Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Hal yang Bakal Dirindukan dari Drakor Taxi Driver 3

still cut drama Korea Taxi Driver 3
still cut drama Korea Taxi Driver 3 (instagram.com/sbsdrama.official)

Sejak pertama kali tayang hingga musim ketiga, Taxi Driver selalu menjadi drama yang menawarkan sensasi berbeda dibandingkan serial Korea kebanyakan. Alih-alih berfokus pada romansa atau konflik keluarga, drama ini konsisten mengangkat isu ketidakadilan sosial yang kerap luput dari sorotan hukum, lalu membalasnya lewat aksi balas dendam yang terorganisir dan emosional. Di musim ketiganya, skala konflik semakin besar, musuh semakin canggih, dan tekanan emosional yang dirasakan para karakter pun jauh lebih dalam.

Ketika Taxi Driver 3 mendekati akhir penayangannya, rasa kehilangan mulai terasa bagi penonton setia. Bukan hanya karena ceritanya yang menegangkan, tetapi juga karena banyak elemen khas yang membuat drama ini begitu melekat dan sulit digantikan. Dari dinamika tim Rainbow Taxi hingga pesan sosial yang tajam, ada banyak hal yang akan membekas bahkan jelang episode terakhir ditayangkan. Berikut lima hal yang bakal paling dirindukan dari Taxi Driver 3 dan alasan mengapa drama ini terasa begitu spesial.

1. Aksi penyamaran Kim Do Gi yang selalu total dan tak terduga

still cut drama Korea Taxi Driver 3
still cut drama Korea Taxi Driver 3 (instagram.com/sbsdrama.official)

Salah satu daya tarik terbesar Taxi Driver sejak musim pertama adalah kemampuan Kim Do Gi (Lee Je Hoon) menyamar dalam berbagai peran ekstrem. Di musim ketiga, transformasi ini terasa semakin matang dan berisiko, mulai dari menyamar sebagai manajer idol hingga masuk ke lingkaran kejahatan siber internasional. Setiap penyamaran bukan sekadar alat infiltrasi, tetapi juga menjadi cara Kim Do Gi merasakan langsung penderitaan korban yang ia bela.

2. Kekompakan tim Rainbow Taxi yang terasa seperti keluarga

still cut drama Korea Taxi Driver 3
still cut drama Korea Taxi Driver 3 (dok. sbs/Taxi Driver 3)

Di tengah kekacauan dan bahaya, hubungan antaranggota Rainbow Taxi menjadi jangkar emosional yang kuat. Ahn Go Eun (Pyo Ye Jin), Choi Kyung Koo (Jang Hyuk Jin), Park Jin Eon (Bae Yoo Ram), dan Jang Sung Chul (Kim Eui Sung) bukan sekadar rekan kerja, melainkan keluarga pilihan yang saling melindungi tanpa banyak kata. Momen-momen kecil seperti diskusi strategi, kecemasan saat Kim Do Gi menghilang, hingga tawa tipis di sela bahaya akan menjadi bagian yang paling dirindukan oleh penonton.

3. Villain yang terasa realistis dan relevan dengan dunia nyata

still cut drama Korea Taxi Driver 3
still cut drama Korea Taxi Driver 3 (dok. sbs/Taxi Driver 3)

Taxi Driver 3 menghadirkan antagonis yang tidak berlebihan, tetapi justru terasa menakutkan karena dekat dengan realitas. Kelompok Samheung dan para penjahat siber digambarkan sebagai produk sistem yang rusak, bukan monster fiksi. Kejahatan mereka mencerminkan isu global seperti perdagangan manusia digital, eksploitasi data, dan hukum yang kalah cepat dari teknologi.

4. Kritik sosial yang tajam tanpa terasa menggurui

still cut drama Korea Taxi Driver 3
still cut drama Korea Taxi Driver 3 (dok. sbs/Taxi Driver 3)

Salah satu kekuatan utama Taxi Driver 3 adalah kemampuannya menyampaikan kritik sosial secara emosional dan manusiawi. Drama ini tidak sekadar menunjukkan siapa yang salah, tetapi juga mengapa kejahatan bisa terus terjadi. Penonton diajak marah, frustrasi, dan bersedih bersama para korban, membuat pesan yang disampaikan terasa lebih membekas dibandingkan ceramah moral biasa.

5. Sensasi keadilan alternatif yang memuaskan sekaligus menyakitkan

still cut drama Korea Taxi Driver 3
still cut drama Korea Taxi Driver 3 (dok. sbs/Taxi Driver 3)

Rainbow Taxi menawarkan keadilan yang tidak bisa diberikan oleh sistem hukum formal, dan itulah daya tarik terbesarnya. Namun di Taxi Driver 3, keadilan ini tidak selalu terasa manis atau tuntas. Banyak kasus berakhir dengan kemenangan pahit, mengingatkan bahwa membalas kejahatan tidak serta-merta menyembuhkan luka, baik bagi korban maupun para eksekutornya.

Ketika Taxi Driver 3 benar-benar berakhir, yang tertinggal bukan hanya ingatan tentang adegan aksi atau dialog tajam, tetapi juga perasaan bahwa drama ini telah mengajak penonton merenungkan makna keadilan dengan cara yang jujur dan berani. Hubungan antar karakter, kompleksitas musuh, serta keberanian mengangkat isu-isu sensitif menjadikan Taxi Driver 3 lebih dari sekadar tontonan balas dendam biasa. Itulah sebabnya Taxi Driver 3 akan lama dirindukan, bukan hanya sebagai drama aksi, tetapi sebagai cerita tentang kemarahan, empati, dan harapan akan keadilan di dunia yang sering kali gagal melindungi yang lemah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Korea

See More

7 Premis Karakter Seon Han Gyeol di Spring Fever, Murid Teladan Banget

11 Jan 2026, 09:11 WIBKorea