7 Realitas Kelam Idol yang Tercermin Lewat Kasus Elijah di Pro Bono

Lewat karakter Elijah, Pro Bono Episode 7-8 tidak hanya membicarakan hukum keluarga, tapi juga membedah realitas pahit dunia idol K-Pop. Citra publik lebih penting daripada keselamatan dan kemanusiaan idol itu sendiri.
Sebelum konflik uang dan kontrak terbongkar, Elijah sudah lebih dulu hidup dalam tekanan yang dianggap “bagian dari risiko jadi figur publik”. Inilah tujuh realitas kelam jadi idol K-Pop yang tercermin lewat kasus Elijah Pro Bono. Menyedihkan!
1. Elijah mengalami dibuntuti sasaeng hingga ke rumahnya sendiri, bahkan di dini hari. Rumah yang seharusnya jadi ruang aman justru bikin cemas

2. Ironisnya, ketika Elijah bereaksi marah karena takut dan tidak nyaman, publik justru menilai sikapnya buruk. Idol tidak punya hak merasa terancam

3. Alih-alih fokus pada bahaya sasaeng, kemarahan Elijah dipelintir sebagai “sikap tidak pantas figur publik”. Padahal itu adalah reaksi manusiawi

4. Pro Bono dengan tajam menunjukkan bagaimana idol dipaksa menekan emosi demi citra, bahkan saat mereka sedang diserang secara nyata

5. Bagi manajemen, kenyataan kalau Elijah punya pacar adalah ancaman besar hanya karena citra Elijah dibangun sebagai “adik nasional” yang polos

6. Belum lagi keberadaan YouTuber yang terus-menerus menyerang Elijah dengan rumor tak berdasar. Mulai dari tuduhan oplas hingga narasi negatif lain

7. Puncak ironi hidup Elijah, ia bekerja seperti robot, tapi uang hasil kerja kerasnya diam-diam digelapkan oleh keluarga sendiri. Miris!

Kasus Elijah di Pro Bono terasa begitu nyata karena ia merangkum banyak luka yang selama ini hanya dibisikkan dalam industri K-Pop. Dari sasaeng, citra palsu, larangan pacaran, kontrak kejam, hingga keluarga yang mengambil untung. Pro Bono tidak sekadar bercerita tentang satu idol, tapi tentang industri yang terlalu sering menormalisasi penderitaan.



















