Belakangan ini, kabar mengenai erupsi gunung berapi kembali sering menghiasi berbagai lini masa. Bagi masyarakat yang berada di zona terdampak, pekatnya hujan abu vulkanik yang menyelimuti jalanan dan atap rumah membuat suasana bencana alam ini terasa begitu nyata. Masker kembali menjadi kebutuhan utama saat beraktivitas di luar ruangan, sementara rutinitas harian terpaksa melambat di bawah langit yang mendadak berubah kelabu.
Di tengah situasi alam yang sedang bergejolak ini, menarik untuk melihat bagaimana sinema menangkap fenomena tersebut. Film blockbuster Korea Selatan, Ashfall (2019), yang mengisahkan skenario fiksi letusan dahsyat Gunung Baekdu, ternyata menyajikan gambaran bencana yang sangat relevan dengan realita. Film ini tidak sekadar menjual efek visual raksasa, melainkan secara akurat memotret teror nyata dari sebuah erupsi vulkanik. Lantas, bagaimana karya sinematik ini menggambarkan kondisi erupsi dan hubungannya dengan dunia nyata? Berikut adalah beberapa poin utamanya.
