TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Dampak Pola Asuh Toksik di Crash Course in Romance, Ambil Hikmahnya!

Sungguh miris!

Shin Jae Ha dan Kim Tae Jung di drakor Crash Course in Romance (dok. tvN/Crash Course in Romance)

Drakor Crash Course in Romance memang pantas mendapatkan rating tinggi di akhir penayangan episodenya. Pasalnya drakor tvN ini sukses bagikan banyak sekali hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik oleh para penontonnya. Misalnya mereka menampilkan sebab dan akibat pola asuh toksik baik dari sisi orangtua maupun anak.

Meskipun telah tamat 5 Maret 2023, drakor ini sulit dilupakan karena beri kesan mendalam dari masing-masing karakter dan jalan ceritanya. Nah inilah lima dampak pola asuh toksik yang disuguhkan melalui drakor Crash Course in Romance!

Baca Juga: 5 Pola Asuh Toksik di Drama Crash Course in Romance, Jangan Ditiru!

1. Kepribadian anak berubah menjadi temperamen

Shin Jae Ha di Crash Course in Romance (instagram.com/tvn_drama)

Seperti yang dicontohkan karakter Ji Dong Hee (Shin Jae Ha) ini, yang mana sifatnya berubah dari anak yang penurut menjadi anak yang temperamen dan suka balas dendam. Tekanan yang diberikan oleh ibunya membuatnya stres dan tertekan, alhasil ia nekat membunuh ibunya.

Perilakunya ini tidak dibenarkan, namun merupakan cerminan dan hasil dari pola asuh toksik orangtuanya. Jika saja orangtuanya tidak memaksakan kehendak dan tidak menuruti gengsi dalam hidup bermasyarakat terhadap anak, Ji Dong Hee mungkin akan tumbuh sebagai anak yang baik. Sungguh miris!

2. Anak cenderung terbelenggu inner child meski telah berusia dewasa

Shin Jae Ha di Crash Course in Romance (dok. tvN/Crash Course in Romance)

Ji Dong Hee menunjukkan kepada kita juga bahwa dampak pola asuh toksik tidak main-main karena anak yang mengalaminya akan selamanya terbelenggu dalam inner child meskipun telah menginjak usia dewasa.

Mereka akan menganggap diri mereka adalah anak kecil yang masih butuh bimbingan dan sandaran orang dewasa. Hal ini dikarenakan saat masih kecil orangtuanya tidak bisa menjadi sandaran dan tempat pulang baginya, sehingga saat dewasa mereka tetap haus akan kasih sayang dan perhatian, sedih banget!   

Baca Juga: 5 Sifat Buruk nan Toksik Karakter Jo Su Hee di Crash Course in Romance

3. Anak depresi hingga menutup diri dan tak percaya orang lain, terutama keluarganya

Kim Tae Jung di drakor Crash Course in Romance (dok. tvN/Crash Course in Romance)

Selain dua dampak di atas, penonton juga disuguhi dampak pola asuh toksik terhadap karakter kakak Lee Seon Jae. Ia ditekan oleh ibunya untuk bisa kuliah di luar negeri, namun ia gagal mencapai itu. Alhasil, ia harus mengurung diri di rumah agar orang lain tidak tahu bahwa ia gagal kuliah di luar negeri dan agar melindungi wajah ibunya dari rasa malu.

Lambat laun, ia menjadi sangat tertutup, jarang berinteraksi dengan keluarga, bahkan ia tidak percaya keluarganya sendiri. Hidup yang ia jalani rasanya palsu karena tekanan ibunya membuatnya seperti tidak miliki jati diri. Ia seperti boneka yang diatur kapanpun ibunya mau.

4. Baik anak maupun orangtua tidak bahagia

Lee Chae Min di Crash Course in Romance (dok. tvN/Crash Course in Romance)

Siapa bilang toksik parenting itu ujung-ujungnya bisa membuat bahagia? Nyatanya tidak, loh! Contohnya di Crash Course in Romance ini yang mana tiap anak merasa tidak bahagia, hidup penuh dengan tekanan setiap hari.

Begitupun orangtua, mereka gelisah tiap saat dan sulit percayai anaknya sendiri. Padahal tanpa pola asuh toksik pun akan akan selalu memikirkan keluarga dan bagaimana caranya membuat orangtua mereka bangga dan bahagia.

Baca Juga: 11 Pasang Karakter Crash Course in Romance yang Berakhir Happy Ending

Verified Writer

Navira Fatah

Menulis adalah membuat jejak kehidupan

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya