7 Alasan Ji An Mengasingkan Diri di Pulau di A Shop for Killers 2

Karakter Jeong Ji An (Kim Hye Jun) di drakor A Shop for Killers 2 merupakan seorang keponakan dari Jeong Jin Man (Lee Dong Wook), mantan tentara bayaran yang sedang mengelola sebuah toko perlengkapan dan senjata lengkap. Ji An menjadi korban pertempuran antara pamannya dengan para musuhnya.
Karena satu dan lain hal, Ji An akhirnya memutuskan hidup sendirian di sebuah pulau terpencil yang hanya ditinggali oleh puluhan orang. Keputusan Ji An ini bukanlah semata-mata karena ingin slow living di pulau, melainkan karena alasan tertentu menyelamatkan masa depannya. Berikut ini penjelasan lengkapnya!
1. Ji An ingin menjauh dari kehidupan pamannya yang membahayakan nyawanya. Ia gak mau berurusan lagi dengan bisnis senjata sang paman dan musuhnya

2. Ia pun mengalami trauma berat atas pertempurannya di rumah yang selama ini ia anggap aman. Trauma itu membekas hingga menghantuinya setiap hari

3. Dengan hidup sendiri menjauh di pulau terpencil, Ji An bisa menyembuhkan trauma dan mengobati rasa bersalah karena pernah membunuh musuh pamannya

4. Tentu saja, alasan utama adalah Ji An ingin memulai hidup baru sebagai orang biasa dan melupakan statusnya sebagai pewaris toko senjata Murthehelp

5. Menjauh dari hiruk pikuk kota, Ji An ingin memulihkan dan menenangkan pikiran, apalagi di pulau terpencil itu gak ada seorang pun yang mengenalinya

6. Selain itu, jauh di dalam hatinya, Ji An gak percaya siapa pun lagi, termasuk pamannya karena selama ini sang paman menyembunyikan rahasia darinya

7. Ji An gak mau lagi hidup bersama pamannya karena ia membenci kehidupan gelap sang paman, apalagi banyak orang tewas karena pertempuran di rumahnya

Meski berat, Ji An harus mengambil keputusan hidup sendirian di tempat asing, sebuah pulau terpencil jauh dari rumahnya dan pamannya. Semua itu dilakukan demi melindungi dirinya dari incaran musuh pamannya.
Di pulau, Ji An hidup tenang dan ia memasang banyak ranjau depan rumahnya agar melindungi dirinya jikalau sewaktu-waktu musuh pamannya datang. Ia pun memutuskan kontak sama sekali dari pamannya karena trauma hampir mati dan trauma pernah membunuh orang sering menghantuinya setiap hari.





















