5 Fakta Peran Ha Ji Won di Drama Climax, Jadi Istri Ju Ji Hoon

- Ha Ji Won comeback lewat drama politik thriller Climax, memerankan Chu Sang Ah, aktris papan atas yang hidupnya berubah setelah menikah dengan jaksa ambisius Bang Tae Seob.
- Pernikahan Sang Ah dan Tae Seob memicu kontroversi karena perbedaan status sosial serta motif tersembunyi di balik hubungan mereka yang sarat kepentingan kekuasaan.
- Saat popularitasnya meredup, Sang Ah terlibat dalam jaringan kartel kekuasaan demi mempertahankan pengaruh di tengah dunia hiburan dan politik yang penuh intrik.
Kehadiran Ha Ji Won dalam drakor thriller politik berjudul Climax, langsung menuai sorotan. Proyek ini bukan sekadar drama baru dalam daftar filmografinya, tetapi menjadi panggung comeback Ji Won yang benar-benar dinantikan. Setelah terakhir tampil di layar kaca lewat Curtain Call (2022), Ha Ji Won memang lebih jarang mengambil proyek drama reguler.
Kali ini, Ha Ji Won menghidupkan karakter Chu Sang Ah, aktris papan atas Korea yang hidupnya berubah drastis setelah menikah dengan jaksa ambisius berlatar belakang sederhana bernama Bang Tae Seob (Ju Ji Hoon). Pernikahan tersebut menyeretnya masuk ke dalam pusaran permainan kekuasaan di lingkaran elit politik, konglomerat, dan industri hiburan yang saling terhubung dalam jaringan kepentingan berbahaya. Simak beberapa fakta peran Ha Ji Won di Climax berikut ini.
1. Ha Ji Won memerankan Chu Sang Ah, aktris papan atas yang terbiasa hidup di tengah skandal

Chu Sang Ah bukanlah aktris biasa, ia adalah figur publik dengan reputasi, pengaruh, dan pengakuan publik yang kuat di industri hiburan Korea. Namun di sepanjang kariernya, ia kerap diikuti berbagai skandal. Menariknya, Sang Ah tidak terguncang oleh opini publik atau gosip apapun. Menurutnya, ia sudah terlalu lama berada di atas untuk goyah hanya karena rumor tidak jelas.
Alih-alih takut pada komentar orang lain, Chu Sang Ah justru lebih takut melihat versi dirinya yang rapuh dan menyedihkan. Ia takut melihat dirinya sendiri mulai meredup, kehilangan kendali atas hidupnya, kehilangan pengaruh, dan tidak lagi berada di puncak. Karena itu, Sang Ah sangat sadar akan nilai dirinya.
2. Sang Ah mengejutkan publik karena pernikahannya dengan jaksa berlatar belakang sederhana

Di tengah puncak karier, Chu Sang Ah mengumumkan pernikahannya dengan Bang Tae Seob (Ju Ji Hoon), seorang jaksa ambisius yang ingin berada di puncak kekuasaan Korea Selatan. Keputusan ini memicu berbagai rumor dan spekulasi, karena perbedaan status sosial mereka yang cukup kontras. Banyak pihak mempertanyakan motif di balik pernikahan itu, terutama karena Sang Ah berada dalam posisi yang secara sosial dan ekonomi lebih mapan.
Faktanya, hubungan Sang Ah dan Tae Seob memang tidak dibangun atas dasar romansa semata. Setidaknya bagi Tae Seob, posisi Sang Ah sangat krusial sebagai akses sosial menuju lapisan sosial yang lebih tinggi ke kalangan elit, konglomerat, dan lingkaran berpengaruh lainnya yang otomatis bersinggungan dengan struktur kekuasaan.
3. Popularitas Sang Ah mulai terancam redup di tengah ambisi politik suaminya

Tak disangka, ketakutan Sang Ah terjadi. Setelah menikah, lambat laun popularitasnya mulai menurun dan dijuluki sebagai aktris yang kehilangan masa emasnya. Proyek-proyeknya juga banyak yang gagal dan semakin memperlemah posisinya di industri. Bahkan, insiden pembunuhan sepuluh tahun lalu kembali muncul dan mengancam reputasinya.
Semua ini terjadi di tengah ambisi politik suaminya yang sedang naik. Hubungan pernikahan Sang Ah dan Tae Seob pun mulai ada indikasi ketegangan, kecurigaan, dan ambisi tersembunyi di dalamnya. Tae Seob bahkan mencurigai istrinya menyembunyikan sesuatu dan meminta seseorang untuk menyelidikinya.
4. Demi melindungi kepentingannya, Sang Ah mulai terlibat dalam kartel kekuasaan

Meski tak lagi berdiri di puncak popularitas, hilangnya panggung tidak serta-merta memadamkan ambisi Chu Sang Ah agar tetap relevan. Justru dalam fase inilah sisi paling kompleks dari dirinya mulai terlihat. Ia menyadari satu hal penting, selama ia masih berada di lingkaran kekuasaan, maka ia belum benar-benar kehilangan peran.
Jika dulu ia mengandalkan popularitas dan industri hiburan untuk mempertahankan eksistensi, kini ia melihat bahwa pengaruh politik bisa menjadi alat yang jauh lebih kuat. Sang Ah mulai membaca situasi, mempertimbangkan langkah, dan secara perlahan terjun ke pusaran kartel kekuasaan yang penuh intrik dan berbahaya.
5. Chu Sang Ah berdiri di tengah pusaran ambisi dunia hiburan dan permainan kekuasaan

Melalui karakter Chu Sang Ah, Climax memperlihatkan bagaimana industri hiburan tidak terpisah dari politik dan kekuasaan. Popularitas, citra, dan skandal dapat menjadi alat tawar-menawar dalam permainan kelompok elite. Sang Ah menjadi simbol bagaimana seorang selebritas bisa menjadi pion atau bahkan pemain dalam sistem yang lebih besar.
Sang Ah memahami bahwa reputasi bisa menjadi tameng sekaligus senjata. Dunia hiburan yang dahulu memberinya ketenaran kini berubah menjadi medan rapuh yang bisa sewaktu-waktu menjatuhkannya jika ia salah langkah. Jika kamu penasaran melihat bagaimana Sang Ah bertahan dalam permainan elite yang penuh intrik, Climax layak masuk daftar tontonanmu. Jangan lewatkan penayangan perdananya pada 16 Maret 2026 di Genie TV dan Disney+ pukul 22.00 KST, ya!