Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Drakor yang Menuai Kritik Netizen di Awal Tahun 2026, Kenapa?

3 Drakor yang Menuai Kritik Netizen di Awal Tahun 2026, Kenapa?
Park Seo Ham dan Roh Jeong Eui di drama Our Universe (Dok. tvN/Our Universe)

Kontroversi tentunya merupakan topik sensitif yang tak ingin dialami oleh semua orang. Bahkan, drama Korea pun kerap mendapatkan kritikan yang akhirnya disebut sebagai kontroversi. Kritikannya dilayangkan ke tim produksi, kisah hingga para pemainnya.

Berbagai alasan membuat dramanya harus mengalami krisis hingga terancam diboikot. Kontroversi pun mengelilingi beberapa drakor di kuartal pertama tahun ini. Apa alasannya? Simak selengkapnya di bawah ini, yuk!

1. Our Universe

Park Seo Ham dan Roh Jeong Eui di drama Our Universe
Park Seo Ham dan Roh Jeong Eui di drama Our Universe (Dok. tvN/Our Universe)

Our Universe telah menamatkan kisahnya dalam 12 episode dengan tema keluarga. Kisahnya tentang dua saudara ipar tak akur yang mulai tinggal bersama setelah kakak mereka meninggal dunia. Hal ini dilakukan untuk merawat ponakannya yang baru berusia 20 bulanan. Namun, romansa justru mulai mengelilingi kehidupan mereka. Terlebih lagi, ada kehadiran cinta pertama yang menimbulkan cinta segitiga.

Selama penayangan, ternyata drama ini sempat menuai kritikan dari penonton. Bahkan, banyak penggemar asal Indonesia yang juga menyampaikan kekesalannya di kolom komentar sosial media stasiun televisi hingga pemainnya. Hal ini disebabkan karena penampilan second lead yang dinilai lebih mendominasi.

Para penonton sendiri sudah dibuat jatuh hati dengan kisah keluarga Sun Tae Hyeong (Bae In Hyuk) dan Sun Woo Joo (Park Yoo Ho). Chemistry pria tersebut juga sudah berhasil ditunjukkan dengan baik. Namun, romansa Woo Hyun Jin (Roh Jeong Eui) dan Park Yoon Seong (Park Seo Ham) dianggap terlalu dominan dari interaksinya dengan Sun Tae Hyeong yang merupakan pasangan utama. Terlebih lagi, hal itu berlangsung dalam beberapa episode.

2. The Practical Guide to Love

Han Ji Min di drama The Practical Guide to Love
Han Ji Min di drama The Practical Guide to Love (instagram.com/jtbcdrama)

Dirilis pada 28 Februari 2026 lalu, The Practical Guide to Love sempat menuai kritikan dari penonton. Dramanya mengisahkan seorang perempuan bernama Lee Ui Young (Han Ji Min) yang alami kesepian di usia 30 tahunan. Dirinya pun mengikuti kencan buta untuk mencari cinta sejati.

Sayangnya, kisah tersebut dianggap ketinggalan zaman yang tak sesuai dengan kondisi di tahun 2026. Pandangan tentang pernikahan tak lagi sama seperti dulu yang lebih memilih untuk menikah muda. Pemilihan Han Ji Min sebagai karakter utama pun ikut disorot karena sang aktris telah berusia 40 tahunan.

My Lovely Sam Soon yang tayang pada tahun 2005 silam pun ikut dibandingkan dengan drama The Practical Guide to Love. Drakor juga menyinggung usia 30 tahunan yang masih dianggap sebagai masalah pada tahun tersebut. Namun, kini zaman telah berkembang dan mulai berubah, kisah perempuan usia 30 tahunan pun dianggap tak sesuai dengan masa kini.

3. Can This Love Be Translated?

Sota Fukushi dan Go Youn Jung di drama Can This Love Be Translated?
Sota Fukushi dan Go Youn Jung di drama Can This Love Be Translated? (instagram.com/netflixkr)

Walau sukses besar, Can This Love Be Translated? juga tak luput dari kritikan sebelum dramanya dirilis. Hal ini disebabkan oleh kehadiran aktor Jepang bernama Sota Fukushi yang digaet sebagai second lead. Tak sedikit orang yang mengklaim boikot pada drakor tersebut.

Hal ini disebabkan oleh kontroversi sang aktor dalam program khusus peringatan 70 tahun yang ditayangkan di Fuji TV pada tahun 2015 lalu. Ia membacakan surat pasuka komando dan mewawancarai para penyintas. Sang aktor juga mengungkapkan rasa hormat dan juga terima kasih pada sang kakek yang juga menjadi penyintas. Tayangan tersebut berhasil membuat warga Jepang ikutan meneteskan air mata karena mengingat perjuangan para penyintas.

Sayangnya, pernyataan tersebut menimbulkan kritikan dari orang-orang Korea Selatan. Bukan tanpa alasan, Korea Selatan menjadi salah satu negara yang pernah dijajah oleh Jepang. Pernyataan Sota Fukushi pun menimbulkan stigma sayap kanan di warga Korea Selatan. Hal ini membuat Can This Love Be Translated? mendapat seruan boikot pada para netizen Korea Selatan.

Selama penayangan, sederet drakor di atas menuai pro konta di kalangan penggemar. Namun, ada pula drama yang tetap berhasil meraih kesuksesan dengan popularitas tinggi. Meski begitu, para tim produksi diharapkan bisa menjadikan kritikan tersebut sebagai pelajaran agar dramanya bisa diterima lebih banyak penonton lagi. Siapa yang justru suka sama drakor di atas, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us