5 Alasan Saeng Gang Ajak Gu Cheon Kerja Sama di The East Palace

- Saeng Gang, putri Raja yang bisa mendengar arwah, menawarkan kerja sama dengan Gu Cheon demi menyelesaikan dendam atas kematian ibunya di Istana Timur.
- Ia membutuhkan kemampuan Gu Cheon yang dapat menjelajah dunia arwah untuk mengungkap misteri kutukan dan rahasia kematian sang ibu.
- Setelah melihat keberanian dan keandalan Gu Cheon, Saeng Gang mempercayainya sebagai rekan dalam menyingkap kebenaran kelam di balik Istana Timur.
Drakor The East Palace mengajak penonton untuk menelusuri akar dari kutukan di Istana Timur pada zaman Joseon. Karakter Saeng Gang yang diperankan Roh Yoon Seo memiliki peran penting. Sebab, ia memiliki kemampuan bawaan untuk mendengar suara arwah.
Awalnya Saeng Gang hanya ditugaskan untuk mengawasi si pemburu arwah, Gu Cheon (Nam Joo Hyuk). Namun, ia malah menawarkan kerja sama di belakang Raja (Cho Seung Woo). Ada lima alasan yang mengubah pikiran Saeng Gang di tengah jalan. Simak, yuk!
1. Punya dendam yang belum selesai

Saeng Gang merupakan putri Raja yang dianggap sudah mati. Kemampuannya dalam mendengar suara arwah dianggap sebagai aib. Namun, Raja memanggil Saeng Gang ke istana lagi karena kemampuan tersebut.
Saeng Gang hanya diizinkan berada di istana sampai tugas Gu Cheon selesai. Ia ingin memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelesaikan dendam yang belum tuntas. Dendam itu berkaitan dengan orang istana yang membunuh ibunya.
Saeng Gang pun meminta Gu Cheon untuk mengulur waktu. Sebagai imbalan, ia akan membantu Gu Cheon untuk keluar dari istana hidup-hidup. Sebab, meski tugasnya sudah selesai, Raja tidak akan semudah itu membiarkan orang yang mengetahui rahasia istana untuk keluar.
2. Merasa butuh kekuatan Gu Cheon

Saeng Gang memiliki keterbatasan dalam mencari tahu misteri kematian ibunya. Raja tidak membiarkannya untuk menggali lebih dalam. Selain itu, ancaman dari arwah pendendam atau won-gwi di sekitar lingkungan istana juga menghalangi jalannya.
Oleh karena itu, Saeng Gang membutuhkan kemampuan Gu Cheon. Fakta kalau ia bisa pergi ke dunia arwah atau disebut juga sebagai dunia gwi, menjadi salah satu alternatif agar mereka bisa menelusuri kebenaran. Saeng Gang pun dapat membantunya dari dunia manusia karena bisa mendengar suara dari dunia gwi.
3. Ragu dengan semua orang di istana

Saeng Gang sudah mengetahui sisi buruk istana kerajaan. Makanya, ia tidak bisa percaya begitu saja terhadap kata-kata mereka. Bahkan nenek yang pernah jadi tempat bersandarnya pun telah mengkhianati kepercayaan Saeng Gang.
Sementara itu, Gu Cheon adalah seseorang yang hidup jauh dari istana sebelum diculik Raja untuk memburu arwah. Ia tidak memiliki ambisi terhadap kekuasaan seperti orang-orang istana. Makanya, Saeng Gang hanya bisa percaya padanya.
4. Pengetahuan luas Gu Cheon terkait dunia arwah

Gu Cheon lebih sering berinteraksi dengan arwah dibanding Saeng Gang selama hidupnya. Bukan cuma saat berada di dunia gwi, ia pun bisa melihat arwah yang berkeliaran di dunia manusia. Tidak heran kalau ia sudah hafal dengan berbagai jenis arwah.
Saeng Gang membutuhkan pengetahuan Gu Cheon dalam menghadapi arwah. Sebab, masing-masing arwah ditangani dengan metode yang berbeda dan tak boleh sembarangan demi keselamatan. Hanya dengan begitulah mereka dapat menemukan petunjuk tentang rahasia yang terkubur puluhan tahun di istana.
5. Menganggap Gu Cheon bisa diandalkan

Pada awalnya Saen Gang menganggap Gu Cheon sebagai orang yang egois. Ia terlihat hanya mementingkan diri sendiri tanpa peduli dengan nyawa orang lain. Pemikiran itu muncul karena Gu Cheon masih tenang saat ia seharusnya segera bertindak untuk mengusir arwah kolam yang hendak mencelakai putra Raja.
Namun, ternyata Saeng Gang hanya belum mengetahui metode Gu Cheon untuk mengusir arwah tersebut. Bahkan Gu Cheon pun bertaruh nyawa untuk melawan arwah kolam di dunia gwi. Setelah menyaksikan langsung, Saeng Gang jadi yakin kalau Gu Cheon adalah orang yang bisa diandalkan.
Saeng Gang dan Gu Cheon menjadi tim yang saling melengkapi dalam The East Palace. Bersama pemburu arwah itu, Saeng Gang bisa mengupas misteri di balik kematian ibunya yang ternyata ada kaitannya dengan kutukan di Istana Timur.





















