Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Alasan Drama Climax Gak Sepantasnya Ditonton Anak Kecil

3 Alasan Drama Climax Gak Sepantasnya Ditonton Anak Kecil
Still cut drama Korea Climax (Instagram.com/ena_drama)
Intinya Sih
  • Drama Korea Climax (2026) dikategorikan 17+ karena menampilkan banyak adegan intim sejak awal episode, sehingga tidak layak ditonton anak di bawah umur.
  • Selain adegan dewasa, Climax juga memperlihatkan kekerasan fisik seperti tamparan dan pemukulan, serta nuansa politik kelam yang berpotensi memunculkan adegan pembunuhan.
  • Tidak ada karakter berperilaku positif di Climax; bahkan tokoh utama digambarkan manipulatif dan egois, membuat drama ini tidak pantas dijadikan tontonan anak-anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mengakses drama Korea itu memang tidak sulit, jika kamu sudah berlangganan OTT legal, seperti VIU, Netflix, Disney+ Hotstar, HBO Max, hingga Prime Video. Namun, sama seperti halnya film layar lebar, setiap drama Korea memiliki rating usia penonton, lho!

Maka dari itu, bagi kamu yang masih di bawah 17 tahun, sangat tidak disarankan untuk menonton drakor Climax (2026), bahkan dalam pengawasan orang dewasa. Pasalnya, drakor ini menampilkan adegan intim, kekerasan, serta perilaku tidak terpuji yang rawan ditiru anak kecil. Simak penjelasan lebih lengkapnya, yuk!

Peringatan: Artikel ini mengandung spoiler, ya!

1. Banyak mempertontonkan adegan intim, bahkan sejak lima menit pertama

Still cut drama Korea Climax
Still cut drama Korea Climax (Instagram.com/ena_drama)

Gak perlu nonton drakornya, di trailer-nya aja Climax (2026) sudah menyajikan cuplikan adegan 17+ antara Bang Tae Seop (Ju Ji Hoon) dan Chu Sang Ah (Ha Ji Won). Bahkan di lima menit pertama episode 1, penonton juga langsung melihat adegan serupa.

Selain itu, sempat tersebar rumor di kalangan penonton yang ikutan VIP Screening, kalau naskah aslinya bukan 17+, melainkan 29+. Meski belum ada pernyataan resmi terkait rumor ini, tapi di episode-episode mendatang, kemungkinan besar penonton akan melihat lebih banyak adegan intimate, termasuk dari karakter lain.

2. Menampilkan adegan kekerasan, seperti saling menampar dan memukul

Still cut drama Korea Climax
Still cut drama Korea Climax (Instagram.com/ena_drama)

Drakor ini juga mempertontonkan adegan kekerasan, baik implisit maupun eksplisit. Salah satunya yang terlihat jelas saat Lee Yang Mi (Cha Joo Young) ditampar berulang kali oleh Walikota Nam Hye Hoon di sauna.

Tidak hanya itu, layaknya drakor yang membahas isu kelam dunia politik, drakor ini juga berpotensi menghadirkan adegan pembunuhan di masa depan. Terlebih lagi di awal episode pertama, tampak adegan Chu Sang Ah berlumuran darah dan berujung diinterogasi, entah sebagai saksi atau tersangka.

3. Gak ada karakter yang benar-benar green flag, khawatir perilaku mereka ditiru

Still cut drama Korea Climax
Still cut drama Korea Climax (Instagram.com/ena_drama)

Korea Selatan kerap memperkenalkan karakter green flag yang terlihat sempurna, sehingga membuat penonton berangan-angan ingin memiliki pasangan seperti mereka. Namun, hal itu tidak akan kamu temukan saat menyaksikan drakor Climax (2026).

Bahkan karakter protagonisnya sekali pun, yaitu Bang Tae Seop dan Chu Sang Ah bisa dikategorikan sebagai sosok "red flag". Perilaku menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dari Bang Tae Seop tentu tidak boleh ditiru oleh anak-anak di bawah umur. Selain itu, karakter Chu Sang Ah juga kemungkinan besar memiliki sisi red flag yang belum diperlihatkan di dua episode pertama.

Maka dari itu, drakor Climax (2026) tidak sepantasnya ditonton anak kecil. Bagi orang dewasa, mungkin banyak pelajaran yang bisa dipetik, tapi tidak dengan anak-anak di bawah umur. Kalau kamu masih di bawah umur dan tetap mau nonton, harus berada di dalam pengawasan orang dewasa, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria
Follow Us