Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Cashero adalah Kritik Sosial Berkedok Superhero?

still cut drama Korea Cashero
still cut drama Korea Cashero (instagram.com/netflixkr)
Intinya sih...
  • Superhero tetap miskin sebagai kritik fantasi kelas D
  • Uang sebagai metafora kekuasaan dan ketidakadilan
  • Pahlawan dieksploitasi oleh sistem
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di permukaan, drakor Cashero tampak seperti drama fantasi-aksi yang ringan dan unik. Seorang pegawai negeri biasa mendadak memiliki kekuatan super yang bergantung pada uang tunai, konsep yang terdengar absurd sekaligus segar. Namun semakin jauh cerita berjalan, semakin jelas bahwa Cashero bukan sekadar kisah pahlawan dengan kekuatan nyeleneh.

Di balik adegan aksi dan humor satirnya, Cashero menyimpan kritik sosial yang tajam dan menyakitkan. Drama ini menggunakan genre superhero bukan untuk melarikan diri dari realitas, melainkan untuk menelanjangi kenyataan hidup modern, ketimpangan ekonomi, eksploitasi orang baik, dan sistem yang terus menekan mereka yang paling berkorban. Berikut beberapa bukti yang menunjukkan bahwa Cashero adalah kritik sosial berkedok superhero.

1. Superhero yang tetap miskin sebagai kritik fantasi kelas

still cut drama Korea Cashero
still cut drama Korea Cashero (instagram.com/netflixkr)

Dalam narasi superhero konvensional, kekuatan sering menjadi jalan pintas menuju status, kekayaan, atau setidaknya kehidupan yang lebih baik. Cashero dengan sengaja menghancurkan fantasi itu. Kang Sang Ung (Lee Joon Ho) tetap miskin, bahkan setelah menjadi “pahlawan”. Pilihan ini adalah kritik langsung terhadap mitos mobilitas sosial. Drama ini menegaskan bahwa dalam sistem tertentu, bahkan kekuatan luar biasa pun tidak cukup untuk keluar dari kemiskinan jika struktur sosialnya tetap timpang.

2. Uang sebagai metafora kekuasaan dan ketidakadilan

still cut drama Korea Cashero
still cut drama Korea Cashero (instagram.com/netflixkr)

Kekuatan Kang Sang Ung bergantung pada uang. Semakin banyak uang, semakin kuat ia. Namun, uang itu habis setiap kali digunakan. Ini bukan sekadar gimmick, melainkan metafora sosial yang sangat jelas. Cashero menunjukkan bahwa di dunia modern, kekuatan, baik fisik, politik, maupun moral, selalu terkait dengan modal. Orang baik boleh berjuang, tetapi tanpa uang, mereka akan selalu berada di posisi rapuh dan mudah dikorbankan.

3. Pahlawan yang dieksploitasi oleh sistem

still cut drama Korea Cashero
still cut drama Korea Cashero (instagram.com/netflixkr)

Alih-alih dirawat dan dilindungi, Kang Sang Ung justru terus diminta berkorban. Ia menyelamatkan orang, menjaga ketertiban, dan melawan kejahatan, tetapi tidak pernah mendapat jaminan hidup yang layak. Ini adalah kritik terhadap sistem yang mengagungkan pengorbanan individu tanpa menyediakan perlindungan struktural. Cashero mempertanyakan, sampai kapan orang baik harus terus memberi, sementara sistem hanya mengambil?

4. Moralitas yang selalu dibebankan pada orang lemah

still cut drama Korea Cashero
still cut drama Korea Cashero (instagram.com/netflixkr)

Dalam Cashero, dilema moral selalu jatuh ke pundak Kang Sang Ung. Ia yang harus memilih antara menolong orang atau menyelamatkan dirinya sendiri. Ia yang harus menanggung konsekuensi finansial, emosional, dan fisik. Drama ini mengkritik kecenderungan masyarakat untuk membebankan moralitas pada individu, terutama mereka yang paling tidak punya kuasa. Orang miskin diminta lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih berkorban, tanpa pernah diberi pilihan yang adil.

5. Kehidupan sehari-hari sebagai medan perang yang sesungguhnya

still cut drama Korea Cashero
still cut drama Korea Cashero (instagram.com/netflixkr)

Berbeda dari superhero yang melawan ancaman kosmik, Kang Sang Ung berjuang melindungi kehidupan sehari-hari. Jalanan, warga biasa, dan masalah kecil yang terus berulang menjadi rutinitas Kang Sang Ung. Pilihan ini menegaskan bahwa medan perang sesungguhnya bukan di langit atau dimensi lain, melainkan dalam rutinitas hidup yang menekan. Cashero mengangkat keseharian sebagai ruang konflik sosial yang paling brutal.

6. Superhero tanpa janji kebahagiaan

still cut drama Korea Cashero
still cut drama Korea Cashero (instagram.com/netflixkr)

Tidak ada janji bahwa Kang Sang Ung akan bahagia. Tidak ada kepastian bahwa semua pengorbanannya akan terbayar. Ini adalah pembongkaran besar terhadap formula superhero klasik. Cashero menolak narasi “akhir manis” sebagai solusi universal. Drama ini jujur, dalam dunia yang tidak adil, menjadi pahlawan sering kali berarti hidup lebih berat daripada sebelumnya.

7. Satir sebagai senjata utama

still cut drama Korea Cashero
still cut drama Korea Cashero (instagram.com/netflixkr)

Alih-alih berkhotbah, Cashero memilih satir. Kekuatannya absurd, aturannya menyiksa, dan konsekuensinya ironis. Namun, justru lewat absurditas inilah kritik sosialnya terasa paling tajam. Tertawa menjadi pintu masuk untuk menyadari kenyataan pahit. Cashero tidak menyuruh penonton menerima keadaan, tetapi mengajak mereka mempertanyakan sistem yang membuat absurditas ini terasa masuk akal.

Selain Cashero adalah kritik sosial berkedok superhero, drakor ini bercerita tentang dunia yang meminta kehadiran pahlawan tetapi tidak pernah siap merawat mereka. Di balik kostum dan kekuatan uniknya, Kang Sang Ung adalah representasi orang-orang biasa yang terus diminta berkorban demi stabilitas bersama. Itulah mengapa Cashero terasa begitu relevan dan menyakitkan, karena ia tidak menawarkan pelarian, melainkan cermin. Sebuah kritik sosial tajam yang dibungkus rapi dalam genre superhero.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Korea

See More

Jadwal Tayang Tiap Episode Drama Korea My Beloved Thief

02 Jan 2026, 04:07 WIBKorea