Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Keputusan Besar yang Diambil I An di Ending Drakor Perfect Crown
cuplikan drama Perfect Crown (instagram.com/disneypluskr)
  • I An akhirnya menerima takhta setelah menolak tiga kali, menggantikan Yi Yoon yang turun dari posisi raja sesuai hak waris sebenarnya.
  • I An menghukum Lord In Pyeong atas percobaan pembunuhan dan kebakaran, menegaskan keadilan tanpa pengasingan ke luar negeri.
  • Setelah naik takhta, I An menghapus sistem monarki dan memilih hidup sebagai rakyat biasa, menandai perubahan besar dalam tatanan kerajaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam drakor Perfect Crown, Pangeran I An (Byeon Woo Seok) selaku karakter utamanya harus menghadapi situasi yang runyam. Ada pembunuhan berencana yang ditujukan padanya, padahal ia sedang dalam posisi ditunjuk sebagai raja berikutnya. Di akhir cerita, ia harus meredam konflik yang telah memanas.

Dengan segala kekuatan dan dukungan yang ia miliki, I An membuat sejumlah pilihan krusial. Ia menjadi tokoh revolusioner karena pilihannya itu berbeda dengan pilihan para pemimpin sebelumnya. Berikut lima keputusan besar yang diambil I An di ending drakor Perfect Crown.

Perhatian, artikel ini mengandung spoiler.

1. Menerima takhta

cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

I An sebenarnya bisa naik takhta sejak dulu. Yi Hwan (Sung Joon), kakaknya yang merupakan raja sebelumnya dan ayah dari raja yang sedang menjabat, Yi Yoon (Kim Eun Ho), menuliskan dekrit berisi pengalihan takhta kepada dirinya. Yoon Yi Rang (Gong Seung Yeon) selaku ratu saat itu nekat mengganti dekrit tersebut. Yi Yoon yang masih kecil ternyata mengetahuinya.

Dengan filosofi kerajaan yang telah lama dianut, I An menolak pengalihan takhta dari Yi Yoon sebanyak tiga kali. Setelah itu, barulah ia benar-benar menerimanya. Yi Yoon turun takhta dan digantikan oleh I An yang memang dari dulu berhak mendapatkan takhta tersebut.

2. Menghukum Lord In Pyeong dengan semestinya

cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

I An sempat tak sadarkan diri karena terjebak kebakaran di Aula Dewan. Setelahnya, ia didatangi oleh ibu ratu yang meminta pengampunan sebab pelaku insiden tersebut kemungkinan besar adalah ayahnya, Lord In Pyeong (Jo Jae Yun). Percobaan pembunuhan dengan meracuni minuman saat acara pernikahan juga disebut-sebut merupakan rencana Lord In Pyeong.

Perdana Menteri Min (Noh Sang Hyun) sempat meminta agar Lord In Pyeong dapat hukuman yang sangat berat dan diasingkan ke luar negeri. Namun, karena masih menghargai Yi Yoon dan ibu ratu, I An menegaskan bahwa Lord In Pyeong harus dihukum di dalam negeri.

3. Menghapus monarki

cuplikan drama Perfect Crown (instagram.com/disneypluskr)

Pernyataan pertama yang dikeluarkan I An setelah naik takhta sukses menghebohkan seantero negeri. Ia mengusulkan agar sistem monarki dihapus. Keputusannya itu jelas ditentang oleh para kabinet dan keluarga kerajaan. Mereka tidak mau kehilangan status sebagai bangsawan, sedangkan I An tidak mau sistem monarki terus berdiri karena dapat membatasi status dan keadilan sosial di kalangan sosial masyarakat. I An yakin, meskipun ia gak lagi menjadi raja, negara akan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

4. Tegas terhadap Perdana Menteri Min

cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

Proses naik takhta yang dialami I An ternyata memicu sisi buruk Perdana Menteri Min. Karena terlalu berambisi untuk melindungi Seong Hui Ju (IU), istri I An, ia nekat melakukan pembunuhan berencana. Ia bekerja sama dengan Lord In Pyeong, tetapi ia melimpahkan kesalahan sepenuhnya terhadap laki-laki itu.

Tekadnya untuk melindungi mahkota dengan membunuh I An akhirnya terbongkar. I An yang selama ini mempercayai dirinya dan menganggapnya sebagai sahabat merasa dikhianati. I An lalu memutuskan bahwa gak ada lagi yang boleh membela keputusan Perdana Menteri Min. Jika ada, mereka akan dianggap kaki tangan yang terlibat dalam percobaan pembunuhan terhadapnya.

5. Cuti kerja

cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

Keputusan untuk menghapus sistem monarki yang diambil I An ternyata dikabulkan. Publik mendukung keputusan itu hingga akhirnya I An dan seluruh anggota kerajaan bisa hidup seperti rakyat biasa. I An memutuskan untuk cuti dari pekerjaannya saat sudah tidak menjabat sebagai raja. Hal ini termasuk sesuatu yang besar karena sebelumnya ia bekerja tanpa henti. Siang dan malam selalu ia habiskan untuk menyelesaikan urusan kerajaan.

I An berani membuat pilihan yang sulit meskipun ditentang oleh banyak orang pada awalnya. Kelima keputusan yang ia ambil di atas memengaruhi penyelesaian untuk akhir cerita drakor Perfect Crown.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article