7 Sisi Sisterhood Penghuni Asrama Room 301 di Undercover Miss Hong

Di balik intrik finansial dan penyamaran berbahaya di Undercover Miss Hong, asrama perempuan Room 301 jadi daya tarik utama drama ini. Di asrama pekerja perempuan inilah, empat perempuan dengan identitas dan rahasia masing-masing dipertemukan.
Mereka datang menyimpan tujuan yang tak selalu bisa diucapkan, namun perlahan membangun sisterhood yang kompak. Mereka bahkan saling menopang di tengah tekanan sistem patriarkal dan dunia kerja yang kejam.
Inilah tujuh sisi sisterhood penghuni asarama Room 301 yang bikin hangat! Yuk, simak.
1. Ketika Hong Jang Mi berada di ambang pemecatan, para penghuni Room 301 tidak tinggal diam. Mereka ikut membantu Jang Mi agar tidak jadi dipecat

2. Caranya? Mereka menyebarkan kabar bohong di situs Kapten Yeouido demi mengalihkan perhatian publik. Ini bentuk keberanian kolektif perempuan, lho

3. Konflik memang ada. Mereka pernah bertengkar, saling curiga, bahkan berselisih tajam, tapi pertengkaran itu tidak berlarut-larut

4. Sebagai perempuan muda di dunia finansial akhir 1990-an, mereka menghadapi tekanan seperti hierarki kantor, senioritas, dan misogini terselubung

5. Di tengah semua itu, Room 301 menjadi tempat aman bagi mereka untuk saling mengeluh, tertawa, bahkan mengumpulkan tenaga untuk kembali bekerja

6. Tak ada yang mendapatkan pujian atau keuntungan langsung dari bantuan yang mereka berikan. Yang ada hanyalah rasa keberpihakan

7. Lebih dari sekadar kamar kos, Room 301 menjadi ruang emosional tempat mereka bisa menjadi diri sendiri, tanpa harus berpura-pura

Sisterhood di Undercover Miss Hong tidak digambarkan sebagai hubungan yang ideal atau tanpa konflik. Tapi itulah yang memperlihatkan Room 301 kalau solidaritas perempuan lahir di mana pun, asal ada rasa saling perhatian satu sama lain.


















