Kenapa Kompensasi Berbasis Kinerja Patut Didukung di Beyond the Bar?

- Pengacara dihargai dengan kompensasi berbasis kinerja
- Yullim mempertahankan talenta potensial
- Membangun lingkungan sehat untuk Yullim di masa depan
Mitra pengelola Yullim, Ko Seung Cheol (Kim Eui Sung), mengumumkan masa pengunduran dirinya di drakor Beyond the Bar (2025). Awalnya, dia memutuskan untuk menjadikan Yoo Seok Hoon (Lee Jin Uk) sebagai mitra pengelola di firma hukum Yullim. Sayangnya, Seok Hoon seakan sadar jika dirinya belum bisa dan mampu memimpin rekan kerja yang gak mau menghargainya.
Seok Hoon sadar dia butuh banyak dukungan untuk menyelesaikan permasalahan di firma hukum Yullim ini. Sebagai mitra pengelola, Ko Seung Cheol gak hanya mewariskan relasi tapi juga masalah besar mengenai kualitas pengacara mereka. Makanya, ketika Kwon Na Yeon (Kim Yeo Jin) diusulkan, Yoon Seok Hoon seakan setuju memberikan dukungannya pada mentornya tersebut.
Salah satu kebijakan pertama yang digagas oleh Kwon Na Yeon adalah kompensasi berbasis kinerja. Lalu, kenapa kebijakan ini patut untuk didukung di drakor Beyond the Bar?
Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.
1. Pengacara yang bekerja maksimal akan merasa dihargai

Kwon Na Yeon jelas paham jika dia punya tugas yang besar ketika dihadapkan dengan masalah nepotisme yang terjadi di firma hukum Yullim. Sayangnya, nepotisme ini ternyata berdampak cukup buruk bagi organisasi di Yullim. Para pengacara, yang menggunakan jalur nepotisme, memberikan pekerjaannya secara penuh pada pengacara muda dan magang.
Sayangnya, kompensasi yang diberikan Yullim pada pengacaranya ini diukur lamanya bekerja. Kondisi ini membuat para pengacara muda yang mengerjakan kasus pengacara senior tersebut gak punya penghasilan sebanding dengan itu. Mereka akan menganggap dirinya gak dihargai oleh Yullim.
Sedangkan, kondisi yang jauh berbeda terjadi pada pihak pengacara senior. Mereka sibuk melobi klien dengan bermain golf di jam kerja. Pekerjaan mereka juga selesai karena dikerjakan orang lain atas namanya.
2. Yullim gak akan kehilangan talenta potensial

Kwon Na Yeon sadar, dengan banyaknya pekerjaan mereka, memaksa para pengacara tersebut keluar merupakan hal yang gak mungkin dilakukan. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk membangun sistem yang adil untuk seluruh pengacara di Yullim. Dia sadar jika selama ini Yullim mengalami kerugian besar dengan berkurangnya sumber daya manusia mereka.
Untuk menjadi firma hukum terkemuka, dua syarat pentingnya adalah pendapatan firma hukum dan jumlah pengacara mereka. Jika diamati di permasalahan pertama, Yullim jelas bermasalah dengan kompensasi pengacara yang dianggap gak adil. Jika ini terus terjadi, akan semakin banyak pengacara muda bertalenta yang memutuskan keluar dari Yullim.
Makanya, Kwon Na Yeon membentuk kebijakan kompensasi berbasis kinerja. Kebijakan ini gak memperhatikan senioritas tapi banyaknya pekerjaan yang dikerjakan para pengacara.
3. Membangun lingkungan sehat untuk Yullim di masa depan

Cita-cita Ko Seung Cheol sebagai pemilik adalah punya firma hukum yang diakui seluruh pekerja hukum di Korea Selatan. Sayangnya, dia kesulitan merealisasikan mimpinya tersebut. Dia membutuhkan orang lain untuk membantunya.
Namun, seluruh kebijakan Kwon Na Yeon ini diusahakan agar para calon pengacara potensial mau memilih Yullim sebagai firma hukum impian mereka untuk bekerja. Gak hanya itu, kebijakan ini juga bisa membangun loyalitas pengacara pada firma hukum Yullim, lho.
Jika diamati lebih jauh, Kwon Na Yeon berusaha agar organisasi yang telah berjalan ini bisa bertahan lebih lama lagi. Menurutmu, apakah kebijakan yang dibentuk Kwon Na Yeon ini akan berjalan dengan baik di drakor Beyond the Bar?