Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Film Karya Hur Jin Ho dari Kisah Nyata, Terbaru The Assassin(s)
Film The Assassin's (dok. Hive Media Corp/The Assassin's)
  • Sutradara Korea Selatan Hur Jin Ho, yang aktif sejak 1993, menyiapkan The Assassin(s) untuk 2026 sebagai film terbarunya yang terinspirasi peristiwa nyata.
  • The Last Princess mengangkat perjalanan tragis Putri Deokhye, yang dipaksa ke Jepang, mengalami tekanan politik dan pribadi, lalu dibantu sahabatnya untuk kembali ke Joseon.
  • Forbidden Dream menyoroti kerja sama Raja Sejong dan ilmuwan Jang Yeong Sil, sementara The Assassin(s) mengikuti investigasi penembakan 1974 yang menewaskan Ibu Negara Korea Selatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hur Jin Ho merupakan salah satu sutradara senior asal Korea Selatan yang sudah menggarap film sejak tahun 1993 silam. Hingga kini, ia masih terus aktif menyutradarai berbagai film-film. Di tahun 2026 ini, ia juga akan kembali menggarap film terbarunya yang berjudul The Assassin(s).

Karya film terbarunya ini diangkat dari kisah nyata yang mengisahkan tentang peristiwa upaya pembunuhan terhadap Presiden Park Chung Hee, saat upacara Hari Pembebasan Nasional. Termasuk The Assassin(s), berikut ini tiga film garapan Hur Jin Ho yang diangkat dari kisah nyata.

1. The Last Princess (2016)

Film The Last Princess (dok. Lotte Entertainment/The Last Princess)

The Last Princess diangkat dari kisah nyata kehidupan tragis Putri Deokhye, putri bungsu dari Kaisar Gojong yang merupakan penguasa terakhir Dinasti Joseon, Korea. Film ini berfokus pada Putri Deok Hye (Son Ye Jin), putri terakhir Korea yang terlahir pada tahun 1912. Ia adalah anak dari Raja Gojong (Baek Yoon Sik) yang saat itu sudah berumur 68 tahun. Kala itu, pemerintahan kerajaan Joseon sudah mulai dikuasai oleh Jepang. Sekutu sangat ingin mengambil harta maupun kekuasaan di kerajaan tersebut.

Sang raja yang sangat dihargai oleh rakyatnya itu pun menolak untuk bergabung dengan kekuasaan Jepang. Ia menentang tegas ajakan dari para perdana menteri dan pejabat di kerajaan. Namun, setelah penolakan tersebut, terjadi sesuatu yang mengerikan. Raja Gojong ditemukan meninggal dunia setelah menenggak minuman yang diduga racun. Putri Deok Hye pun terpukul karena harus ditinggalkan oleh sang ayah di usia muda.

Deok Hye pun dipaksa pindah ke Jepang oleh Kekaisaran Jepang sebagai bentuk tahanan politik. Di Jepang, ia mengalami banyak tekanan, dilarang pulang ke Korea, dipaksa menikah dengan bangsawan Jepang yang membuat hidupnya tidak bahagia, serta menderita gangguan mental akibat tekanan batin dan kematian ibunya. Suatu hari, sahabat lama Deok Hye, Jang Han (Park Hae Il), berniat menolongnya. Dengan jabatannya sebagai tentara Jepang, Jang Han diam-diam membentuk kelompok Perdamaian Korea untuk dapat membawa pulang putri ke Joseon kembali.

2. Forbidden Dream (2019)

Film Forbidden Dream (dok. Lotte Entertainment/Forbidden Dream)

Forbidden Dream adalah film sejarah asal Korea Selatan yang diangkat dari kisah nyata tentang kedekatan emosional dan kerja sama antara Raja Sejong yang Agung dengan ilmuwan briliannya, Jang Yeong Sil. Kisahnya mengikuti Raja Sejong (Han Suk Kyu) dari Dinasti Joseon yang sangat berambisi memajukan ilmu pengetahuan dan membebaskan negaranya dari ketergantungan pada Dinasti Ming di Tiongkok. Ia kemudian mengangkat Jang Yeong Sil (Choi Min Sik), pria dari kalangan budak yang memiliki talenta luar biasa, untuk jadi penasihat kerajaan.

Keduanya lalu menjalin persahabatan yang erat dan tidak biasa di tengah aturan kasta yang kaku pada masa itu. Bersama-sama, mereka berhasil menciptakan berbagai penemuan besar di masa itu. Namun, kesuksesan dan kemajuan sains Joseon ini memicu kemarahan Kekaisaran Ming yang menganggap hal tersebut sebagai bentuk pembangkangan. Raja Sejong dan Jang Yeong Sil kemudian berada di posisi sulit antara mempertahankan kedaulatan sains mereka atau menyerah pada tekanan politik eksternal dan intrik para pejabat istana yang konservatif.

3. The Assassin(s) (2026)

Film The Assassin's (dok. Hive Media Corp/The Assassin's)

The Assassin(s) menceritakan kisah penyelidikan penuh misteri di balik peristiwa nyata percobaan pembunuhan Presiden Park Chung Heee, yang kala itu menewaskan Ibu Negara pada 15 Agustus 1974. Film ini berfokus pada kekacauan dan investigasi rumit pasca-insiden penembakan bersejarah yang mengguncang Korea Selatan tersebut. Kisahnya pun mengikuti Yeong Il (Lee Min Jung), seorang jurnalis atau editor berita pemula yang tak sengaja menjadi saksi mata upaya pembunuhan tersebut.

Yeong Il sangat bertekad untuk mengungkap dalang dibalik peristiwa itu. Tak sendiri, ia juga bekerjasama dengan Cheol Gu (Yoo Hae Jin), seorang inspektur polisi dan Jae Hwan (Park Hae Il), wartawan yang juga ikut menyelidiki berbagai pertanyaan serta konspirasi yang belum terjawab. Ketiganya pun harus terjebak dalam intrik politik mendalam saat berupaya mengungkap fakta asli di balik layar insiden berdarah tersebut.

Film-film yang diangkat dari kisah nyata pastinya memerlukan riset yang lebih mendalam karena harus mengisahkan tentang peristiwa yang benar-benar terjadi. Namun, sejauh ini Hur Jin Ho selalu mampu mengemas film-film sejarah dengan sangat baik dan tak jarang mendapat banyak pujian dari penonton.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article