3 Hal Pahit dalam Hidup Go Bok Hee di Undercover Miss Hong, Penuh Ketakutan

Di balik sikapnya yang angkuh, sinis, dan mudah marah, Go Bok Hee ternyata menyimpan masa lalu yang jauh dari kata bahagia dalam drakor Undercover Miss Hong. Kehidupan yang ia jalani sekarang—pekerjaan mapan, uang yang cukup, dan posisi aman di Hanmin—bukanlah sesuatu yang ia dapatkan dengan mudah. Semua itu berdiri di atas ketakutan, kecemasan, dan luka lama yang belum sepenuhnya sembuh.
Go Bok Hee bisa bertahan hingga titik ini justru karena ia pernah hidup dalam situasi yang memaksanya terus lari dan bersembunyi. Berikut tiga hal pahit yang membentuk Go Bok Hee menjadi dirinya yang sekarang.
1. Memiliki kakak laki-laki yang tempramen dan penuh kekerasan

Di masa lalu, Go Bok Hee hanya tinggal berdua dengan kakak laki-lakinya, Go Bok Cheol. Sosok yang seharusnya melindungi justru menjadi sumber ketakutan terbesar dalam hidupnya. Go Bok Cheol gemar berjudi, menghabiskan uang hasil kerja Go Bok Hee, dan tak segan melampiaskan emosinya lewat kekerasan fisik.
Setiap hari, Go Bok Hee hidup dalam ketakutan. Tidak ada siapa pun yang membelanya, dan ia pun tidak memiliki keberanian untuk melawan. Yang bisa ia lakukan hanyalah menangis, menuruti kemauan kakaknya, dan merelakan hasil jerih payahnya diambil begitu saja. Kekerasan itu perlahan menghancurkan rasa aman dan kepercayaan diri Go Bok Hee.
2. Harus berpindah-pindah tempat kerja demi bersembunyi

Tidak sanggup lagi hidup di bawah tekanan dan kekerasan Go Bok Cheol, Go Bok Hee akhirnya memilih kabur. Ia meninggalkan kota asalnya dan mencari pekerjaan di berbagai tempat, berpindah-pindah agar tidak ditemukan oleh kakaknya sendiri.
Go Bok Hee rela hidup tanpa kepastian, terus mengganti tempat kerja, dan memutus hubungan dengan masa lalunya. Baginya, hidup dalam ketidakpastian jauh lebih baik dibandingkan kembali menghadapi ketakutan yang sama. Bahkan, ia sempat merencanakan untuk pergi ke luar negeri agar benar-benar bisa menghilang dari bayang-bayang Go Bok Cheol.
3. Terus diteror lewat surat yang menuntut uang

Namun pelariannya tidak pernah benar-benar berhasil. Go Bok Cheol akhirnya menemukan keberadaan Go Bok Hee dan mulai mengirimkan surat ke tempat kerjanya di Hanmin. Isi surat-surat itu selalu sama yakni tuntutan uang dan ancaman jika permintaannya tidak dipenuhi.
Go Bok Hee hidup dalam kecemasan yang kembali muncul. Ia sempat berpikir masih memiliki waktu untuk kabur, terutama setelah mendengar bahwa Go Bok Cheol baru akan dibebaskan pada akhir November. Ia bahkan sudah bersiap menarik uang dari rekeningnya untuk melarikan diri sekali lagi. Sayangnya, kenyataan jauh lebih kejam. Go Bok Cheol justru dibebaskan lebih awal karena dinilai berperilaku baik selama di penjara.
Masa lalu Go Bok Hee bukan sekadar cerita pahit, melainkan luka yang terus membentuk cara ia bertahan hidup. Sikapnya yang keras dan selalu bersikap angkuh adalah tameng dari ketakutan yang tak pernah benar-benar pergi. Di balik keberhasilannya hari ini, ada perempuan yang terlalu lama hidup dalam bayang-bayang kekerasan dan ancaman—dan masih berjuang untuk benar-benar bebas.


















