Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Dunia Tinju Ilegal di Drakor Bloodhounds 2 Lebih Kejam

5 Alasan Dunia Tinju Ilegal di Drakor Bloodhounds 2 Lebih Kejam
cuplikan drama Bloodhounds (dok. Netflix/Bloodhounds)
Intinya Sih
  • Bloodhounds 2 hadir dengan cerita baru yang lebih intens, menampilkan Kim Gun Woo dan Hong Woo Jin melawan Im Baek Jung, pengelola liga tinju ilegal bernama IKFC.
  • Liga IKFC menjadikan kekerasan sebagai tontonan dan ajang taruhan, memperlakukan petinju seperti aset yang bisa dipakai atau dibuang demi keuntungan besar.
  • Dunia tinju ilegal digambarkan tanpa batas moral, mempertaruhkan nyawa dalam duel maut, serta memiliki sistem rapi dan jaringan internasional yang sulit dilawan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Drakor Bloodhounds tahun ini hadir dengan musim terbaru. Cerita yang dihadirkan berbeda dengan musim pertama. Season kedua ini lebih intens dengan kehadiran villain baru yang tangguh. Kim Gun Woo (Woo Do Hwan) dan Hong Woo Jin (Lee Sang Yi) harus berhadapan dengan seorang petarung sekaligus pengelola liga tinju ilegal bernama Im Baek Jung (Rain).

Sebagai petinju yang sedang naik daun, Kim Gun Woo harus menghadapi konsekuensi dari kepopulerannya. Berbeda dengan musim pertama yang mengharuskannya berhadapan dengan rentenir, ia diincar untuk bergabung dengan dunia tinju yang lebih gelap dan tak pernah ia bayangkan. Berikut lima alasan dunia tinju ilegal lebih kejam daripada rentenir yang tergambar di Bloodhounds 2.

1. Kekerasan dijadikan tontonan, bukan sekadar alat tekanan

cuplikan drama Bloodhounds
cuplikan drama Bloodhounds (dok. Netflix/Bloodhounds)

Im Baek Jung mempunyai anak buah yang ahli di bidang IT, yaitu Allen (Lee Myeong Ro). Mereka menjadikan pertandingan para petinju di liga IKFC bukan sebagai kompetisi yang sehat, tetapi sebagai tontonan dan ajang berjudi.

Penonton setianya sanggup mengeluarkan uang yang banyak untuk memenangkan taruhan dari pertandingan itu. Im Baek Jung menunjukkan bahwa kekerasan ia gunakan bukan hanya sebagai alat tekanan, tetapi juga tontonan yang seru.

2. Manusia diperlakukan seperti aset

cuplikan drama Bloodhounds
cuplikan drama Bloodhounds (dok. Netflix/Bloodhounds)

Di liga IKFC, para petinju yang bergabung di dalamnya dibedakan atas beberapa level. Masing-masing mereka akan mendapatkan nama panggung dan nama itu digunakan saat mereka berada di atas ring. Layaknya aset, mereka bisa dipakai atau dibuang kapan saja.

Kim Gun Woo termasuk petarung yang dianggap aset. Meskipun ia kalah ketika melawan Im Baek Jung, para penonton justru banyak yang mendukungnya. Investor tertarik untuk mengeluarkan banyak uang sponsor karena kemunculan Kim Gun Woo itu.

3. Gak ada batas moral yang jelas

cuplikan drama Bloodhounds
cuplikan drama Bloodhounds (dok. Netflix/Bloodhounds)

Rentenir masih mempunyai aturan main tertentu, meskipun kejam. Namun, tidak demikian dengan tinju ilegal. Hampir tidak ada batas moral yang jelas. Im Baek Jung menyuap orang-orang di sekitar Kim Gun Woo agar bisa mendapatkan informasi tentang laki-laki tersebut. Ia menghalalkan segala cara untuk mewujudkan obsesinya.

4. Taruhannya langsung nyawa

cuplikan drama Bloodhounds
cuplikan drama Bloodhounds (dok. Netflix/Bloodhounds)

Di dunia tinju ilegal, nyawa menjadi taruhan utamanya. Pertarungan yang dihadirkan ada beberapa level. Yang tertinggi adalah duel maut yang berarti kemenangan bisa dilihat jika salah satu petinju tewas. Im Baek Jung sebagai petarung terkuat gak segan menghabisi lawannya dengan brutal karena baginya mendapatkan banyak uang adalah tujuan utamanya. Im Baek Jung juga gak merasa bersalah saat menyakiti atau menghabisi orang-orang di sekitar Kim Gun Woo.

5. Sistemnya lebih rapi dan sulit dilawan

cuplikan drama Bloodhounds
cuplikan drama Bloodhounds (dok. Netflix/Bloodhounds)

Di musim pertama, Kim Gun Woo dan Hong Woo Jin sudah cukup kelelahan saat berhadapan dengan Kim Miyeong Gil (Park Sung Woong), rentenir dari Smile Capital. Para korban gak bisa berkutik karena mereka sudah ditekan atas dasar jumlah utang yang besar.

Sementara di musim kedua, dunia tinju ilegal lebih kejam dan rapi. Info mengenai IKFC tidak terindeks mesin pencari seperti liga tinju yang sudah legal. Tak hanya itu, jangkauannya pun sudah internasional karena melibatkan sponsor dari luar negeri dan ditonton orang dari berbagai negara. Im Baek Jung punya anak buah dari berbagai latar belakang, mulai dari mantan tentara, mantan intel, narapidana, hingga peretas.

Di drakor Bloodhounds 2, dunia tinju ilegal lebih kejam dibandingkan rentenir. Selain kekerasan yang dihadirkan lebih brutal, orang-orang yang terlibat pun lebih terorganisasi sehingga sulit untuk dilawan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us