Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Adegan dengan Makna Simbolis di Drakor The Scarecrow
cuplikan drama The Scarecrow (dok. ENA/The Scarecrow)
  • Drakor The Scarecrow menyoroti rivalitas Detektif Kang Tae Joo dan Jaksa Cha Si Young dalam mengungkap kasus pembunuhan berantai Kangseong tahun 1988 dengan pendekatan simbolisme yang kuat.
  • Berbagai adegan seperti warna merah korban, palang kereta tertutup, hingga cermin menggambarkan makna mendalam tentang bahaya, takdir, serta trauma emosional para karakter utama.
  • Simbol orang-orangan sawah menjadi metafora utama yang mencerminkan hilangnya sisi kemanusiaan, sementara perubahan perilaku Lee Gi Hwan menunjukkan peningkatan keberanian dan arogansi dalam aksinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Drakor The Scarecrow sukses jadi bahan perbincangan karena ceritanya yang seru sekaligus realistis. Kisah drakor ini terpusat pada rivalitas Detektif Kang Tae Joo (Park Hae Soo) dan Jaksa Cha Si Young (Lee Hee Jun) dalam mengungkap kasus pembunuhan berantai Kangseong di tahun 1988.

Berbeda dari sebagian drakor yang mengusung genre thriller dan membahas kasus serial killer, The Scarecrow memiliki banyak adegan simbolisme. Contohnya, enam scene di bawah ini yang memiliki makna simbolis tertentu. Yuk, simak.

1. Benda warna merah yang dipakai korban

cuplikan drama The Scarecrow (dok. ENA/The Scarecrow)

Dari 14 korban yang dibunuh Lee Yong Woo alias Lee Gi Hwan (Jung Moon Sung), beberapa di antaranya terlihat memakai warna merah saat hari nahas terjadi. Warna ini menyimbolkan bahaya dan ancaman ekstrem terhadap nyawa mereka. Misalnya, korban pertama yang terlihat memakai baju merah. Hye Jin, anak 8 tahun yang juga jadi korban, memakai aksesoris warna merah.

2. Palang tertutup dan tulisan berhenti di perlintasan kereta

cuplikan drama The Scarecrow (dok. ENA/The Scarecrow)

Lee Gi Beom (Song Geon Hee) meninggal di episode 7 saat ia dalam perjalanan pulang setelah dibebaskan dari penjara karena terbukti tidak bersalah. Saat momen kematiannya, ia duduk di mobil yang berhenti tepat di depan palang perlintasan kereta api. Palang itu tertutup dengan lampu merah menyala menandakan berhenti. Kedua hal ini menggambarkan takdir kematian Lee Gi Beom.

3. Park Dae Ho memakai baju serba hitam di episode 11

Ryu Hae Jun di The Scarecrow (x.com/Channel_ENA)

Hampir di sepanjang adegannya, Park Dae Ho muda (Ryu Hae Jun) di tahun 1988 tampak memakai kemeja dengan warna yang gonta-ganti. Namun, di scene terakhirnya di episode 11 sebelum fokus cerita beralih ke tahun 2019, ia mengenakan jaket kulit hitam. Perubahan warna bajunya menunjukkan sikapnya yang kini beralih menjadi salah satu villain sepenuhnya.

4. Adegan Kang Tae Joo dan cermin

cuplikan drama The Scarecrow (dok. ENA/The Scarecrow)

Ada beberapa adegan penting yang menampilkan Kang Tae Joo dan cermin. Contohnya, di episode 2, ia melihat sosok remajanya di kaca toilet lalu meninjunya hingga cermin itu pecah. Adegan ini berisi simbol akan trauma dan luka inner child akibat dirundung oleh Cha Si Young.

Selain adegan di atas, ada juga scene di episode 10. Saat ia melarang adiknya, Kang Sun Young (Seo Ji Hye) menemui keluarga Cha. Di momen ini, adegan menyoroti refleksi kakak-beradik ini di cermin berada di sisi berlawanan. Ini menunjukkan mereka saat itu mulai berselisih jalan.

5. Metafora orang-orangan sawah

cuplikan drama The Scarecrow (dok. ENA/The Scarecrow)

Dari judulnya saja jelas bahwa orang-orangan sawah memiliki arti metafora yang penting dalam drakor ini. Ada banyak adegan yang menunjukkan benda ini, terutama saat cerita berada di latar tahun 1988. Orang-orangan sawah di sini diartikan sebagai manusia yang mengabaikan sisi manusiawi mereka. Dengan kata lain, mereka hanya berwujud orang, tapi seperti bukan manusia nyata. Mirip halnya dengan orang-orangan sawah.

6. Penyamaran Lee Gi Hwan saat membunuh

cuplikan drama The Scarecrow (dok. ENA/The Scarecrow)

Ada detail menarik terkait aksi kejahatan Lee Gi Hwan. Awalnya, ia membunuh dengan menyembunyikan diri hingga menyamar jadi orang-orangan sawah. Namun, sejak kasus Hye Jin, ia berubah. Ia kini tak memakai topeng atau melakukan penyamaran. Bahkan ia menyerang di siang hari dan bukan hanya malam hari seperti sebelumnya. Transisi ini menunjukkan ia semakin berani dan arogan dalam menjalankan aksinya.

The Scarecrow tak hanya menyajikan teka-teki terkait sosok pembunuh berantai. Drakor ini juga memperhatikan faktor sinematografi melalui penggambaran berbagai adegan yang punya makna simbolis di mana sebagian besar berkaitan dengan detail emosi para karakter.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article