7 Sindiran Sistemik di Opening Episode Perdana Honour, Pedas!

Honour langsung membuka episodenya tanpa basa-basi. Di menit awal, Yoon Ra Young (Lee Na Young) tampil di layar televisi, berbicara lugas tentang kekerasan seksual.
Pernyataannya bukan sekadar dialog pembuka, tapi menjadi fondasi ideologis drama ini. Sejak awal, Honour menegaskan posisinya kalau drama ini bukan bercerita tentang sensasi kasus, melainkan kritik terhadap sistem yang gagal melindungi korban.
Dari opening tersebut, drama ini melontarkan sederet sindiran tajam yang menyasar hukum, budaya, dan kekuasaan. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini. Bikin merinding!
1. Pernyataan soal 80% korban mengalami trauma ulang di pengadilan langsung menampar gagasan bahwa hukum selalu melindungi korban

2. Honour menyindir sistem peradilan yang seharusnya memberi keadilan, tapi justru berubah menjadi ruang kekerasan lanjutan (secondary victimization)

3. Kalimat seperti “kamu sih pakai baju itu” atau “ngapain keluar malam-malam?” ditampilkan sebagai bahasa sehari-hari hukum. Victim blaming!

4. Ini artinya budaya menyalahkan korban di ruang sidang telah menyusup ke dalam argumen hukum, diterima sebagai sesuatu yang wajar

5. Ketika korban dibombardir pertanyaan yang merendahkan, hukum diam-diam berpihak pada yang lebih kuat

6. Alih-alih fokus pada kejahatan, sistem justru menguji moralitas korban seperti cara berpakaian, waktu keluar rumah, hingga sikap setelah kejadian

7. Honour menyindir gagasan bahwa hukum harus selalu “netral”. Dalam sistem yang timpang, keberpihakan justru menjadi tindakan korektif

Maka dari itu, karakter utama di drama Honour adalah tiga perempuan yang tangguh dan cerdas. Opening drama Korea ini bukan hanya memantik penonton untuk terus menonton, tapi juga menjadi pernyataan sikap ke mana alur drama ini akan terus berjalan.



















