Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Drakor Doctor X: Mafia in White Diberi Rating 18+?

2 min read
Kenapa Drakor Doctor X: Mafia in White Diberi Rating 18+?
Kim Ji Won di Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)
  • Doctor X: Mafia in White adalah remake Korea dari dorama Jepang Doctor-X, dibintangi Kim Ji Won sebagai dokter bedah Gye Su Jeong dan mendapat rating 18+ di Netflix.
  • Drama ini mengkritik praktik medis, termasuk hambatan digitalisasi bagi pasien lansia, perlakuan berbeda terhadap pasien VIP, serta dokter yang mengejar jabatan ketimbang perawatan.
  • Rating dewasa juga dipengaruhi adegan operasi eksplisit, distorsi realitas medis untuk fiksi, dan penggambaran perundungan di tempat kerja terhadap Gye Su Jeong.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Doctor X: Mafia in White merupakan remake dari dorama sukses Jepang, Doctor-X: Surgeon Michiko Daimon (2012-2021) yang memiliki tujuh season. Versi Korea sendiri dibintangi Kim Ji Won sebagai karakter utama bernama Gye Su Jeong.

Berbeda dari versi aslinya, drakor Doctor X: Mafia in White diberi rating usia 18+. Apa alasan di balik pemberian pembatasan usia untuk penonton di cerita Doctor X versi Korea? Yuk, simak.

  1. 1. Mengangkat kritik soal praktik medis

    cuplikan drama Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (x.com/SBSNOW)

    Drakor Doctor X: Mafia in White tidak hanya membahas tentang skill Gye Su Jeong sebagai dokter bedah, tapi juga mengangkat soal berbagai kritik sosial terkait praktik medis. Misalnya, momen saat keluarga pasien kesulitan mendaftar lewat komputer di episode 2. Pendaftaran pasien lewat digitalisasi ini bisa merepotkan orang tua yang tak familier dengan teknologi.

  2. 2. Banyak dokter digambarkan sebagai oknum pelanggar etika

    cuplikan drama Doctor X: Mafia in White
    cuplikan drama Doctor X: Mafia in White (x.com/SBSNOW)

    Kritik dalam drakor ini juga merembet pada bagaimana oknum dokter membeda-bedakan perlakuan antara pasien VIP dan bukan. Belum lagi para oknum ini justru lebih fokus mencari muka demi naik jabatan daripada merawat pasien. Penggambaran sebagian dokter sebagai antagonis di sini butuh kebijakan penonton yang sudah cukup usia sebab tidak semua adalah villain dan ini adalah ulah oknum.

  3. 3. Menampilkan adegan operasi yang eksplisit

    Kim Ji Won di Doctor X: Mafia in White
    Kim Ji Won di Doctor X: Mafia in White (dok. SBS/Doctor X: Mafia in White)

    Alasan lain kenapa drakor ini diberi rating 18+ karena menampilkan adegan-adegan operasi yang cukup eksplisit. Scene yang menampilkan pembedahan dan organ-organ manusia ini bisa menjadi trigger dan membuat sebagian orang merasa tak nyaman saat melihatnya.

  4. 4. Berisi momen distorsi realitas medis

    Kim Ji Won di Doctor X: Mafia in White
    Kim Ji Won di Doctor X: Mafia in White (x.com/SBSNOW)

    Sejak awal, drakor ini menampilkan plot dan adegan yang termasuk distorsi terhadap realitas medis. Ini dilakukan murni untuk kepentingan cerita dan hanya fiksi belaka. Contohnya, saat semua dokter di ruang operasi meninggalkan pasien sebab direktur rumah sakit pingsan. Selain itu, di episode 2, Gye Su Jeong melakukan dua operasi dengan memberikan salah satu pasien pada dokter lain.

  5. 5. Menggambarkan perundungan di tempat kerja

    Kim Ji Won di Doctor X: Mafia in White
    Kim Ji Won di Doctor X: Mafia in White (x.com/SBSNOW)

    Drakor ini juga menampilkan plot soal work harassment alias perundungan di tempat kerja. Hal ini tampak dari momen Gye Su Jeong diusir secara halus dari ruangan dokter bedah di mana mejanya diberi tumpukan dokumen yang tak terpakai.

    Ada beberapa alasan kenapa drama Korea Doctor X: Mafia in White diberi rating usia 18+ di platform Netflix. Sebagian besar berkaitan dengan topik yang diangkat dan adegan-adegan medis di dalamnya. Jadi, pastikan kamu sudah 18 tahun ke atas sebelum nonton drakor ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More