Kenapa Drakor 100 Days of Deception Wajib Ditonton?

- "100 Days of Deception" berlatar Korea tahun 1932 saat invasi Jepang, mengikuti pencuri Lee Ga Kyung yang direkrut organisasi Gugukdan untuk menyusup ke lingkungan Kim Tae Woong.
- Konflik para tokoh dibentuk trauma gerakan 1 Maret 1919: Yoo So Ran kehilangan anak dan suami, sementara Kim Tae Woong berjuang mendapat pengakuan ayah angkatnya.
- Selama 100 hari sebagai interpreter magang, Lee Ga Kyung memicu intrik rencana pembunuhan Shinichi Sato; kecerdikan, kepentingan pribadi, dan ketertarikannya pada Tae Woong memperumit misi.
Drakor 100 Days of Deception (2026) menceritakan seorang pencuri bernama Lee Ga Kyung (Kim You Jung) yang secara gak sengaja masuk ke dalam rencana Yoo So Ran (Kim Hyun Joo), seorang anggota organisasi Gugukdan, yang mengincar nyawa Shinichi Sato (Jin Sun Kyu). Sekalipun miskin dan merupakan kalangan rakyat jelata, Lee Ga Kyung sangat fasih berbahasa Jepang dan Inggris.
Kemampuannya ini membuat Yoo So Ran menjadikan Lee Ga Kyung sebagai mata-mata yang ditempatkan di sekitar lingkungan kerja anak angkat Shinichi Sato, Kim Tae Woong (Jin Young). Drakor ini berlatar di tahun 1932 ketika Jepang menginvasi Korea. Lalu, kenapa drakor 100 Days of Deception bisa jadi tontonan yang sangat menarik?
Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.
1. Angkat latar cerita berdasarkan sejarah Korea

Cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok.tvN/100 Days of Deception) Seperti penjelasan di atas, drakor ini berlatarkan kisah masyarakat Korea di tahun 1930. Sayangnya, keputusan setiap karakternya berlandaskan rasa traumatik ketika kejadian 1 Maret 1919 pecah. Dengan situasi rumit di masa penjajahan ini, Lee Ga Kyung harus hidup menjadi sebuah alat bagi pejuang kemerdekaan di hadapan pemerintah Jepang.
Drakor ini akan mengangkat sebuah cerita yang cukup intens dengan berbagai kemungkinan berat yang terjadi di masa perjuangan. Penonton bahkan sadar jika kisah romantis di masa penjajahan ini cukup membuat mereka berpikir buruk. Beberapa drakor yang diangkat di masa ini juga menyajikan kisah romantis yang dianggap sadis karena gak akan bisa bersatu ketika menghadapi masa sulit tersebut.
2. Setiap karakter punya latar belakang kuat

Cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok.tvN/100 Days of Deception) Sepanjang tahun 2026 ini, hanya beberapa judul drakor yang dirilis sebanyak 16 episode, termasuk drakor 100 Days of Deception. Banyak penonton menganggap jika 12 episode untuk beberapa judul drakor memang terlalu singkat dan terburu-buru. Dengan genre dan latar cerita yang cukup berat, penonton cukup tertarik jika drakor ini akan menyayangkan sebanyak 16 episode.
Hal ini dibuktikan jika setiap karakter digambarkan punya latar belakang yang cukup rumit. Salah satu contohnya adalah Yoo So Ran yang bergabung dengan organisasi Gugukdan setelah anaknya ditembak mati oleh tentara Jepang. Situasi ini bermula ketika tentara Jepang menyisir beberapa desa dan menangkap beberapa pemuda yang diduga sebagai pemicu pecahnya gerakan 1 Maret 1919 lalu, termasuk suami Yoo So Ran.
Di lain sisi, Kim Tae Woong juga berusaha untuk dihargai ayah angkatnya sebagai seorang anak. Selama ini, Tae Woong merasa ayahnya selalu waspada terhadapnya dan kerap menodongkan pistol di beberapa waktu krusial.
3. Alur cerita misterius dan penuh intrik

Cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok.tvN/100 Days of Deception) Lee Ga Kyung dianggap sebagai salah satu variabel yang menghancurkan rencana Yoo So Ran untuk membunuh Shinichi Sato. Kondisi ini membuat Yoo So Ran menggunakan Lee Ga Kyung sebagai mata-mata yang ditempatkan di kantor pemerintahan sebagai interpreter magang selama 100 hari. Sayangnya, Lee Ga Kyung bukan sosok yang mudah dikendalikan dan cukup cerdas.
Yoo So Ran bahkan diperingatkan oleh beberapa rekan organisasinya untuk berhati-hati dalam berhadapan dengan sosok Lee Ga Kyung yang licik dan ingin mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Sayangnya, antara Lee Ga Kyung dan Kim Tae Woong ini akan muncul ketertarikan. Dengan latar belakang keduanya yang sangat bertolak belakang, drakor ini semakin unik dan patut untuk dinantikan setiap episodenya.
4. Punya karakter perempuan tangguh

Cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok.tvN/100 Days of Deception) Lee Ga Kyung dan Yoo So Ran adalah contoh karakter perempuan yang hidup tanpa bantuan identitas laki-laki. Sekalipun menghadapi diskriminasi yang sangat kental di masa itu, Lee Ga Kyung dan Yoo So Ran mengusahakan tujuan hidupnya sendirian. Kedua karakter perempuan ini berhasil mencuri perhatian dengan keteguhan hati dalam menjalani hidup.
Sayangnya, keduanya jelas akan menggunakan kemampuannya dalam memanipulasi laki-laki untuk kepentingan pribadinya. Sekalipun begitu, perkembangan karakter keduanya ini patut untuk dinantikan, lho.
Drakor 100 Days of Deception ini kerap dianggap penonton sebagai drakor traumatis lainnya. Namun, mereka juga gak menampik bahwa drakor ini punya daya tarik tersendiri dan wajib masuk ke daftar tontonan. Setuju dengan ini?






















