Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)
Rasa cinta Kang Pi O terhadap piano sebenarnya telah muncul sejak kecil. Sayangnya, ambisi dan haus validasi membuatnya salah bersikap terhadap permainan piano itu sendiri. Setelah berhasil menemukan kebahagiaan, Kang Pi O kembali terpuruk karena rasa bersalahnya pada Choi Jeong Yo.
Kondisi ini membuat Kang Pi O memutuskan untuk berhenti melakukan pertunjukan komersial dan memilih berkeliling sebagai pianis anonim. Gak hanya itu, dia juga menyebarkan permainannya di media sosial. Situasi ini jelas merupakan impian Kang Pi O sejak lama. Dia gak hidup penuh sorotan dan ekspektasi banyak orang.
Kondisi yang sama juga dihadapi oleh Choi Jeong Yo. Dia bermain piano untuk menyalurkan emosinya apalagi setelah sang ibu meninggal dunia. Namun, dia juga gak pernah berhenti menghasilkan musik sekalipun berada di tengah kegelapan hidupnya.
Ketika hidup penuh sorotan membuat Choi Jeong Yo sadar jika belum pernah menemukan kebahagiaan kecuali bertemu Kang Pi O. Makanya, dia memutuskan untuk memproduksi musik yang menyebarkan kebahagiaan sekalipun harus tinggal di sebuah desa terpencil.
Perjalanan akhir Kang Pi O dan Choi Jeong Yo ini seakan membuktikan jika mereka telah menemukan kehidupan damai yang selama ini diidamkan. Bahkan, mereka juga perlahan sembuh dan berdamai dari luka mental yang mereka dapatkan sejak kecil. Bagaimana menurutmu?