Penugasan itu makin berat buat Ji Ui yang punya trauma tentang laut. Meski demikian, hidup gak sesuai harapannya, ia harus menjalankan tanggung jawabnya

Seorang pria berwajah terkejut mengenakan kemeja gelap di sebuah ruangan dengan tirai bermotif garis warna-warni.
Cuplikan drama Korea Doctor On The Edge (dok. ENA/Doctor On The Edge)

Melalui perjalanan Do Ji Ui, Doctor On The Edge tidak hanya menyajikan kisah medis, tapi juga memperlihatkan berbagai realitas yang mungkin dihadapi dokter di wilayah terpencil. Dari keterbatasan fasilitas hingga kedekatan dengan masyarakat, drama ini menunjukkan bahwa menjadi dokter bukan sekadar soal mengobati pasien, tetapi juga tentang memberikan manfaat bagi komunitas yang membutuhkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More