Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

8 Ironi yang Ditampilkan di Episode Perdana Doctor X: Mafia in White

2 min read
8 Ironi yang Ditampilkan di Episode Perdana Doctor X: Mafia in White
still cut drama Doctor X: Mafia in White (instagram.com/sbsbdrama.official)

Gye Su Jeong (Kim Ji Won) dalam drakor Doctor X: Mafia in White merupakan seorang ahli bedah jenius lulusan universitas Medis Kubanakan dan Sekolah Medis Florida yang telah melakukan banyak layanan medis di seluruh dunia. Melalui penyaluran Jang Hui Suk (Lee Jung Eun), Gye Su Jeong berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai ahli bedah di Pusat Medis Universitas Guseo. Gye Su Jeong masuk sebagai dokter sewaan yang tidak terikat secara langsung dengan pusat medis tersebut.

Gye Su Jeong tidak tertarik untuk masuk ke kelompok tertentu yang punya kepentingan tertentu dan pilih hanya fokus bekerja demi menyalamatkan pasien. Sosoknya yang bekerja dengan tulus demi menyelamatkan banyak orang itu harus bebenturan dengan tipe-tipe dokter absurd yang hidup di tengah era mafia berjas putih seperti sekarang ini. Para dokter tak lagi peduli dengan tugas mereka dan hanya mau mencari keuntungan pribadi. Miris, di bawah ini jadi ironi yang ditampilkan di penayangan perdana drakor Doctor: Mafia in White. Keep scrolling!

 

  1. 1. Dokter seharusnya jadi garda terdepan pelayanan kesehatan dan memberikan pertolongan medis bagi pasien

    still cut drama Doctor X: Mafia in White
    still cut drama Doctor X: Mafia in White (instagram.com/sbsbdrama.official)
  2. 2. Namun, dokter seperti Yun Sik hanya menjadikan pasien bahan laporan medis. Ia tak berani ambil risiko demi menyelamatkan nyawa pasien

    still cut drama Doctor X: Mafia in White
    still cut drama Doctor X: Mafia in White (instagram.com/sbsbdrama.official)
  3. 3. Sebagai tenaga medis, dokter sudah seharusnya menangani pasien sesuai prioritas kondisi dan kegentingan

    still cut drama Doctor X: Mafia in White
    still cut drama Doctor X: Mafia in White (instagram.com/sbsbdrama.official)
  4. 4. Tapi realitanya prioritas disusun atas dasar status. Pasien yang berdonasi kepada RS selalu didahulukan

    still cut drama Doctor X: Mafia in White
    still cut drama Doctor X: Mafia in White (instagram.com/sbsbdrama.official)
  5. 5. Sedangkan pasien yang seharusnya mendapatkan penanganan cepat justru jadwal operasinya ditunda

    still cut drama Doctor X: Mafia in White
    still cut drama Doctor X: Mafia in White (instagram.com/sbsbdrama.official)
  6. 6. Fasilitas di RS seharusnya jadi media untuk memudahkan kehidupan pasien selama dirawat

    still cut drama Doctor X: Mafia in White
    still cut drama Doctor X: Mafia in White (instagram.com/sbsbdrama.official)
  7. 7. Tapi nyatanya, desain mesin pesan makanan di RS tak ramah untuk pasien yang memakai kursi roda dan usia senja

    still cut drama Doctor X: Mafia in White
    still cut drama Doctor X: Mafia in White (instagram.com/sbsbdrama.official)
  8. 8. Kehadiran mesin pesan makanan itu hanya jadi ladang keuntungan rumah sakit yang menyulitkan para pasien

    Sejumlah ironi yang hadir di penayangan perdana drakor Doctor X: Mafia in White ini jadi bahan renungan yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ada banyak sekali kesenjangan antara ekspetasi ideal dengan realita yang terjadi di lapangan. Gye Su Jeong hadir sebagai satu karakter yang berusaha melawan kesenjangan tersebut. Ia menentang segala praktik medis yang merugikan pasien dan mengabdikan dirinya dengan tulus. Karena tindakan beraninya itu, Gye Su Jeong dibenci oleh dokter lainnya. Tapi bagi Gye Su Jeong hal tersebut tak jadi masalah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More