6 Ironi yang Digambarkan dalam Drakor Pro Bono, Miris!

Pro Bono merupakan drama Korea hukum yang mengangkat banyak isu sosial di setiap episodenya. Ceritanya sendiri terpusat pada seorang hakim bernama Kang Da Wit (Jung Kyung Ho) yang beralih profesi jadi advokat publik alias pengacara pro bono karena suatu alasan.
Dari kisah sang tokoh utama hingga masalah-masalah sosial yang diangkat, drakor Pro Bono memperlihatkan berbagai ironi yang terjadi dalam ceritanya. Contohnya saja, terkait enam hal berikut ini. Apa saja? Simak, yuk.
1. Kang Da Wit adalah hakim tipikor yang terjebak skandal suap

Di awal drakor Pro Bono, Kang Da Wit dikisahkan sebagai hakim terkenal di Majelis Tipikor (tindak pidana korupsi). Ia yang mengadili dan memvonis kasus korupsi yang dilakukan pejabat hingga suap yang melibatkan konglomerat.
Ironisnya, Kang Da Wit justru dijebak dalam kasus serupa. Dengan memberinya zat sedatif, ia tanpa sadar menerima dus apel yang kemudian isinya ditukar dengan uang milyaran won. Jika terungkap, skandal ini bakal bikin heboh sebab ia adalah hakim yang ditugaskan memberi hukuman pada koruptor.
2. Tim PB memilih jadi lawan Kang Da Wit di persidangan

Sejauh 8 episode sebelumnya, Kang Da Wit berhasil menjalin kerja sama dengan tim pro bono. Namun, di episode 9, semua anggota timnya justru memilih membela Yoo Jae Beom (Yeon Je Wook) yang menipu dan menjebak Kang Da Wit. Tim pro bono menggugat Kang Da Wit atas tuduhan penyalahgunaan wewenang dan memanipulasi sidang.
Perseteruan dengan Kang Da Wit yang awalnya adalah ketua tim mereka jadi ironi menyedihkan. Terlebih penggugat yang dibela tim pro bono adalah putra dari pemilik pabrik yang menyebabkan kecelakaan kerja hingga dua kali di mana mendiang ibu Kang Da Wit juga menjadi korban. Dari sudut pandang ini, tim pro bono terlihat membela dan didukung pihak berkuasa. Padahal tugas advokat publik adalah membantu korban ketidakadilan yang dalam hal ini, lebih cocok disanding oleh Kang Da Wit daripada Yoo Jae Beom.
3. Tim pro bono memakai taktik khas Kang Da Wit yang mereka hina

Sejak awal bergabung, Kang Da Wit sulit diterima oleh tim pro bono karena taktik yang mereka pakai di persidangan berbeda. Tim pro bono kerap menghina dan bilang tak suka pada cara yang dipakai Kang Da Wit untuk memenangkan klien di pengadilan.
Ironisnya, tim ini malah meniru dan memakai strategi yang menjadi ciri khas Kang Da Wit yang mereka anggap licik, termasuk mengganti hakim. Masalahnya, tanpa mereka sadari, hakim yang baru sebetulnya merupakan kaki tangan dari orang yang menjebak Kang Da Wit.
4. Imigran dianggap beban, tapi dibutuhkan

Kasus ketiga yang ditangani tim pro bono membahas Kaya (Jung Hoe Rin), WNA yang masuk ke Korea Selatan dengan visa pasangan setelah menikahi pria lokal di sana. Salah satu poin penting yang jadi sorotan di kasus ini adalah pandangan negatif terhadap imigran. Padahal di sisi lain, mereka dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan kasar di pabrik dan perkebunan yang tidak mau lagi dikerjakan warga lokal.
5. Kebijakan antiaborsi meningkatkan risiko kehamilan pada ibu muda dan bayinya

Episode 3 dan 4 membahas kasus Kim Gang Hun (Lee Chun Moo), seorang anak difabel daksa. Yang jadi sorotan adalah kebijakan antiaborsi dari pihak rumah sakit tempat ibu Kim Gang Hun memeriksakan kehamilan. Saat itu, ibunya masih di bawah umur dan memiliki gaya hidup yang buruk sehingga kehamilannya beresiko. Di satu sisi, penolakan aborsi menjunjung tinggi nilai kehidupan manusia. Namun, di sisi lain, dalam kasus ini, menambah risiko pada bayi dan ibu yang masih muda.
6. Keluarga kandung bisa berubah karena dibutakan uang

Kasus keempat yang ditangani Kang Da Wit, cs adalah gugatan Elijah (Jung Ji So) terhadap ibu dan kakak kandungnya. Elijah merupakan idol dan aktris ternama. Setelah menyadari keluarganya memanfaatkan dan hanya menjadikannya sapi perah, ia berusaha untuk lepas dari mereka.
Kisah Elijah menunjukkan ironi dari bagaimana kebahagiaan sebuah keluarga bisa rusak hanya karena dibutakan harta. Dulu saat Elijah masih kecil dan belum sukses, sang ibu sangat menyayangi dan melindunginya. Namun, setelah Elijah menghasilkan banyak uang, keluarganya justru mengeksploitasi, menipu, dan menyakitinya.
Drakor Pro Bono tidak hanya membahas kasus-kasus hukum dan suasana persidangan. Beragam isu sosial dan ironi menyedihkan juga disinggung dalam drakor ini. Khususnya, berkaitan dengan kisah Kang Da Wit dan kasus hukum yang ditanganinya.



















