7 Keserakahan Ki Su Jong di Drakor Mad Concrete Dreams, Penuh Ambisi!

- Ki Su Jong terjerat utang besar setelah membeli gedung Seyoon dan mendapat tekanan dari Real Capital yang mengancam akan mengambil alih asetnya.
- Demi uang cepat, ia ikut rencana penculikan palsu bersama Min Hwal Sung, namun situasi berantakan hingga rekannya koma dan ia menguasai seluruh uang tebusan.
- Setelah melunasi utang, Ki Su Jong menolak menjual gedungnya, menyembunyikan uang tebusan, serta memfitnah orang lain demi menutupi kejahatannya yang makin berisiko.
Dalam drakor Mad Concrete Dreams (2026) yang tayang di tvN, Ki Su Jong (Ha Jung Woo) digambarkan sebagai sosok yang mulai kehilangan batas dalam mengambil keputusan demi keuntungan pribadi. Ia tidak lagi hanya berusaha bertahan, tetapi juga mulai menginginkan hasil yang lebih besar tanpa memikirkan dampaknya. Sikap ini perlahan membawanya pada pilihan-pilihan yang semakin berisiko.
Dalam prosesnya, keinginan untuk mendapatkan lebih justru membuatnya mengabaikan hal-hal penting di sekitarnya. Ia terus melangkah meski situasi sudah menunjukkan tanda bahaya. Dari sinilah terlihat bagaimana keserakahan bisa mengubah arah hidup seseorang secara perlahan. Berikut keserakahan Ki Su Jong di drakor Mad Concrete Dreams.
1. Ki Su Jong terlilit utang besar akibat pembelian gedung Seyoon dan mendapat tekanan dari Real Capital yang mengancam akan mengambil alih jika utangnya tidak segera dilunasi

2. Dalam kondisi terdesak, ia setuju ikut rencana penculikan palsu bersama Min Hwal Sung (Kim Jun Han) karena dijanjikan uang tebusan besar hingga 3 miliar won

3. Meski tahu rencana itu berbahaya dan berisiko tinggi, ia tetap ikut karena ingin mendapatkan uang cepat untuk menyelesaikan masalah keuangannya

4. Saat eksekusi, situasi berubah kacau karena melibatkan polisi dan Min Hwal Seong jatuh dari gedung hingga koma, membuat rencana tidak berjalan sesuai harapan

5. Ia seharusnya hanya mendapat bagian sebesar 1 miliar won, namun karena Min Hwal Seong koma, ia akhirnya menguasai seluruh uang tebusan sebesar 3 miliar won sendiri

6. Setelah melunasi utang, ia menolak menjual gedungnya karena tahu nilainya naik akibat proyek pembangunan ulang, bahkan meminta harga jauh lebih tinggi dari harga awal

7. Demi menutup rahasia, ia menyekap dan memfitnah orang yang mengetahui kejahatannya serta menyembunyikan uang tebusan di tempat tersembunyi

Pada akhirnya, keserakahan Ki Su Jong justru menyeretnya ke dalam situasi yang semakin berbahaya. Keputusan yang didorong oleh keinginan untuk mendapatkan lebih membuatnya kehilangan kendali. Kisah ini menunjukkan bahwa ambisi yang berlebihan bisa berujung pada konsekuensi yang tidak terduga.