7 Bukti Ketimpangan Hukum yang Disoroti di The Judge Returns, Miris!

The Judge Returns jadi drama korea terbaru dari MBC yang resmi tayang sejak 2 Januari 2026 lalu. Menjadikan aktor ternama Ji Sung sebagai pemeran utama di dalamnya, drama korea ini angkat tema hukum dan fantasi di dalamnya. Kisahnya menyoroti tentang Lee Han Young (Ji Sung) seorang hakim korup yang mendadak mengalami peristiwa time travel ke masa sepuluh tahun lalu dalam hidupnya, yaitu 2025.
Sudah menayangkan total empat episode sejauh penayangannya, drama ini suguhkan sejumlah kisah kasus hukum baik pidana maupun perdata yang dekat dengan isu sosial di sekitar kita. Perseteruan buruh dengan Gojin Chemical jadi kasus pertama yang disuguhkan oleh drakor ini. Dari kasus ini dan banyak kasus lainnya, tercermin sejumlah ketimpangan hukum yang nyata dalam drakor The Judge Returns, intip yuk!
1. Di dunia hukum, praktik manipulasi persidangan untuk menguntungkan pihak pemberi suap umum dilakukan

2. Ini terlihat saat jaksa Jin A terpaksa meloloskan Tae Sik, CEO S Group sebab atasannya di suap oleh pemimpin perusahaan besar itu

3. Karena pihak yang salah dibela, pasti selalu ada korban yang justru disalahkan dan dijadikan kambing hitam dalam persidangan

4. Hal ini dialami oleh Bong Seok, ayah Han Young yang diputuskan bersalah dalam kasus bentrok antara warga dengan preman bayaran S Group

5. Padahal, Bong Seok mengalami luka pukul di kepalanya namun, di persidangan ia yang dituduh jadi pelaku kekerasan

6. Dalam kasus Na Young melawan Gojin Chemical, hakim menerima suap untuk memberi putusan tak bersalah atas klaim paparan zat beracun di pabrik

7. Sedangkan Na Young yang mengidap leukimia karena paparan itu tuntutannya ditolak sehingga tak dapat keadilan

Meski menurut undang-undang setiap orang sama di mata hukum namun, dalam drakor The Judge Returns nampak realitas yang sangat berbeda dari hal itu. Hukum yang seharusnya memberikan keadilan bagi siapa saja yang menjadi korban, justru menjadi tombak tajam yang menyerang orang-orang lemah. Hukum dijadikan alat transaksi untuk melindungi orang yang banyak uang. Miris sekali ya!


















