Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Fakta Sejarah Gerakan 1 Maret di Drakor 100 Days of Deception

3 min read
3 Fakta Sejarah Gerakan 1 Maret di Drakor 100 Days of Deception
Cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok.tvN/100 Days of Deception)
  • Gerakan 1 Maret 1919 bermula dari deklarasi kemerdekaan Korea di Tapgol Park, dipimpin 33 tokoh setelah invasi dan kebijakan Jepang menekan masyarakat Korea.
  • Pemerintah Jepang merespons dengan pengerahan polisi dan militer; dalam tiga bulan terjadi 1.500 demonstrasi, sekitar 7.000 orang tewas, 16.000 terluka, serta puluhan ribu dipenjara.
  • Pasca-gerakan, pemerintahan kecil Korea dibentuk di Shanghai pada 11 April 1919 untuk menjalankan diplomasi, pendidikan, dan media tersembunyi; peristiwa ini menjadi latar kisah Yoo So Ran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peristiwa 1 Maret menjadi sebuah latar yang banyak disinggung dalam drakor 100 Days of Deception (2026). Yoo So Ran (Kim Hyun Joo) dulunya seorang ibu rumah tangga yang cukup sederhana dengan profesi suaminya sebagai guru. Kehidupannya mulai berubah setelah suaminya dituduh sebagai salah satu pelopor peristiwa 1 Maret 1919 di desa mereka.

Saat itu, tentara Jepang menyerbu desa dan menangkap suami Yoo So Ran. Mereka memaksa laki-laki tersebut untuk berbicara dengan ancaman anak dan istrinya akan dibunuh. Sayangnya, setelah sang suami mengakui itu, anak mereka harus meregang nyawa setelah ditembak mati tentara Jepang.

Sejak saat itu, Yoo So Ran mulai bertekad membalaskan dendam dengan bergabung ke sebuah kelompok yang disebut Gugukdan di Shanghai, China. Lalu, apa saja fakta sejarah gerakan 1 Maret di drakor 100 Days of Deception?

  1. 1. Aksi damai masyarakat Korea

    Cuplikan drakor 100 Days of Deception
    Cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok.tvN/100 Days of Deception)

    Semuanya bermula ketika Jepang melakukan invasi ke Korea di tahun 1910. Saat itu, Jepang mengambil alih ekonomi Korea dan melakukan proses penerapan paksa budaya Jepang di Korea. Kondisi ini terus terjadi hingga Perang Dunia I pecah. Di tahun 1918, presiden Amerika saat itu, Woodrow Wilson, mengumumkan rencana perdamaian dunia, termasuk kebebasan negara untuk menyuarakan kemerdekaan.

    Di pertengahan tahun 1910, beberapa mahasiswa asal Korea yang belajar di Jepang mendiskusikan beberapa pendapat setelah gerakan Demokrasi Taisho dan 14 poin kemerdekaan dari Wilson. Pada 8 Februari 1919, 600 mahasiswa dari organisasi independen masyarakat muda Korea mendeklarasikan kemerdekaan Korea atas Jepang setelah menduga jika mantan raja Korea, Gojong, diduga meninggal karena diracuni oleh Jepang. Sayangnya, 600 mahasiswa tersebut dipenjara secara masif oleh Jepang dan kabarnya terdengar hingga Korea.

    Pada 1 Maret 1919, gerakan deklarasi kemerdekaan diawali di sebuah tempat bernama Tapgol Park. Di taman tersebut, terdapat 33 orang yang menjadi pemimpin gerakan yang bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan Korea. Kabar ini mulai menyebar ke berbagai penjuru dunia dan mematik berbagai gerakan perjuangan kemerdekaan Korea.

  2. 2. Respon Jepang

    Cuplikan drakor 100 Days of Deception
    Cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok.tvN/100 Days of Deception)

    Sayangnya, respon Jepang terhadap gerakan ini cukup agresif. Pemerintah Jepang yang menduduki Korea memerintahkan berbagai polisi dan militer bersenjata untuk menyisir seluruh sudut negeri dan menekan berbagai lini masyarakat yang turut berperan dalam gerakan tersebut. Jepang bahkan mendatangkan pasukan bersenjata langsung dari negeri mereka untuk membantu penyisiran ini.

    Selama 3 bulan dari pecahnya gerakan ini, terdapat 1.500 demonstrasi dengan perkiraan kehadiran sebanyak 2 juta masyarakat. Sejak saat itu, terdapat 7 ribu masyarakat yang dibunuh militer dan polisi Jepang. Gak hanya itu, diperkirakan 16 ribu masyarakat juga terluka karena hal ini. 

    Gak cukup sampai di sana, 715 rumah pribadi, 47 gereja, dan 2 bangunan sekolah juga dibakar secara brutal. Sebanyak 46 ribu masyarakat Korea yang dipenjara dan 10 ribu diantaranya telah diadili.

  3. 3. Pendirian organisasi kemerdekaan di Shanghai

    Cuplikan drakor 100 Days of Deception
    Cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok.tvN/100 Days of Deception)

    Kegagalan gerakan tersebut ternyata memperkuat gerakan masyarakat Korea. Kondisi ini menjadi sebuah pemicu terbentuknya sebuah pemerintahan kecil Korea di Shanghai, China pada 11 April 1919. Selama 26 tahun, pemerintahan kecil ini beroperasi di beberapa kota, termasuk Hangzhou, Changsa, dan Chongqing. 

    Organisasi ini mengurus beberapa langkah diplomatik, seperti pendidikan dan media tersembunyi. Gerakan ini dibantu oleh media China setempat karena Korea sendiri gak punya media independen untuk menyebarkan dialek kemerdekaan. Organisasi ini terus dijalankan dan berhasil mencuri perhatian dunia saat itu.

    Gerakan 1 Maret 1919 ini gak hanya menjadi sebuah gerakan kosong. Karakter Yoo So Ran menjadi sebuah simbol kehilangan dan ambisi balas dendam pada invasi Jepang yang menghilangkan nyawa anaknya saat itu. Setuju dengan ini? 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More