Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Min Jeong Woo Jadi Villain di Ending Perfect Crown?
Noh Sang Hyun di Perfect Crown (x.com/highziumstudio)
  • Min Jeong Woo berubah jadi antagonis setelah cemburu melihat cinta tulus antara Seong Hui Ju dan Pangeran Agung Ian, yang membuatnya ingin memisahkan keduanya.
  • Ia menyesal karena tak pernah menyatakan cintanya pada Seong Hui Ju, hingga rasa marah dan kecewa membuatnya kehilangan kendali atas tindakan sendiri.
  • Perasaan terpendam yang lama ditekan akhirnya meledak saat pernikahan Seong Hui Ju dan Pangeran Agung Ian, menjadikan Min Jeong Woo bertindak emosional dan berubah menjadi villain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di awal Perfect Crown, Min Jeong Woo (Noh Sang Hyun) termasuk protagonis yang ada di pihak Seong Hui Ju (IU) dan Pangeran Agung Ian (Byeon Woo Seok). Namun, di episode 9, ia berubah haluan menjadi antagonis.

Perubahan Min Jeong Woo yang drastis ini tidak serta merta terjadi. Lantas apa yang membuat Min Jeong Woo berubah jadi salah satu karakter villain di ending drakor romcom ini? Simak penjelasannya berikut, yuk.

1. Ia cemburu melihat Seong Hui Ju dan Pangeran Agung Ian

Noh Sang Hyun di Perfect Crown (x.com/mbcdrama_pre)

Min Jeong Woo mulai gelap mata dan menjadi jahat setelah tahu Seong Hui Ju dan Pangeran Agung Ian saling mencintai dengan tulus. Awalnya, Min Jeong Woo mendukung hubungan pasangan ini sebab Seong Hui Ju bilang pernikahan tersebut sebatas kontrak.

Meski Seong Hui Ju kerap bilang hanya bersandiwara dan akting, Min Jeong Woo bisa melihat gadis itu sebenarnya mencintai Pangeran Agung Ian. Min Jeong Woo jadi tidak bisa menunggu masa kontrak tiga tahun habis sebab ia tahu Seong Hui Ju tak akan bercerai. Karena itu, Min Jeong Woo bertindak sendiri agar Seong Hui Ju dan Pangeran Agung Ian lekas berpisah.

2. Ia marah dan menyesal karena tak menyatakan cintanya

Noh Sang Hyun di Perfect Crown (x.com/mbcdrama_pre)

Selama ini Min Jeong Woo tidak berani mengambil langkah untuk meluluhkan hati Seong Hui Ju. Min Jeong Woo hanya bertindak sebatas mantan kakak kelas semasa sekolah dan teman dekat gadis itu. Akibat terus ragu, Min Jeong Woo kehilangan Seong Hui Ju bahkan sebelum ia sempat berusaha.

Situasi ini membuat Min Jeong Woo marah sebab ia kira bakal punya kesempatan mendapat hati Seong Hui Ju. Namun, ia menganggap kesempatan itu hilang setelah kehadiran Pangeran Agung Ian. Selain itu, Min Jeong Woo juga menyesal karena sebelumnya tidak berusaha menyatakan cintanya. Perasaannya yang campur aduk membuatnya tidak bisa menilai sesuatu dengan baik dan akhirnya mengambil langkah yang salah.

3. Perasaan yang selama ini dipendamnya akhirnya meledak

Noh Sang Hyun di Perfect Crown (x.com/mbcdrama_pre)

Min Jeong Woo adalah orang yang cenderung mengandalkan logika dan memendam perasaan aslinya. Hal ini juga terjadi berkaitan dengan rasa sukanya kepada Seong Hui Ju. Min Jeong Woo mengabaikan perasaannya dan lebih memilih fokus meniti karier sebagai perdana menteri seperti kakek dan ayahnya.

Sesuatu yang dipendam dan terus ditekan bisa meledak lalu menghancurkan segalanya. Ini yang dialami oleh Min Jeong Woo. Ia yang sebelumnya mengeyampingkan perasaan dan emosinya kini dibutakan olehnya. Titik didih dari semua ini dan menjadi trigger-nya adalah pernikahan Seong Hui Ju dan Pangeran Agung Ian. Selama prosesi ini, Min Jeong Woo sulit mengendalikan diri dan menahan perasaannya lagi. Akhirnya, Min Jeong Woo bertindak mengikuti emosi, yang sayangnya jadi negatif karena tersulut pemicu, daripada logikanya.

Sebagai sad boy yang gagal mendapatkan cinta pertamanya, Min Jeong Woo justru bertindak toksik dan akhirnya berubah jadi villain. Kehilangan Seong Hui Ju membuatnya marah dan menjadi pemicu emosinya meledak. Lantas apakah Min Jeong Woo akan mendapat karma atau menyadari kesalahannya di ending drakor Perfect Crown?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team