4 Dampak Pelecehan Seksual yang Digambarkan di Honour, Tersudut!

- Kehidupan sosial yang gak stabilSetelah mengalami kekerasan seksual, Jo Yoo Jeong mengalami serangan panik ketika berhadapan dengan Kang Eun Seok. Pengadilan meminta pemeriksaan silang atas ajuan pengacara Kang Eun Seok.
- Mengisolasi diri sendiriJo Yoo Jeong merasa malu dan enggan mengungkapkan kasusnya pada siapapun. Kondisi masyarakat membuatnya lebih mudah cemas dan dianggap berdosa, menyebabkan isolasi diri.
- Karier, finansial, dan kesehatan tergangguMasalah mental membuat korban antipasti terhadap lingkungan sekitar. Kehidupan sosial yang terganggu juga mempengaruhi aspek karier,
Drakor Honour (2026) menceritakan tentang 3 pengacara yang mengkhususkan diri untuk menangani kejahatan yang dialami para perempuan selama 10 tahun belakangan. Ketiga perempuan ini bekerja di sebuah firma hukum, L&J, yang saat ini menangani kasus kekerasan seksual yang dialami oleh Jo Yoo Jeong (Park Se Hyun). Jo Yoo Jeong diduga menjadi korban dari seorang aktor ternama yang digilai banyak orang, Kang Eun Seok (Lee Chan Hyeong).
Namun, kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang dialami oleh Jo Yoo Jeong ini malah memberatkan korban. Kasus yang dialami Jo Yoo Jeong ini semakin membesar setelah pengacaranya tahu jika terdapat banyak pendukung besar di balik Kang Eun Seok. Mereka yakin jika kasus ini akan membuat seluruh negeri gempar jika terungkap.
Namun, drakor ini berhasil menggambarkan dampak pelecehan dan kekerasan seksual dalam 3 episode saja. Lalu, apa saja dampak pelecehan seksual yang dialami korban di drakor Honour?
Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.
1. Kehidupan sosial yang gak stabil

Setelah mengalami kekerasan seksual, Jo Yoo Jeong mengalami serangan panik ketika berhadapan dengan Kang Eun Seok. Selama pemeriksaan, aparat negara menolak mediasi yang menghadirkan Kang Eun Seok dan Jo Yoo Jeong dalam satu tempat. Sayangnya, pengadilan malah meminta untuk pemeriksaan silang atas ajuan dari pengacara Kang Eun Seok.
Gak cukup sampai disini, Jo Yoo Jeong seakan terus merasa ketakutan menjalani hidupnya. Dia menunjukkan rasa gak percaya diri pada orang lain sekalipun pengacaranya sendiri. Kejadian ini jelas membuat Jo Yoo Jeong kesulitan beradaptasi di lingkungan sosialnya.
2. Mengisolasi diri sendiri

Ketika Jo Yoo Jeong mengalami ini, dia merasa sangat malu akan kondisinya. Dia gak ingin mengungkapkan fakta mengenai kasus yang menimpanya pada siapapun. Jo Yoo Jeong berusaha keras untuk gak berhadapan dengan banyak orang di sekitarnya.
Gak hanya pada internal, kondisi masyarakat saat ini jelas membuat Jo Yoo Jeong lebih mudah cemas. Dia akan mengalami berbagai tekanan sosial yang membuatnya dianggap sangat berdosa. Kekerasan dan pelecehan seksual sayangnya masih sangat dianggap tabu. Baik masyarakat dan aparat keamanan masih menganggap jika kasus ini juga merupakan kesalahan korban.
Hal ini jelas membuat Jo Yoo Jeong keras ke dirinya sendiri. Dia bahkan berpotensi untuk mengalami gangguan mental hingga PTSD.
3. Karier, finansial, dan kesehatan terganggu

Masalah mental yang muncul ini membuat korban menjadi lebih antipasti terhadap lingkungan sekitar. Dia bisa saja menemukan berbagai pemicu ketika menjalani harinya. Kondisi ini bisa jadi sebuah tanda bahaya yang akan mengganggu kehidupan sosial korban.
Ketika kehidupan sosial korban terganggu, banyak aspek di kehidupan mereka juga terdampak. Bukan hal yang mengejutkan jika korban juga terdampak dalam segi karier dan finansialnya. Gak cukup sampai di sana, para korban juga berpotensi mengidap berbagai penyakit seksual lainnya.
4. Memicu bunuh diri

Ketika tekanan sosial sudah gak terkendali, korban biasanya merasa jika gak akan ada orang yang menolongnya. Gak hanya itu, pertolongan ini juga bisa menjadi sebuah tekanan ketika korban malah menjadikan dirinya sebagai beban untuk orang-orang terkasih. Hal ini jelas menjadi salah satu alasan kenapa Jo Yoo Jeong memilih bunuh diri.
Tekanan pelaku pada dirinya juga terus terjadi di setiap waktu. Mereka bahkan gak ragu untuk mengancam Jo Yoo Jeong dengan sosok kakak yang menjadi satu-satunya keluarga korban. Hal ini jelas menjadi sangat menyedihkan dan menyesakkan yang terjadi pada Jo Yoo Jeong.
Kasus yang dialami Jo Yoo Jeong ini jelas menjadi pembuka mata penonton. Kasus ini juga bisa terjadi di sekeliling kita. Sayangnya, masyarakat gak menyadari jika korban kekerasan dan pelecehan seksual ini wajib menjadi atensi utama dan dilindungi dari segala sisi.


















