7 Transformasi Hidup Hyeon Woo Seok di Drakor No Tail To Tell

- Hyeon Woo Seok, mantan pemain sepak bola divisi empat, kini menjadi pemain kelas dunia dan terkenal di media massa.
- Ia tinggal di apartemen mewah, bisa membelikan barang untuk ayahnya, dan mendapatkan treatment istimewa sebagai atlet kelas dunia.
- Meski hidupnya berubah drastis, Hyeon Woo Seok merasa hampa karena kesuksesannya tidak didapatkan dengan usaha kerasnya sendiri.
Hyeon Woo Seok (Joo Dong Joo) pernah digadang-gadang menjadi pemain sepak bola masa depan. Namun, mimpinya tersebut kandas karena dirinya mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan cedera parah. Meski sudah mengikuti rehabilitasi medik, namun kondisinya tidak pernah kembali seperti sedia kala.
Hyeon Woo Seok sudah berjuang mati-matian, namun kariernya mentok di divisi empat. Hyeon Woo Seok hampir menyerah, namun sang sahabat, Kang Su Yeol (Lo Mon), menawarkan bantuan. Sang sahabat meminta bantuan pada gumiho Eun Ho (Kim Hye Yeon) untuk mengubah nasib Hyeon Woo Seok.
Meski Eun Ho sempat menolak, namun Eun Ho akhirnya mengabulkan permintaan tersebut. Bagaimana transformasi kehidupan Hyeon Woo Seok di drakor No Tail To Tell?
1. Biasanya Hyeon Woo Seok sedang kerja sampingan sebagai kurir, namun saat ini ia justru sedang duduk di kursi bisnis dalam pesawat menuju London

2. Hyun Woo Seok hanyalah pemain divisi empat, namun kini menjadi pemain bola kelas dunia

3. Wajahnya juga terpampang di berbagai media cetak dan massa. Namanya di elu-elukan oleh banyak orang

4. Alih-alih tinggal di rumah mungil yang dipenuhi botol soju, Hyeon Woo Seok justru tinggal di sebuah apartemen mewah

5. Hyeon Woo Seok juga bisa mewujudkan mimpi untuk membahagiakan sang ayah. Ia bisa membelikan berbagai barang yang diinginkan oleh ayahnya

6. Sebagai pemain kelas dunia, Hyeon Woo Seok mendapatkan treatment yang sangat memuaskan untuk menjaga kebugaran tubuhnya

7. Berkat skillnya yang mumpuni, Hyeon Woo Seok diperebutkan oleh beberapa klub besar dunia

Hyeon Woo Seok akhirnya mendapatkan hidup yang selama ini diimpikan. Namun, perasaanya ternyata tidak sebahagia yang dibayangkan. Ia merasa hampa lantaran semua ini tidak didapatkan dengan keringatnya sendiri.


















