Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cuplikan drama Korea Honour
Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

Honour langsung membuka episodenya tanpa basa-basi. Di menit awal, Yoon Ra Young (Lee Na Young) tampil di layar televisi, berbicara lugas tentang kekerasan seksual.

Pernyataannya bukan sekadar dialog pembuka, tapi menjadi fondasi ideologis drama ini. Sejak awal, Honour menegaskan posisinya kalau drama ini bukan bercerita tentang sensasi kasus, melainkan kritik terhadap sistem yang gagal melindungi korban.

Dari opening tersebut, drama ini melontarkan sederet sindiran tajam yang menyasar hukum, budaya, dan kekuasaan. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini. Bikin merinding!

1. Pernyataan soal 80% korban mengalami trauma ulang di pengadilan langsung menampar gagasan bahwa hukum selalu melindungi korban

Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

2. Honour menyindir sistem peradilan yang seharusnya memberi keadilan, tapi justru berubah menjadi ruang kekerasan lanjutan (secondary victimization)

Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

3. Kalimat seperti “kamu sih pakai baju itu” atau “ngapain keluar malam-malam?” ditampilkan sebagai bahasa sehari-hari hukum. Victim blaming!

Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

4. Ini artinya budaya menyalahkan korban di ruang sidang telah menyusup ke dalam argumen hukum, diterima sebagai sesuatu yang wajar

Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

5. Ketika korban dibombardir pertanyaan yang merendahkan, hukum diam-diam berpihak pada yang lebih kuat

Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

6. Alih-alih fokus pada kejahatan, sistem justru menguji moralitas korban seperti cara berpakaian, waktu keluar rumah, hingga sikap setelah kejadian

Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

7. Honour menyindir gagasan bahwa hukum harus selalu “netral”. Dalam sistem yang timpang, keberpihakan justru menjadi tindakan korektif

Cuplikan drama Korea Honour (dok. ENA/Honour)

Maka dari itu, karakter utama di drama Honour adalah tiga perempuan yang tangguh dan cerdas. Opening drama Korea ini bukan hanya memantik penonton untuk terus menonton, tapi juga menjadi pernyataan sikap ke mana alur drama ini akan terus berjalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team