7 Workplace Abuse Dialami Bong Je Soon di Drakor Fifties Professional

Bong Je Soon (Oh Jung Se) atau Bulgae menjadi salah satu karakter yang mengalami perlakuan tidak adil di tempat kerja dalam drama Fifties Professional. Setelah gagal dalam Operasi Black Pearl 10 tahun lalu, ia mengalami hilang ingatan dan kemudian dirawat oleh Kakek Heo di Pulau Yeongseon. Sejak saat itu, Bulgae menjalani kehidupan sederhana sebagai manajer di pabrik Steel Yongseon tanpa mengetahui identitas dan kemampuan luar biasa yang pernah dimilikinya.
Karena sifatnya yang pendiam dan tidak menyadari latar belakangnya sebagai agen elite, Bulgae kerap menjadi sasaran perlakuan semena-mena dari atasannya. Ia sering menerima perlakuan yang tidak adil meskipun tetap berusaha menjalankan pekerjaannya dengan baik. Berikut beberapa bentuk workplace abuse atau penindasan di tempat kerja yang dialami Bong Je Soon di drakor Fifties Professional.
1. Sikap Bong Je Soon yang pendiam dan selalu menuruti perintah membuatnya sering menjadi sasaran perlakuan tidak adil dari rekan kerja maupun atasannya

2. Di tempat kerja, Bong Je Soon kerap menerima tugas yang bukan bagian dari tanggung jawabnya. Meski keberatan, ia memilih diam dan tetap mengerjakannya

3. Atasannya juga sering memanfaatkan dirinya untuk kepentingan pribadi. Berbagai pekerjaan di luar urusan kantor harus ia kerjakan tanpa imbalan tambahan

4. Hampir setiap hari, Bong Je Soon diminta mencuci mobil milik atasannya hingga benar-benar bersih. Kesalahan kecil saja bisa membuatnya mendapat teguran

5. Saat terjadi masalah seperti toilet mampet di kantor, ia langsung diminta menanganinya sendiri. Padahal seharusnya ditangani tenaga profesional

6. Bong Je Soon bahkan menjadi korban perundungan dari atasannya. Ia kerap dilempari bola bisbol yang sengaja diarahkan kepadanya saat bos sedang bermain

7. Berbagai barang rusak di kantor juga menjadi tanggung jawabnya untuk diperbaiki. Tugas tambahan tersebut terus dibebankan meski berada di luar jobdesk

Perlakuan yang diterima Bong Je Soon menunjukkan bentuk penindasan yang terjadi di lingkungan kerjanya. Meski sering diperlakukan tidak adil, ia tetap menjalankan pekerjaannya dengan sabar dan bertanggung jawab. Kondisi tersebut membuat penonton semakin memahami beratnya kehidupan yang dijalani Bulgae setelah kehilangan ingatannya.



















