4 Alasan Kim Jin A Mau Jadi Partner Lee Han Young di The Judge Returns

Dalam drakor The Judge Returns, Kim Jin A (Won Jin Ah) merupakan karakter jaksa yang totalitas dalam menuntut terdakwa. Ia gak akan membiarkan orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kabur begitu saja. Ia merupakan karakter yang sulit di-handle atasannya karena ia termasuk salah satu jaksa yang paling kompeten.
Mempunyai etos kerja yang tinggi membuat hakim bernama Lee Han Young (Ji Sung) tertarik untuk menggaet Kim Jin A. Sebelumnya, Lee Han Young gak menyukai Kim Jin A karena terlalu gigih. Namun, berkat perempuan itu ia bisa sadar bahwa selama ini ia menjadi hakim yang gak adil. Kim Jin A memiliki beberapa pertimbangan hingga akhirnya mau jadi partner Lee Han Young. Berikut penjelasannya.
1. Mendapatkan akses yang selama ini sulit untuk ia dapatkan

Sebagai jaksa, Kim Jin A sering kesulitan untuk mengakses beberapa hal. Berbeda dengan hakim yang hanya membuat putusan di pengadilan, ia harus mencari bukti yang kuat untuk menuntut terdakwa. Belum lagi dengan birokrasi dan atasan yang sering korup membuat aksinya terkadang terhambat.
Lee Han Young sedang diincar untuk menjadi menantu pemilik firma hukum Haenal. Dari sepengetahuan Kim Jin A, Jang Tae Sik (Kim Pub Lae) dari S Group yang ingin ia ungkap kejahatannya memiliki kuasa hukum dari firma hukum Haenal. Kedatangan Lee Han Young membuat Kim Jin A mengetahui bahwa hakim tersebut memiliki akses informasi yang luas. Beberapa hal yang gak ia ketahui bisa ia dapatkan kejelasannya dari laki-laki itu.
2. Lee Han Young terikat hubungan dengan Kim Jin A sejak lama

Dalam salah satu episode, terungkap bahwa Lee Han Young memberikan informasi krusial mengenai kasus-kasus yang berhasil ia tangani. Ia memberitahu Kim Jin A bahwa Kim Jin A sangat cocok untuk jadi rekannya dan ia membawa perempuan itu ke tempat rongsokan yang jadi lingkungan kerja orangtuanya.
Kim Jin A lalu tersadar bahwa tempat itu dulu pernah ia kunjungi. Ia teringat ayah Lee Han Young disalahkan atas kejahatan yang gak dilakukan dan ayahnya turut terlibat dalam hal itu. Ia gak bisa menyalahkan sang ayah sebab keadaan saat itu sedang mendesak. Ia jadi tahu bahwa Lee Han Young menggunakan informasi ini bukan untuk memeras, tapi sebagai bukti bahwa mereka memiliki musuh yang sama.
3. Kepercayaan pada hasil, meski curiga pada metode

Sebagai jaksa, Kim Jin A tahu betul bahwa Lee Han Young bukan hakim sembarangan. Memang, laki-laki itu jabatannya masih rendah. Namun, jika berhasil menjatuhkan beberapa penjahat dengan strategi yang sangat rapi dan membuat para tokoh penting di dunia hukum gonjang-ganjing, itu berarti Lee Han Young merupakan pekerja keras.
Ia bisa melihat bahwa hasil yang diberikan Lee Han Young benar-benar membawa keadilan bagi para korban. Ia berpikir, daripada membiarkan Lee Han Young bergerak liar sendirian dan berpotensi melanggar hukum lebih jauh, lebih baik ia ikut campur untuk memastikan prosesnya tetap berada dalam koridor hukum yang bisa ia pertanggungjawabkan.
4. Mereka bisa saling melengkapi

Kim Jin A sadar bahwa ia punya apa yang tidak dimiliki Lee Han Young, yaitu reputasi dan integritas. Sebaliknya, Lee Han Young punya apa yang tidak dimiliki Kim Jin A yaitu intuisi dan data. Kim Jin A ingin pelaku kejahatan segera ditangkap dan mendapat hukuman yang setimpal. Dengan bekerja sama dengan Lee Han Young, ia bisa memastikan bahwa bukti-bukti yang telah ditemukan gak akan dimanipulasi di pengadilan.
Kim Jin A bersedia menjadi partner Lee Han Young karena beberapa alasan di atas. Mereka menjadi kombinasi yang sempurna karena sama-sama bertekad kuat untuk menegakkan keadilan.


















