Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Dampak Kontroversi Film The Assassin(s), Picu Aksi Unjuk Rasa!
Lee Min Ho, Park Hae Il, dan Yoo Hai Jin (x.com/TIFF_NET)
  • Film The Assassin(s) memicu kritik dugaan distorsi insiden 1974 terkait Presiden Park Chung Hee dan Yuk Young Soo, hingga agenda promosi di BIFF 2026 dibatalkan.
  • Seruan boikot meluas ke ranah komersial; sejumlah merek menghapus iklan Yoo Hae Jin, mengakhiri kampanye, atau mengonfirmasi berakhirnya kontrak dengan Lee Min Ho.
  • Kelompok warga dan konservatif berdemonstrasi di rumah Yoo Hae Jin serta kantor Hive Media Corp, sementara artis pemberi ulasan positif juga diserbu komentar negatif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dibalik kesuksesan film The Assassin(s), kontroversi besar menyelimutinya. Lantaran film ini mengangkat peristiwa sejarah yang sangat sensitif, yakni insiden percobaan pembunuhan Presiden Park Chung Hee pada 1974 yang menewaskan Ibu Negara Yuk Young Soo.

Akibatnya, film ini mendapat kritik keras atas dugaan distorsi sejarah. Meski pihak The Assassin(s) telah merilis klarifikasi, namun kemarahan dari berbagai pihak belum mereda. Polemik panas ini kian bergulir liar hingga memicu aksi unjuk rasa. Berikut adalah 4 dampak besar dari kontroversi film The Assassin(s).

1. Pembatalan agenda promosi di Busan International Film Festival (BIFF) 2026

Pembatalan jadwal The Assassin(s) di BIFF 2026 (x.com/hivemediacorp)

Salah satu dampak langsung dari polemik ini adalah terganggunya agenda promosi The Assassin(s) di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Awalnya para pemeran utama, seperti Yoo Hae Jin, Park Hae Il, dan Lee Min Ho dijadwalkan akan hadir di beberapa sesi di BIFF.

Namun, Hive Media Corp terpaksa membatalkan semua agenda yang melibatkan The Assassin(s) di BIFF. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi potensi kekacauan dan gangguan keamanan di lokasi acara seiring dengan memanasnya kongroversi.

2. Aksi pemboikotan terhadap aktor dan aktris yang terlibat

Para pemeran di film The Assassin(s) (x.com/hivemediacorp)

Tekanan publik yang masif dengan cepat merembet ke ranah komersial. Banyak netizen yang menyerukan gerakan boikot terhadap merek-merek yang bekerja sama dengan jajaran pemain The Assassin(s). Merespons tekanan tersebut, sejumlah brand menghapus iklan yang menampilkan aktor dari film The Assassin(s).

Melansir Korea JoongAng Daily, restorn cepat saji Burger King secara bertahap menghapus poster yang menampilkan Yoo Hae Jin. Kiwoom Securities juga mengakhiri kampanye iklan yang melibatkan Yoo Hae Jin lebih awal dari jadwal yang direncanakan. Sementara Genesis BBQ, mengonfirmasi berakhirnya kontrak dengan aktor Lee Min Ho.

3. Aksi unjuk rasa di depan rumah Yoo Hae Jin

Yoo Hae Jin (x.com/hivemediacorp)

Puncak dari kemarahan publik tidak lagi terbatas pada kritik, tapi juga aksi di dunia nyata. Sejumlah asosiasi warga dan kelompok organisasi konservatif menggelar aksi unjuk rasa secara langsung di depan kediaman pribadi aktor utama, Yoo Hae Jin.

Sejumlab kelompok juga menggelar aksi di depan kantor Hive Media Corp. Tuntutan utama mereka adalah penghentian penayangan film The Assassin(s) dan permintaan maaf dari pihak produksi dan para pemain. Aksi penolakan ini sempat memicu pengawasan ketat dari aparat kepolisian setempat.

4. Sejumlah artis yang memberi ulasan positif ikut kena imbas

Komentar Kim Go Eun di The Assassin(s) (x.com/hivemediacorp)

Kontroversi film The Assassin(s) bukan hanya berimbas pada para pemeran maupun pihak produksi, tapi juga para artis yang menghadiri pemutaran VI. Sejumlah selebriti yang mengunggah ulasan positif ikut diserbu komentar negatif oleh netizen.

Sebelumnya, The Assassin(s) menggelar pemutaran VIP pada 21 September 2026. Tak lama, distributor film merilis komentar tulisan tangan dari beberapa artis yang hadir. Dua diantaranya yang disorot adalah komentar dari Lee Young Ae dan Kim Go Eun.

Awalnya tak ada masalah dengan komentar tersebut, sampai pada perilisan perdana The Assassin(s) di bioskop. Seiring dengan membesarnya kontroversi, kritik pun turut membanjiri Lee Young Ae dan Kim Go Eun.

Kontroversi film The Assassin(s) ini menjadi cerminan nyata betapa sensitifnya persinggungan antara karya seni dan rekonsiliasi sejarah di Korea Selatan. Semoga masalah ini segera menemukan jalan keluar terbaik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article