Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Dilema yang Dihadapi Dokter di Doctor X: Mafia in White

3 min read
4 Dilema yang Dihadapi Dokter di Doctor X: Mafia in White
Cuplikan drakor Doctor X (dok.SBS/Doctor X)
  • Rumah Sakit Guseo, rujukan terbesar wilayahnya, menghadapi kritik pelayanan akibat sistem lama yang kekurangan tenaga medis, terutama di bedah dan IGD, sehingga dokter bekerja berlebihan.
  • Hierarki kuat membuat dokter magang dan residen menanggung kesibukan besar, sementara sejumlah dokter senior kerap melempar tanggung jawab saat menghadapi pasien kritis.
  • Komunikasi buruk dokter senior kepada pasien serta interupsi dan tekanan dari atasan memperparah sistem rumah sakit; residen dan magang menjadi pihak yang paling sering terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Drakor Doctor X: Mafia in White (2026) menggambarkan dinamika kerja dokter dan pegawai rumah sakit Guseo. Rumah sakit ini dikenal sebagai rujukan terbesar di wilayah tersebut, namun penuh dengan kritik masyarakat mengenai pelayanannya. Sebagai seorang pegawai, dokter setempat sadar akan kekurangan sistem rumah sakit pada kepemimpinan lama.

Sayangnya, kekurangan ini gak hanya dirasakan oleh para dokter magang dan residen saja. Beberapa dokter senior juga secara sadar menghadapi akibat yang ditimbulkan ini. Sayangnya, ada aturan yang gak tertulis sebagai budaya pendidikan dokter yang membuat situasi semakin rumit. Lalu, apa saja dilema yang dihadapi para dokter di drakor Doctor X: Mafia in White?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

  1. 1. Beban kerja yang terlalu berat namun kurangnya tenaga medis

    Cuplikan drakor Doctor X
    Cuplikan drakor Doctor X (dok.SBS/Doctor X)

    Departemen bedah menjadi salah satu departemen yang kekurangan tenaga kerja. Departemen ini hanya ada seorang dokter magang, Park Tae Gyeong (Kim Woo Seok), yang bekerja membantu para residen. Sayangnya, beban kerja departemen bedah ini gak sebanding dengan tekanan dan beban kerja yang mereka dapatkan.

    Gak hanya itu, departemen IGD juga menjadi salah satu departemen tersibuk namun minim tenaga kerja bantuan. Sebagai kepala IGD, Kim Sung Jin (Heo Joon Seok), beberapa kali meminta bantuan direktur untuk menambah dokter jaga. Sayangnya, birokrasi dan minimnya tenaga dokter magang membuat Kim Sung Jin harus bekerja ekstra keras dan kelelahan.

  2. 2. Hierarki yang kental, namun suka lempar tanggung jawab

    Cuplikan drakor Doctor X
    Cuplikan drakor Doctor X (dok.SBS/Doctor X)

    Pola kerja rumah sakit Guseo ini sebenarnya menjadi salah satu gambaran budaya di kalangan tenaga medis. Dokter senior digambarkan menjadi sosok yang sangat haus akan rasa hormat dari dokter juniornya. Buktinya, dokter residen dan dokter magang menjadi salah satu orang tersibuk di rumah sakit. 

    Sayangnya, ilmu dan kemampuan dokter senior malah membuat mereka suka melempar tanggung jawab. Di beberapa kasus, mereka kerap bersikap pasrah ketika pasien berada di situasi kritis dengan kemungkinan sembuh sedikit. Gak ada orang yang mau dianggap gagal menangani pasien tersebut. Situasi ini jelas gak masuk akal karena dokter senior umumnya memang punya tanggung jawab besar.

  3. 3. Komunikasi dokter senior yang buruk hingga kehilangan pasien

    Cuplikan drakor Doctor X
    Cuplikan drakor Doctor X (dok.SBS/Doctor X)

    Mun Yeong Jong (Kim Do Young) adalah salah satu dokter senior yang menganggap status sosialnya sangat tinggi. Dia marah dan melampiaskan kemarahannya ke dokter residen ketika pasien butuh penjelasan ekstra. Sebagai seorang dokter yang termasuk ke pekerja sosial, Mun Yeong Jong menganggap pasien tersebut kurang ajar karena menanyakan pertanyaan yang didapatkan di internet ke praktisi.

    Kondisi ini jelas sangat gak ideal. Sebagai seseorang yang belajar menjadi praktisi sekaligus edukator, Mun Yeong Jong memang diwajibkan untuk menjelaskan situasi pasien dengan sangat baik. Dia gak bisa memberikan tanggung jawab tersebut ke dokter residen yang masih belajar. Sayangnya, ego dan harga diri yang ditempatkan di tempat salah membuat Mun Yeong Jong bersikap buruk.

  4. 4. Interupsi atasan dan tekanan untuk berkembang

    Cuplikan drakor Doctor X
    Cuplikan drakor Doctor X (dok.SBS/Doctor X)

    Direktur Bu Seung Gwon (Son Hyun Joo) digambarkan sebagai sosok yang dingin dan berjarak dari kekuasaan pemerintah. Dia gak punya relasi yang cukup baik dengan Kim Chang Soo (Jung Suk Young) yang merupakan salah satu anggota cukup berpengaruh di perkumpulan dokter ini. Kim Chang Soo merasa jika rumah sakit Guseo gak pernah bisa berkembang bahkan setelah bala bantuan datang.

    Sayangnya, Kim Chang Soo gak sadar jika ada kebobrokan sistem dalam dunia kedokteran yang merupakan perannya juga. Beberapa orang menganggap status dokter senior menjadi surat aman untuk kehidupan stabil. Sayangnya, mereka bersikap semaunya bahkan bisa minum alkohol ketika praktik.

    Dilema ini jelas dirasakan banyak pihak dari level direktur hingga dokter magang. Namun, dokter residen dan dokter magang jelas menjadi korban paling sering. Bagaimana menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More