7 Bukti Jeong Woo Aslinya Gak Mau Hui Ju-I An Bersatu di Perfect Crown

Min Jeong Woo (Noh Sang Hyun) tidak pernah menyangka kalau Seong Hui Ju (IU) akan dirumorkan dengan Pangeran I An (Byeon Woo Seok) dalam drama Perfect Crown. Mereka sudah saling kenal sejak masa sekolah. Dari sudut pandang Min Jeong Woo, tidak ada tanda-tanda bahwa keduanya punya hubungan khusus yang tersembunyi.
Sebagai perdana menteri, Min Jeong Woo mau tak mau ikut terlibat dalam hubungan mereka. Ia pun tidak punya pilihan selain mendukung pernikahan keduanya, tapi dalam batas tertentu. Tujuh tindakan ini jadi bukti kalau Min Jeong Woo sebenarnya tidak mau Seong Hui Ju dan Pangeran I An benar-benar bersatu di drama Perfect Crown.
1. Saat mendengar Seong Hui Ju ingin menjadi istri Pangeran I An, Min Jeong Woo justru mendoakan kemungkinan terburuk untuk kelanjutan hubungan mereka

2. Ia gak mau ada bahasan pernikahan dalam klarifikasi hubungan Seong Hui Ju dan Pangeran I An agar hubungan itu lebih mudah diakhiri di kemudian hari

3. Karena Seong Hui Ju bersikeras ingin menikahi Pangeran I An, ia pun menunjukkan berbagai batasan yang akan mengikatnya sebagai istri pangeran agung

4. Min Jeong Woo memohon kepada Pangeran I An untuk membatalkan pernikahan karena merasa lingkungan keluarga kerajaan berbahaya untuk Seong Hui Ju

5. Di sisi lain, ia memberi saran kepada Seong Hui Ju untuk menikahinya saja jika niatnya memang hanya untuk naik derajat ke kalangan bangsawan

6. Karena keduanya akan tetap menikah, Min Jeong Woo menegaskan di depan Pangeran I An bahwa perceraian telah dipastikan dalam tiga tahun ke depan

7. Ia bahkan masih memperlakukan Seong Hui Ju dengan manis supaya Pangeran I An merasakan batasan yang ada, meski statusnya adalah suami Seong Hui Ju

Hingga akhir paruh pertama drama Perfect Crown, Min Jeong Woo tidak memperlihatkan pertentangan keras untuk hubungan Seong Hui Ju dan Pangeran I An. Ia pun mau membantu karena tahu pernikahan mereka hanya sandiwara. Beruntungnya ia punya kesempatan untuk ikut terlibat dalam hubungan mereka karena posisinya sebagai perdana menteri.


















